Wanita Gila Tuan Ale

Wanita Gila Tuan Ale
Ingin istrimu!


__ADS_3

Di dalam rumah, Ale dan Romer, begitu intens membicarakan tentang kekuasaan dan tahta.


ywan


Romer memang mendapatkan bagian dari sisanya, tetapi Ale tak mengizinkan Romer menguasai wilayah kecil itu.


Semua inti dari The Devil, ada di kawasan kecil yang penuh dengan harta tak ternilai.


"Romer, aku paham jika kau tidak suka denganku, tapi tolong, berikan hal yang lebih masuk akal."


"Kakak, selama ini aku selalu mengalah, tak satupun aku rasakan keadilannya. Kau harus berikan wilayah itu, atau aku yang akan merebut istri dari tanganmu!"


"Lancang kau!"


Kekesalan Ale semakin menjadi dengan segala hal yang begitu nyata, yaitu rasa memiliki seutuhnya dari jiwa dan raga Enza.


"Haha, ya begitulah. Hal yang aku rasakan selama ini, sebuah kecintaan yang besar terhadap kekuasaan dan cinta. Namun, kau telah merebut semua itu dariku. Semuanya! kak!"


"Apa kau ingin jadi paling berkuasa? jangan harap jika kau masih memikirkan dirimu sendiri. Aku tidak keberatan memberikan separuh kekuasaan milikku. Kau pria yang menyedihkan, jadi aku berikan bagian lebih banyak, hanya saja kau terlalu sombong untuk mengakui bahwa aku memang pria paling berkuasa diatasmu!"


Dua orang itu, terlihat jelas sangat memikirkan ego masing-masing.


Jika ego keduanya terluka, pasti emosi muncul ke permukaan.


Keinginan Romer yang tidak masuk akal, menimbulkan banyak perdebatan.


Cinta kasih, rasa sayang, membuat dua orang yang selama ini tak sepaham, menjadi lebih renggang.


"Aku ingin menawarkan duel," pinta Romer.


Dia terlalu percaya diri untuk menang. Sedangkan bagi Ale, ajakan duel merupakan pertaruhan harga dirinya.


Ale, mencoba berpikir jernih, dia tak mau melakukannya dengan alasan yang cukup logis.

__ADS_1


"Kau paham dengan aku, cintaku pada seorang adik, tidak akan pudar. Aku harap aku pergi saja dari villa ini, berikan kesempatan kepadaku untuk mencetak keturunan mafia."


Sang kakak, memang kadang tidak masuk akal, sehingga membuat adik angkat tercinta berada di dalam ego lain yang akan menghancurkan hubungan kakak beradik.


Romer mengatakan ingin kembali pada kejahatan yang pernah ia geluti, tetapi pada akhirnya, Ale tak mengizinkannya.


Kedua orang itu terlibat perkelahian.


Satu pukulan, di balas dengan lima.


Semuanya begitu ricuh, Enza yang berada di belakang rumah, merasa aneh dengan keadaan yang adem ayem.


Dia ingin tahu kondisi suaminya.


"Sach, apa mereka akan baik-baik saja?"


"Semoga nyonya, aku tidak terlalu yakin. Mari kita lihat saja."


Enza dan Sach, berjalan menuju area depan villa, sekiranya ingin mengintip tentang apa yang dilakukan oleh dua orang kakak beradik itu.


Sesampainya di sana, Enza mendengar ada suara orang saling pukul, dia tak bisa melihat lewat jendela, tapi bisa lewat lubang kunci pintu utama.


"Sedang apa kau nona?" tanya Sach.


Dia penasaran dengan apa yang dilakukan oleh nyonya mafia.


"Aku sedang mengintip, aku ingin mengetahui apa yang dilakukan keduanya di dalam."


"Oh, kau tidak perlu melakukan itu karena aku sudah paham jika mereka pasti berkelahi."


"Ha? suamiku babak belur nanti. Aku harus menyelamatkannya!"


"Jangan nyonya, biarkan saja. Setelah ini pasti usai. Tunggu saja."

__ADS_1


Sach memang pria yang aneh, tapi dia ingin semuanya baik-baik saja.


"Bagaimana bisa seperti itu, Sach?"


"Mereka sering berkelahi, kau tidak perlu merasa cemas."


"Astaga. Kenapa orang-orang ini aneh sekali."


Apa yang dikatakan Sach, benar adanya, setelah beberapa waktu saling memukul, tiba-tiba saja sudah berhenti.


Sach meminta istri bosnya untuk kembali ke dalam kamar, tapi sang gadis tidak mau.


Dia ingin melihat keadaan suaminya.


Klek!


Pintu terbuka, terlihat jelas, wajah sang suami babak belur.


"Heh! apa yang kalian lakukan!" teriak Enza kesal.


Dia berjalan mendekat ke arah dua orang yang sudah usai berkelahi itu.


"Kenapa kau kemari?" tanya Ale.


"Melihatmu babak belur," jawab sang gadis terus terang.


"Haha, tak ku sangka dirimu begitu mencemaskan aku."


Sang suami merasa senang ketika mendapatkan perhatian dari istri tercinta.


Sedangkan Romer, terpesona oleh wajah manis sang kakak ipar.


*****

__ADS_1


__ADS_2