Wanita Gila Tuan Ale

Wanita Gila Tuan Ale
Ale mencintaiku


__ADS_3

Di rumah Romer ...


Mobil yang membawa sang gadis, berhenti di depan sebuah rumah mewah milik Romer.


"Turunlah sayangku," pinta Romer.


"Sayangku?" jawab Enza.


"Ya, dia memang adalah suamimu. Namun, aku juga berhak memilikimu."


Romer telah menjadi pria yang sangat posesif dalam kurun waktu beberapa jam saja.


Ini sangat menyebalkan bagi Enza.


"Biarkan aku pergi dari sini, aku ingin tempat terbuka. Kau hanya pelampiasan bagiku. Kau jangan terlalu percaya diri jika aku mau menerimamu sebagai cintaku."


"Nona cantik, oh nyonya mafia cantik, aku tidak pernah merasa menjadi pria yang mudah menyerah. Kami memiliki kebahagiaanku sendiri, semuanya selalu aku lakukan tanpa persetujuan orang lain. Jadi kau sudah melakukan hal tidak benar ketika menuduhku dari segi ini."


Romer akan menjadi dirinya sendiri sampai kapanpun.


Tidak peduli hari ini atau besok, pada intinya, Romer tetap cinta pada Enza.


Hanya saja Romer lupa, Ale tidak akan tinggal diam melihat semua tingkahnya yang tidak masuk akal.


"Aku bosan dengan cinta dan para pria. Lepaskan aku."


Sang gadis ingin kabur, tetapi tidak semudah itu.

__ADS_1


Enza dibuat pingsan oleh Romer.


Pada akhirnya, Enza tidak melakukan apapun selain pasrah dengan nasibnya yang akan menuju akhir hidupnya.


"Aku pastikan kau menjadi milikku selamanya!"


.


.


.


Villa Ale ...


Ale memutuskan untuk kembali ke villa karena dia merasa bahwa semua urusannya telah, menurutnya tidak perlu menunggu sampai satu minggu seperti yang sudah direncanakan.


Cinta yang besar dari Ale, coba untuk ditahan tetapi sama sekali tidak bisa dilakukan.


Buktinya, langkah kaki sang mafia telah berada di ruang tamu villa miliknya.


Dia merasa aneh dengan semua ini karena tidak ada orang di rumah.


Hingga, panggilan telepon dari anak buahnya, membuatnya cemas tiada tara.


"Ada apa Sach? kenapa kalian pergi dari villa ini?" teriak sang mafia.


"Aku sedang berada di rumah Romer, kau cepatlah kemari karena nyonya berada di dalam situasi yang sangat sulit."

__ADS_1


Sach memberikan informasi yang begitu mengejutkan sehingga dia harus segera tancap kas menuju rumah Romer.


"Baik, aku akan segera menyusulnya. Kau tetap jaga dan pantau selalu istriku!"


"Siap bos!"


Ale keluar dari rumah itu dan langsung masuk ke dalam mobil, ya mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat menuju rumah Romer.


Pikirannya sudah tidak karuan, Romer adalah orang yang akan merebut apapun yang dimiliki olehnya, Enza, adalah korban yang harus segera diselamatkan dari Romer.


Sepanjang perjalanan, bos dan anak buah itu selalu melakukan komunikasi agar bisa senantiasa tersambung akan keadaan terbaru di tempat kejadian perkara.


"Bos, Romer membawa masuk tubuh istrimu ke dalam kamar, tetapi dia tidak ada di dalam kamar itu, Romer justru terlihat keluar rumah dan aku harus bersembunyi."


"Lalu?"


"Bos, aku tidak bisa mengatakan hal yang lebih jelas karena diriku dalam ancaman."


"Sach? kau baik-baik saja?"


"Ya aku baik, tetapi aku bersembunyi di balik tanaman yang cukup lebat di sini, untung saja dia tidak melihatku. Eh bos, adikmu masuk lagi ke dalam rumah, aku akan masuk melalui pintu belakang."


"Siap, katakan apapun yang sekiranya penting, aku akan segera sampai di rumahnya Romer."


"Oke bos."


Sang mafia, mempercepat laju kendaraannya karena dia tidak ingin terjadi apapun terhadap istri tercinta.

__ADS_1


*****


__ADS_2