Wanita Gila Tuan Ale

Wanita Gila Tuan Ale
Melupakan sejenak semuanya


__ADS_3

Pagi harinya ...


Ale sudah bangun lebih dulu, sedangkan sang gadis, masih terlelap tidur.


Badannya yang kekar, terlihat jelas dari pantulan cahaya pagi yang terang.


"Selamat pagi sayang," ucap Ale.


Sang gadis baru saja membuka mata dan menguap, rasanya masih sangat mengantuk, tetapi pada akhirnya dia merasa aneh dengan tubuhnya.


"Kau apakan aku tuan?" teriak Enza.


Dia merasa mendapatkan kecurangan, selama ini tidak ada orang yang berani melakukan ini padanya.


Bekas merah yang terlihat jelas, mampu membuat sang istri merasa kesal.


"Kau melakukannya?" tanya sang gadis.


Raut wajahnya seperti orang yang akan mengamuk, namun sang suami mampu meredakannya.


Ale berjalan ke arah sang istri yang masih diatas ranjang, jarak jendela dengan ranjang, hanya tiga meter saja.


Alhasil, mudah untuk Ale mencapainya.


"Kau bisa bersama dengan siapapun yang aku mau, jadi kau tidak perlu merasa sok cantik."


Ale ingin sekali tertawa ketika mengatakan itu semua, sebab selama ini, ia merasa jika cintanya sangat minim untuk para gadis. Ini pertama kalinya Ale merasakan perasaan full bahagia.

__ADS_1


"Heh, apa yang kau lakukan padaku! jawab!"


Sang gadis, masih malas dengan Ale. Dia ingin hal yang pasti dari suaminya itu.


"Aku hanya memberikan bekas yang tidak terlalu banyak, sebab aku tahu jika kau adalah orang yang sangat peka dan cepat bangun ketika ada sentuhan aneh hadir di tubuhmu. Namun tadi malam sepertinya kau sangat menginginkannya."


Ale terus saja memprovokasi sang istri untuk marah.


Jujur saja, ketika marah, membuat seorang Enza makin cantik.


"Aku tidak peduli!"


Sang gadis beranjak dari tempat tidurnya. Lalu berlari menuju kamar mandi, dia merasa begitu aneh dengan perasaan ini.


Di dalam mimpi, dia bersama Juna, tetapi kenyataannya ada pria lain.


Malunya sangat tidak karuan.


Kamar mandi ...


Sang gadis mengurung diri di kamar mandi, perasaannya kalau. Dia benar-benar takut mengandung benih mafia menyebalkan itu.


"Astaga, kenapa aku merasa kasihan dengannya? aku jadi ceroboh kan!" batin sang gadis dengan segala rasa kesalnya.


Ia sudah ada di sana hanya satu hari, menjadi istri juga hanya dua hari, namun yang ia rasakan sangatlah tidak terkira.


Ini semua karena kesalahannya menerima pinangan sang mafia, padahal ia tidak ingin.

__ADS_1


Cintanya yang sangat besar, begitu luar biasa kepada Juna dan membuat semuanya sangat tidak kondusif.


Di saat situasi menjadi makin rumit, dia ingin segera mengakhirinya.


Sang gadis keluar dari kamar mandi, tidak disangka, ada suami menghadang di depan pintu.


"Aku mau cerai," ucap Enza.


"Kau tidak bisa cerai dariku," jawab Ale dengan suara yang tegas."


"Untuk apa pernikahan ini? kau juga memahami jika kita akan berpisah setelah ini. Kau akan mendapatkan gadis lain yang bisa memberikanmu kebahagiaan. Kau pahamkan maksudku?"


"Aku tidak suka gadis lain, aku hanya suka dirimu."


"Aku masih belum move on!"


"Aku akan menunggumu, lupakan semuanya untuk sementara waktu. Berikan satu minggu untukku. Setelah semuanya usai, kau boleh meminta perpisahan."


Sang pria memeluk erat sang istri, rasanya sulit melepaskan, tetapi cinta ini sangatlah besar.


Ale akan mencari cara terbaik untuk bersama dengan si gadis, dia berusaha keras, selalu berusaha mendapatkan kasih sayang dan simpati Enza.


"Kau benar kan mau menceraikanku?"


"Iya, beri aku satu minggu, lihat aku di saat itu, putuskan semuanya. Kau yang berhak memilih."


*****

__ADS_1


__ADS_2