Wanita Gila Tuan Ale

Wanita Gila Tuan Ale
Percaya kepadaku


__ADS_3

Setelah diperjelas, semuanya menjadi sangat gamblang.


Enza meredakan semua amarahnya. Dia akan menjadi orang yang tidak beruntung sebab selalu bertengkar dengan suami, selalu berada dalam cinta yang penuh curiga.


Keduanya masuk ke dalam mobil dan meneruskan perjalanan dengan kebahagiaan.


.


.


.


Dua hari berlalu ...


Pertempuran akan segera di lakukan, semua orang sudah berjaga-jaga.


Meski pasukan independen kalah banyak daru semua yang ada, tetapi tidak boleh di remehkan.


Dua hari sudah keduanya menghabiskan waktu bersama.


Enza akan melepaskan semua cinta tanpa terkecuali.


"Sayang, kau tetaplah dalam kebahagiaan. Jangan pernah menjadi orang lain, semuanya sangatlah membahagiakan."


"Baik sayang. Aku akan terus bahagia karena ada kau di sisiku."


"Baik."


Ale berpamitan, dia merasa bahwa semuanya baik-baik saja.


Hingga dia dan pasukan sudah siap di mobil yang sama, Enza melambaikan tangan dan berdoa yang terbaik untuk Ale,


.


.


.


Sepanjang perjalanan menuju kawasan yang akan menjadi kesepakatan, Sach memberikan informasi bahwa pasukan independen mendapatkan bantuan dari kelompok lain.


Ale juga tidak mau kalah, dia menambah personil.


"Oke, aku sudah paham dengan semua hal yang membingungkan ini, tetapi nyatanya cinta tetaplah cinta, tidak bisa diganggu gugat. Aku akan tetap menjaga cinta kepada istriku. Semua perasaan yang tidak pernah pudar."


"Ya, bagus bos. Kau tetaplah di dalam cinta istrimu, semoga kau menang."


"Baik."

__ADS_1


Panggilan telepon usai, beberapa jam lagi, mobil pasukan akan sampai di kawasan yang dimaksud.


.


.


.


Kawasan itu akhirnya bisa di capai dengan cepat.


Ale sudah siap untuk menandatangi surat kesepakatan, pasukannya akan segera menyerbu ketika ada arahan darinya.


"Kau dan pasukan banyak juga," jelas sang musuh.


"Tentu saja, kami akan melakukan pertunjukan jika kalian banyak tingkah."


Ale paling tidak suka dengan semua kesombongan ini, hanya saja demi menggertak musuh, tidak ada salahnya.


Hingga satu timah panas dari arah sebelah kanan, menembus kaca mobil Ale.


Pertempuran akan segera di mulai.


.


.


.


Ale juga tidak mau kalah, dia mendapatkan kesempatan yang bagus.


Satu jam berlalu, banyak dari musuh yang terkapar.


Sedangkan pasukan Ale, cukup gesit untuk mendapatkan kesempatan menang.


Hingga rasa cinta ini, begitu membahagiakan.


Dia menang telak, semua kekuasaan menjadi miliknya.


Tiada hal yang lebih membahagiakan selain kemenangan tanpa batas.


.


.


Satu bulan berlalu ...


The Devil kembali berkuasa setelah semua huru-hara terjadi.

__ADS_1


Cinta yang sama, sepertinya sangatlah rumit.


Enza sudah merasa mual dengan kehamilan trisemester pertama.


Sang mafia harus memikirkna banyak hal, sehingga mau tidak mau semuanya akan terjadi dengan baik.


"Sayang, aku ingin ... hoek!"


Sang suami sudah siap siaga berada di belakang Enza agar bisa membantu untuk mengeluarkan semuanya.


"Apa aku akan terus seperti ini sayang?" tanya Enza.


Dia bahkan tidak tahu apapun, Ale yang mempelajari semuanya.


"Sayang, ini akan berlangsung selama tiga bulan. Aku tidak suka dengan semua hal yang menurutmu sulit. Aku akan membantu sebisaku."


Ale sangat benci jika istrinya terlalu keras dalam memahami sesuatu.


Jika satu hal tidak terjadi, pasti hal lain akan menyertai.


Cinta keduanya sangatlah besar, jadi untuk selanjutnya pasti akan bersama.


Semua cinta yang dirasakan Ale dan Enza, begitu nyaman dan tidak terkira.


"Oke, aku percaya apapun yang kau katakan. Selebihnya aku akan menyimpannya sendiri."


"Apa maksudmu?"


"Ya, semua rasa sakit itu, memangnya kau mau menjadi aku?"


"Tidak, karena wanita melahirkan, sedangkan suami mencari nafkah."


"Oh ya? kau serius?"


"Tentu saja, memangnya kau mau mengandung? haha ... kau ada-ada saja."


"Mau saja lah, daripada banyak alasan."


Candaan yang sangat klise, hanya saja tidak benar-benar terjadi.


Cinta keduanya sudah bersemi sejak Romer tiada, bahkan sampai ada benih cinta yang tertanam.


Romer memang sangat menganggu kehidupan dua insan itu, tetapi pada kenyataanya, semuanya baik setelah Romer pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya.


Kini hanya rasa bahagia yang keduanya bisa rasakan.


*****

__ADS_1


__ADS_2