
Sach meminta sang nyonya untuk menyiapkan makanan agar Ale tidak merasa diacuhkan.
Sedari tadi, sang mafia hanya merasakan sakit sekujur tubuhnya lalu terdiam di atas sofa untuk bermain ponsel.
"Nyonya mafia, berperasaan 'lah sedikit karena suamimu sedang sakit. Dia harus mendapatkan banyak perhatian. Berikan dia perhatian. Kasihan."
Sach hanya banyak bicara, membuat sang gadis kesal.
"Kalau kau sangat sayang dengan bosmu, kenapa kau tidak jadi istrinya saja?" sindir Enza.
"Kalau dia seorang gadis, aku akan menjadi kekasih seumur hidupnya, ini bukan persoalan tentang perasaan saja, tetapi cinta kasih yang tak terhingga. Aku memang menghormatinya, mencintainya juga, hanya saja sebagai seorang bos. Kami berdua bersama sejak dulu, namun kami satu jenis, alhasil tidak akan ada cinta diantara kita."
"Hahaha ... berikan cinta kasihmu sebagai seorang wanita saja, kalian berdua sangatlah cocok menjadi pasangan suami istri."
"Nyonya, berikan makanan ini kepada bos, terlalu lama berbicara denganmu nanti otakku jadi sakit."
"Astaga!"
Sach kabur karena akan mendapatkan hukuman dari Enza, anak buah sama via memang sangat senang membuat Enza kesal dan marah-marah.
.
__ADS_1
.
.
Ruang tamu ...
Ale berada di dalam situasi yang tidak baik karena seluruh tubuhnya begitu sakit, sehingga tak bisa melakukan apapun.
Saat berada di situasi yang tidak menguntungkan, tiba-tiba saja sang istri membawa nampan berisi makanan yang akan segera disajikan untuk suaminya.
"Heh, kenapa kok diam saja?" tanya Enza.
"Kau adalah istriku, kenapa bisa mengatakan hal yang tidak sopan? kemarin aku sudah membantumu membalaskan dendam tetapi kau sama sekali tidak tahu terima kasih!"
Sang suami yang seorang mafia itu ternyata begitu perhitungan terhadapnya, meskipun terlihat tak memahami apa yang terjadi, Enza berusaha keras untuk bersikap baik.
"Aku membuatkanmu makanan yang sangat enak, di dalam kulkas ada daging dan beberapa bahan makanan, dulu aku suka masak dan saat ini menunjukkan keahlianku kepadamu. Tolong kau cicipi makanannya sampai aku benar-benar puas dengan penilaianmu."
Sang istri, meletakkan satu persatu mangkok dimsum dan satu mangkok saus yang sangat enak.
Ia membantu suaminya untuk duduk dengan posisi yang lebih tegap, dan sang istri, memberikan sumpit untuk mengambil dimsum satu persatu.
__ADS_1
Tidak terduga sama sekali, ternyata sang suami sangat menyukai makanan itu.
Dalam waktu 5 menit semuanya sudah ludes, Ale meminta segelas air putih tetapi istrinya tidak mengambilkan untuknya.
Terpaksa sang mafia meminta orang lain untuk melakukan.
"Sach! berikan aku segelas air putih!"
"Kau adalah seorang suami dan di depanmu ada seorang istri, kenapa kau tidak menyuruhnya saja?"
Sach berada di fase yang menyebalkan karena ingin sekali mempersatukan dua orang itu, membuat mereka menjadi orang-orang yang tak hanya melihat sesuatu dari satu sisi saja.
Cinta di antara keduanya memang belum muncul secara intens tetapi sebagai pihak pria, Ale sangat terlihat mencintai pihak wanita.
"Ya, aku akan menuruti apapun yang kau katakan karena kau sedang sakit, jangan merasa menjadi orang yang sok berkuasa ya. Aku mengambilkan minuman karena kau sedang sakit, camkan itu semua!"
Sang nyonya mafia, terlihat sangat cantik ketika sedang marah, membuat suami mafia sangatlah senang menggoda Enza.
Semuanya, tidak bisa seketika menjadi satu sehingga Sach, bersemangat untuk menyatukan keduanya.
*****
__ADS_1