
Sang gadis masuk ke dalam mobil dengan suka cita, sebab selama ini dia merasa terkekang dengan semua perkataan dari sang mafia.
Hanya saja, setelah mendapatkan angin segar tentang pembalasan dendamnya terhadap mantan yang telah mencapai hatinya, dia menjadi lebih bersemangat untuk menikah.
Dia masuk ke dalam mobil sang mafia tanpa perlu banyak rayuan lagi.
"Aku bisa membuatmu tersenyum ya?" ledek Ale.
"Kalau kau mengatakan semua itu dari awal pasti aku akan setuju menikah denganmu! kau terlalu basa-basi!"
Sang gadis, terlihat sangat cantik ketika tersenyum manis.
Ale semakin jatuh cinta kepada Enza.
Sang mafia meminta agar istirahat menggunakan satu pengamanan gas pol menuju gereja tempat keduanya akan melangsungkan pernikahan.
.
.
.
Sepanjang perjalanan menuju gereja, sang gadis terus saja bercerita mengenai mantan kekasihku.
__ADS_1
Dia sangat kesal dengan semua hal yang telah dilakukan oleh Juna, mantan kekasih yang telah melukai hatinya begitu dalam.
"Tuan, bagaimana bisa kau tahu rasanya sakit hati sebelum mengalami patah hati? aku pernah merasakannya meskipun sudah lama, aku patah hati karena orang yang sangat aku cintai harus bersama orang lain. Setelah itu, seorang pria datang ke dalam kehidupan kuda dia memberikan harapan tentang sebuah kehidupan yang lebih baik tetapi pada akhirnya sama saja. Pria itu, tidak akan pernah membuatku bahagia."
"Oh, siapa nama mantan kekasihmu yang telah menyakiti hatimu dan mencampakkan dirimu?"
Pertanyaan sang mafia, sangatlah singkat tetapi begitu menusuk ke dalam jantungnya.
Bagaimana bisa seorang pria yang mengaku mencintainya justru mengatakan hal yang membuatnya marah.
"Heh? kenapa kau begitu jahat padaku? hidupku sangat sulit dengan semua hutang dan kekasih yang pergi. Aku hidup sendirian di kota ini dan kau mengatakan hal yang sangat menyakitkan! kau seperti aktor mafia yang ada di film!"
Enza merasa sedih dengan apa yang dikatakan oleh Ale, hanya saja dia menahan diri untuk memarahi calon suaminya.
Pada intinya hubungan antara dirinya dan sang mafia, bukanlah hubungan serius yang harus dijaga.
"Ya, aku minta maaf padamu karena telah lancang mengatakannya. Aku hanya berusaha jujur tapi kau justru mengira aku mengatakan hal yang tidak benar."
Ale hanya diam setelah itu dan fokus terhadap jalan raya yang sangat ramai.
Enza juga demikian, dia tidak akan melakukan apapun selain marah dan marah jadi hanya bisa diam untuk meredakan semua kemarahannya.
.
__ADS_1
.
.
Gereja megah ...
Mobil sang mafia, kini telah berada di depan sebuah gereja mewah yang sudah disiapkan oleh Ale, dia sangat puas dengan kemewahan dosa itu sehingga tersenyum gembira meskipun hatinya sedikit bingung.
Dia melihat wajah Enza sangat sedih.
Perlahan tapi pasti, Enza dan sang mafia, keluar dari waktu itu kemudian berjalan menuju Gereja yang masih berjarak 5 meter dari posisi mobilnya yang sudah terparkir.
Pasangan pengantin itu disambut dengan kebahagiaan oleh semua anak buah Ale, Enza tidak tahu menahu mengenai apapun, pasang gadis tidak akan melakukan kesalahan dengan kabur begitu saja ketika menikah.
"Aku tidak menyangka jika orang-orang bisa memiliki tubuh sebesar itu, otot yang sangat kuat dan aku bisa hancur saat bersalaman dengannya! sekali lagi aku berharap, Tuhan akan menjadikanku gadis yang kuat," batin Enza.
Dia berpura-pura dengan semuanya agar bisa selamat dari pasukan Ale yang cukup banyak di sana.
Tak menunggu waktu lama, Ale dan Enza masuk ke dalam gereja lalu mendapatkan penyambutan yang lebih.
Dia berjalan menuju altar pernikahan dan melakukan ritual sakral pernikahan.
Keduanya berdiri di depan seorang pendeta, lalu mengikrarkan saja di pernikahan.
__ADS_1
Ketika semua prosesi sakral itu telah usai, kini Enza telah menjadi istri sah tuan mafia.
***