Wanita Gila Tuan Ale

Wanita Gila Tuan Ale
Keberanian Enza!


__ADS_3

"Kau harus bersikap tegas," pinta Farin.


Dia sengaja memesankan minuman beralkohol rendah karena menjadi satu hal pasti, ketika sang sahabat kesal dan tidak terkendali, pasti akan membuat keributan.


"Ya, sikap tegasku adalah menikah dengan pria itu," jawab Enza yang sudah terpengaruh minuman beralkohol.


"Apa maksudmu?"


Farin merasa cemas jika apa yang dikatakan oleh Enza, sama dengan pemikirannya.


"Kau menikah dengan Robin secara tiba-tiba?" ucap Farin dengan kecemasan tingkat dewa.


]"Aku menikahi pria yang bersamaku. Kami melakukannya dan menikah."


Perkataan orang mabuk, memang terkadang ada benarnya, tetapi kenapa harus terungkap hal yang tidak penting seperti ini?


Farin merasa segalanya telah berakhir, dia ingin sang sahabat mendapatkan kekasih baru yang setidaknya mampu membawa sang sahabat menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.


"Ale?"


"Iya."


"Haha, mana mungkin?"


"Mungkin saja, kau harus membantuku kembali kepada Juna, aku masih mencintainya, meski rasanya ingin kembali, namun ada beberapa hal yang harus dihindari, yaitu merasa nyaman dengan suamiku," jelas Enza dengan kata-kata yang tidak jelas.


Selagi bisa diselamatkan, Farin meminta Enza untuk berhenti minum, tetapi tidak ada hasilnya.


Sang gadis justru semakin tidak terkendali dengan amarah membara di dalam hatinya akan sosok seorang Juna yang telah membuatnya dalam kubangan derita tiada akhir.

__ADS_1


Cintanya yang tulus, harus kandas sebab perselingkuhan yang nyata.


Kini Enza ingin mengungkapkan segalanya, namun di cegah oleh Farin.


Hingga seorang pria datang menghampiri Farin dan Enza.


"Mantan kekasih yang tidak waras karena cinta," sindir Juna.


Pria menyebalkan yang memiliki tempat di malam ini, mulai memprovokasi sang mantan kekasih untuk marah.


"Apa kau pikir kau adalah segalanya bagiku? aku sudah menikah setelah berpisah denganmu! kau paham!" teriak Enza dengan sangat lantang.


"Heh? kau hanya akan mencintaiku saja. Kenapa dengan percaya diri mengungkapkan hal tidak mungkin? haha ... aku mengetahui kau suka lelucon, hanya saja semuanya sangat ambigu. Kau harus bersikap baik kepada siapapun, aku sudah move on. Pergilah dari hidupku!"


Juna sangat kasar dengan semua kata-kata yang ia ungkapkan kepada Enza.


Farin tidak mau memperpanjang urusan, sehingga akan segera mungkin pergi dari sana bersama Enza.


Sang mafia yang sudah merencanakan kejutan untuk Juna, seketika membuat listrik di klub malam itu padam.


Satu pertunjukan yang akan membuat sang mantan yang tidak tahu diri, berpikir seribu kali untuk menyakiti Enza.


Suara aneh terdengar jelas, semua kebingungan karena suasana jadi panas.


Bahkan ada beberapa yang pulang karena pesta makin tak nyaman.


Hingga sebuah video Juna bersama tiga gadis, membuat seisi klub heboh.


Berarti ini bukan listrik yang mati, melainkan lampu klub yang sengaja di padamkan.

__ADS_1


"Astaga! apa itu! itukah Juna?" beberapa orang terkejut dengan video yang tak harus dilakukan seroang putra wali kota X itu.


Juna kabur dari klub malam karena merasa malu, sedangkan Arita tidak ingin pisah dari Juna


Dia masih ingin bersama pria yang sudah membuatnya puas setiap malam.


Di luar klub ...


Juna kesal, dia mengumpat sembarang tempat, hingga ia bertemu dengan Ale di depan klub malam.


"Kau sudah puas menyakiti Enza?"


Bug!


Sang mafia menunjukkan taringnya. Dia memukuli sang pria dengan sangat ganas, tetapi tak semudah itu menang, amarah dari Ale, justru membuatnya dalam masalah.


Pukulan demi pukulan dilayangkan dengan sempurna, lalu pembalasan itu benar-benar terjadi.


Keduanya terlihat perkelahian, Sach melumpuhkan Juna dengan satu tindakan.


"Bawa dia ke markas!" pinta Ale.


"Siap bos! laksanakan!"


Kini sang mantan kekasih, akan mendapatkan ganjaran yang sebenarnya karena telah membuat luka di hati Enza.


Ale tersenyum smirk, sebelum semua orang curiga dengan tindakannya, meskipun beberapa orang masa bodoh dengan tindakan sang mafia yang main hakim sendiri.


Ale meminta Sach untuk segera menghidupkan listrik, sebelum semuanya menjadi lebih kacau.

__ADS_1


Sach memberikan kejutan lain, tempat itu tiba-tiba menjadi sampah dengan banyak foto tentang Juna dan tiga gadisnya.


****


__ADS_2