
Kehamilan anak pertama Enza dan Ale, begitu menguras tenaga, karena banyak hal yang ingin dilakukan oleh Enza.
Kadang semuanya tidak masuk akal.
Seperti hari ini, Enza sangat senang makan buat tomat. Lalu segera pindah haluan jadi apel, lalu mangga.
Semua buah hanya dibeli dan di cicipi.
Ale sampai geleng-geleng kepala melihat semua ini.
"Sayang, aku tahu kau kesal padaku, tapi setidaknya, berikan aku waktu untuk bernafas," ujar Ale.
Dia baru saja turun dari mobil, membeli satu box apel, boxnya agak sedang dengan masing-masing 5 buah apel, mangga dan tomat.
"Aku beli yang paling terbaik. Namun, kau hanya mencicipi dan usai, penat aku," jelas sang pria kesal.
Rasanya seperti tak mau memiliki istri.
"Oh, jadi kau tidak mau mengikuti apa yang aku inginkan? Okelah. Kau adalah orang paling menyebalkan di seluruh dunia, awas saja kau!"
Enza merasa kesal juga, dia masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.
Cinta yang mungkin sangat besar, setidaknya bisa membuat semuanya baik.
Hanya, saat orang dalam cinta yang tidak terduga, membuat segalanya menjadi kisruh.
Seperti saat ini, istri bos mafia ngidam.
Ale tidak akan membiarkan semuanya menjadi kesusahan, sang pria berusaha untuk mendapatkan maaf dari Enza.
"Sayang, apa kau tidak mau buah yang lain?" rayu Ale.
__ADS_1
Enza tak menggubris apapun yang dikatakan oleh suaminya, buah apa yang dimaksud juga tidak paham.
"Maafkan aku sayang? rasanya begitu bosan, tapi aku merasa bahwa semua hal akan segera usai, aku memberikan cinta paling banyak padamu."
Ale salah bicara, dia masih belum paham, jika orang-orang memang acuh, tapi dia harus fokus.
Cinta yang banyak untuk Enza, memang harus diberikan secara utuh, tanpa embel-embel apapun.
"Berikan aku buah anggur warna kuning!" teriak Enza.
"Mana ada sayang?"
"Ada, Carikan!"
Sang mafia, benar-benar harus bersabar, baru mau cari buah anggur kuning, tapi Enza kembali berteriak.
Dia ingin tidur, lalu suaminya harus masak steak.
Nanti bangun tidur, Enza akan makan steak itu.
.
.
.
Satu minggu kemudian, sang mafia menjadi seperti mayat hidup, sehari hanya tidur satu jam saja, selebihnya menunggu istri yang tak mau jauh-jauh.
Meski hanya menunggu, tapi ada saja tingkah si Enza.
Kali ini, Enza tidak suka bau badan Ale.
__ADS_1
Ale bahkan mandi 5x selama enam hari itu.
Sampai di mana, sang istri terlihat lebih normal di hari ke 7.
"Sayang, aku merasa bersalah padamu, maaf ya? ini adalah anak kita yang mau. Aku sebenarnya biasa saja, tapi efek tak dituruti, nantinya akan menjadi banyak masalah."
Ale menatap wajah istrinya, dia melihat ada ketulusan di sana, sebuah rasa cinta yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
"Iya, aku paham. Cintaku juga tidak akan mudah pergi begitu saja, rasa cinta yang masih ada sampai kapanpun!"
Keduanya saling berpelukan, memberikan kasih sayang.
"Hm, sayang. Kau tidak marah kan, kalau aku minta satu kali lagi."
"Minta apa ya?"
"Kita main yuk?"
"Main apa?"
"Ya itu, yang itu!"
"Jangan sekarang, aku lelah baby."
Seketika Enza cemberut, dia tak mau tahu.
Suami harus segera menuruti ucapannya.
"Ya, ayo kita lakukan!"
"Hore!"
__ADS_1
Bumil yang agak lain, membuat Ale harus extra sabar dan harus full energi untuk menjaga dan memberikan yang terbaik untuk Enza.
*****