Wanita Gila Tuan Ale

Wanita Gila Tuan Ale
Romer buat ulah


__ADS_3

Seorang Romer, coba untuk mendapatkan informasi yang paling valid, karena cintanya kepada Enza.


Meski baru pertama kali bertemu, dia merasa cintanya sangat luar biasa.


"Kau tidak pernah mengerti bagaimana rasanya mencintai seseorang."


Romer mendekati Juna dan menatapnya erat.


"Apa tujuanmu melakukan ini semua?" tanya Juna dengan rasa bahagia.


"Aku ingin menjadi kekasih Enza. Kau paham?"


Enza telah membuat Romer mabuk kepayang, cinta yang sangat luar biasa untuknya, telah terlihat nyata tanpa ada pembatas lagi.


"Dia bukan kekasihku lagi, aku tidak peduli dengannya."


Tatapan mata Romer, terlihat sangat menyeramkan karena selama ini begitu ingin bersama gadis yang ia sukai.


Namun, selalu saja, gadis yang ia inginkan bersama dengan Ale.


"Kau harus peduli lagi, kau akan mendapatkan kekuasaan ketika mau bekerjasama denganku, bagaimana?' cetus Romer.


Rasanya sangat bahagia, sang Romer, tidak akan merasa kehilangan lagi setelah ini.


"Tuan, meski kau memberikan dunia dan seisinya, aku tidak akan bergeming apapun. Semuanya adalah milikmu, aku tidak bisa membantumu."


"Haha, kenapa tidak bisa? kau akan mendapatkan segalanya. Rasa cinta dan kasih dariku, kalau kau masih saja bersikeras, aku akan menjadikan hidupmu hancur!"


Romer meminta anak buah untuk mengguyur satu ember air es kepada Juna.


Semua itu membuat Juna menggigil kedinginan.

__ADS_1


Juna belum mengikuti apa yang diinginkan oleh Romer.


Dia masih sangat ingin membangkang.


"Kau masih ingin menjadi pembangkang?"


"Tuan, maaf kan aku. Tapi aku ingin hidup."


Suaranya terdengar seperti barisan gigi yang bertempur. Dia kedinginan, entah bagaimana rasanya luka yang di siram air es, pasti sangat perih dan tidak tertahan rasa dinginnya.


"Jika ingin hidup, bantu aku. Kau dekati dia, berikan Enza kepadaku."


Romer masih terus memaksa, dia malas terlalu lama berurusan dengan Juna.


Hingga ancaman lain muncul, Juna nyalinya langsung menciut.


"Aku akan mengikuti apapun yang kau katakan, tetapi berikan aku kebebasan."


Juna sama sekali tidak ingin merasa dirinya lemah, dia juga memiliki satu rencana yang tak kalah heboh.


"Maaf tuan Romer!"


Juna pasrah untuk pertama kali, dia akan memikirkannya lagi nanti, semua rencana yang tak kalah jahat.


.


.


.


Villa tuan Ale ...

__ADS_1


Waktu sudah malam, bahkan tengah malam. Ale masih merasa kesakitan, jadi Enza menjaga sang tuan sekaligus istrinya itu.


"Kau mau minum?" tanya Enza yang satu ranjang dengan suami.


"Aku ingin bersamamu saja," goda Ale.


"Cih, lelaki itu sama saja ya, penuh dengan gombal. Kau sama saja dengan Juna dan semua orang yang suka janji-janji palsu, serta perasaan palsu."


"Aku malas denganmu, kau tidurlah."


"Ceritakan lukamu, aku akan membantumu sembuh."


"Aku ingin balas dendam."


"Iya, sudah aku balas semua dendammu, kurang apa lagi?"


"Kau yang balas dendam, bukan aku."


"Mau mu apa?"


"Mendekati Juna, dan aku akan meninggalkannya disaat cintanya datang lagi."


"Kau mengabaikan perasaanku?"


"Oh, maaf. Aku hanya bercanda."


Sang gadis justru keceplosan, dia hampir ketahuan jika hanya memanfaatkan Ale semata.


Dia lebih baik tidur, Enza segera merebahkan tubuh sang gadis di atas ranjang dengan rasa was-was, sebab biasanya laki-laki tangannya tidak bisa diam.


Meski begitu, dia akan menepisnya, dia belum sepenuhnya suka dengan Ale.

__ADS_1


Jangan sampai ada benih diantara keduanya, bisa runyam urusan.


*****


__ADS_2