Wanita Gila Tuan Ale

Wanita Gila Tuan Ale
Jeda sebelum bertempur


__ADS_3

DI ruang tamu, Ale sedang mode serius, sebab dua hari lagi, akan terjadi sebuah kesepakatan mengenai wilayah musuh yang sudah ia kuasai.


Selepas Romer tiada, Ale mendapatkan banyak keuntungan, tetapi tidak sepenuhnya bersama dalam satu naungan.


Bekas anggota Romer ada yang tidak menerima jika Ale akan menjadi bos mereka lagi, anggota itu lebih memilih independen.


"Aku masih memikirkan hal ini juga, astaga!" ucap Ale.


Sang mafia menelepon Sach yang sedang berada di luar kota untuk urusan.


Namun, panggilan telepon lain, membuat Ale dalam masalah.


"Raina?" ucap sang pria dengan rasa cemas.


Gadis itu kembali menghubunginya, bahkan mengiriminya pesan.


"Ale, aku akan kembali. Cinta yang kau janjikan pasti akan kau tepati bukan?"


Tulisan ini sangat menyebalkan, Ale langsung menghapusnya.


Namun, satu kesalahan baginya, Raina, tiba-tiba sudah ada di sana, membuka pintu utama dengan sangat bangga.


"Sayang?"


"Kau!"


Raina langsung diminta pergi, sedangkan Ale tidak bisa berkutik sebab tubuhnya langsung mendapatkan pelukan.


Enza yang ingin meminta pendapat tentang masakannya, shock ketika melihat situasi yang tidak terduga ini.


"Siapa kau?" tanya Enza.


Ale melepaskan pelukan itu, namun Raina terlalu banyak bicara.


"Kau istrinya? bukannya kau adalah pembantunya?"

__ADS_1


Raina sangat menghina hubungan dua orang itu. Cintanya terlalu bahagia untuk diberikan kepada Enza.


"Ale, silahkan makan. Aku sudah menyiapkannya untukmu."


Cinta yang diberikan kepada Enza, sangatlah besar, ini membuat Raina iri.


"Aku juga berhak atasnya."


"Jika kau berani, ambil saja."


Enza masa bodoh dengan semua tindakan dari Raina.


Wanita itu sama sekali tidak tahu malu, datang langsung memberikan satu pelukan tidak berguna.


Raina menjadi penganggu dan Enza mengusirnya.


Enza menjadi lebih dewasa dalam kehidupan.


Rasanya sangat senang dan tidak memiliki satu hal yang membuat cinta ini hilang.


.


.


.


Setelah Raina di berikan kepada anak buah Ale untuk dikembalikan ke negera asalnya, kini dua orang itu mendapatkan kebahagiaan yang tidak terkira banyaknya.


Enza, dia mengatakan cintanya lewat makanan.


"Aku tidak membiarkan cintamu dalam kabut. Raina hanya sandungan kecil. Aku sangat sadar jika cinta yang kau dapatkan merupakan kisah tak sampai. Aku minta maaf selama ini karena baru sadar jika kau hanya memilihku seorang."


"Oke."


Jawaban Ale sangat menyebalkan.

__ADS_1


"Kenapa hanya oke."


"Lantas? aku akan memberikan satu kebahagiaan yang tidak akan kau dapatkan sebelumnya."


"Apa itu?"


"Memiliki anak, aku hamil."


Ale menatap tajam ke arah sang istri. Dia tidak menyangka jika kebahagiaan ini akan segera datang.


Sang mafia berdiri dan langsung memeluk tubuh suaminya.


Cinta itu menjadi lebih dekat lagi,


Kesempatan yang tidak akan datang dua lagi.


Tuhan memberikan restunya kepada Ale dan istrinya.


"Aku senang dengan anak yang akan menjadi kebahagiaan kita. Terima kasih sayang."


"Iya, aku juga berterima kasih sebab apa yang sudah kau berikan kepadaku tidak terkira banyaknya."


"Sama, aku pun sangat senang dengan semua cinta yang aku dapatkan."


Ale membiarkan sang istri duduk manis di meja makan.


Dia terus menggenggam tangan Enza dengan erat.


Sarapan yang luar biasa, hidangan yang sangat enak dan satu benih tumbuh dengan penuh kebahagiaan.


"Sayang, aku harap jika kau akan melahirkan bayi perempuan."


"Ha? kau ingin bayi perempuan?"


"Iya. Aku suka dengan pita dan jepit rambut, sangat lucu."

__ADS_1


*****


__ADS_2