
Beberapa menit kemudian, sang mafia telah sampai di depan rumah adiknya.
Dia sengaja tidak melakukan hal yang biasanya sering ia lakukan yaitu memanggil nama adiknya.
Hanya saja Ale terlalu kesal dengan apa yang dilakukan oleh Romer, alhasil tanpa sepengetahuan Sach, dia masuk ke dalam rumah dan mencari adik tercinta.
.
.
.
Kamar Romer ...
Dia membuka pintu itu dan melihat sang adik telah melakukan hal yang tidak baik terhadap istrinya, padahal sang istri masih dalam keadaan tidak sadar.
"Kau memang adik tidak tahu diri!"
"Ya, memang aku tidak tahu diri. Dia adalah bagianku, kenapa kau juga ingin? kalau bisa, kita bagi berdua aja bagaimana?"
Romer mengatakan hal yang tidak semestinya, alhasil mendapatkan satu pukulan, bahkan berkali-kali pukulan.
Sach yang menyadari sang bos datang, segera menyelamatkan istri sang mafia.
"Kau sudah membuat kesalahan besar dengan cara menculik istriku!" teriak Ale.
Kali ini, Ale akan melakukan hal yang lebih menyakitkan lagi seperti menghabisi Romer.
Dia benar-benar melakukannya tetapi membiarkan sang adik tetap hidup. Hanya saja, dia memberikan satu tanda pada Romer.
"Jangan pernah melakukan ini lagi, aku tidak segan-segan untuk menghancurkan hidupmu!"
"Aku sudah melakukannya bersama dengan istrimu!"
__ADS_1
"Aku tidak memikirkannya, kau akan habis dalam waktu beberapa jam!"
Romer sudah keterlaluan, dia telah melakukan banyak hal yang membuat Ale akan meledak setelah ini, tetapi Enza, tiba-tiba bangun, dia mulai membuka mata dan melihat wajah suaminya.
"Aku baik-baik saja."
Sang gadis berada di dalam kebahagiaan, dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan hal yang membahagiakan.
"Cinta ini, kau akan yang mendapatkannya, utuh."
"Baik."
Sang pria sangat senang, karena selama ini berusaha keras untuk memiliki Enza, dan kini bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, rasanya tak terkira rasa bahagia ini.
.
.
.
Cinta yang selama ini akan bersama dalam kebahagiaan.
"Ale, kau bisa melakukan sesuatu untukku?" tanya Enza dengan suara lembut.
"Iya, aku bisa melakukan," jawab Enza.
"Aku tak tahu apa yang aku rasakan, tetapi aku sudah jatuh cinta kepadamu. Kau paham kan?"
"Ya. Aku tahu dan aku paham."
Ale dan Enza, berada dalam satu kondisi yang menyenangkan, cinta satu sama lain terlihat begitu nyata.
Sach melihat semua ini dengan kebahagiaan yang luar biasa.
__ADS_1
Romer, sedikit lagi akan menemui akhir hidupnya, semua akhir yang tidak akan mendapatkan cinta dari Enza.
.
.
.
Satu minggu berlalu ...
Enza dan Ale, memiliki satu kesepakatan yang akan membuat keduanya dalam satu rumah tangga tak terpisahkan.
Romer telah tiada, kini giliran dua insan mendapatkan kebahagiaan.
Hanya saja dua hari lagi pasti akan ada banyak bahaya.
Informasi mengenai kehancuran Romer dan gengnya sudah banyak orang yang tahu.
Ale harus lebih waspada.
"Sayang, kau ingin makan apa?" tanya Enza.
Dia menjadi lebih manis akhir-akhir ini.
"Iya, aku merasa sangat senang dan bahagia. Aku memahami semua cintamu, aku ingin makan apapun, terserah."
Ale memberikan keputusan kepada Enza untuk mendapatkan makanan yang enak sesuai selera.
Enza lalu berjalan ke arah dapur, dia segera memasak makanan terbaik bagi suami yang telah membuatnya selamat dalam tawanan kisah Romer yang penuh drama.
"Aku sangat bahagia Tuhan, terima kasih atas semua cinta ini. Ale ternyata sangat memikirkan perasaanku!" batin Enza.
*****
__ADS_1