
"Ada apa?"
"Tidak ada."
Sang mafia merasa senang karena istrinya tidak bisa melakukan apapun selain tunduk kepadanya.
Setelah pernikahan ini, Ale akan mendapatkan kebahagiaan.
"Sayang, aku memiliki kejutan untukmu. Rumah ini, aku hadiahkan untukmu. Oh ya, apakah kau ingin tahu kabar mantan kekasihmu itu?"
Tatapan mata sang suami sangatlah tajam ketika membicarakan mantan kekasih Enza.
Suatu hal yang seharusnya tidak ia bahas.
"Hm, bukannya kau tidak suka dengan mantan kekasihku?" celetuk Enza.
Matanya marah sekali menatap sang suami karena selama ini ia tidak pernah mendapatkan hal buruk, keburukan hanya saat bertemu dengan Ale.
"Iya, aku memang tidak menyukainya tetapi dengan membantumu kau pasti akan mencintai."
"Haha, kenapa kau sangat percaya diri dengan semua keyakinanmu?"
"Ya, aku memang seperti ini dan tidak akan pernah berubah sehingga kau harus mengikuti apapun yang akan aku katakan kepadamu, mulai malam ini tidurlah di kamar khusus. Kita akan bercocok tanam setiap hari!"
"Menanam sayur?"
__ADS_1
"Tanam benih di rahim."
"Astaga!"
Semua anak buah yang ada di sekitar sama via tertawa lepas karena mendengar perkataannya yang kadang tidak masuk akal.
"Diam! aku tidak membutuhkan mulut kalian semua untuk mengeluarkan tawa yang sangat menyebalkan, pergilah dari sini karena aku sudah bisa mengontrol istriku sendiri!"
"Siap bos!'
Enza tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.
Selama ini, dia ingin bersama dengan mantan kekasihnya tetapi takdir selalu membelokkannya kepada hal-hal yang buruk.
"Iya, akan tetapi kau harus mengikuti apapun yang aku katakan!"
"Baiklah! aku tidak akan melawan dan selalu bersamamu ketika kau membutuhkan aku!"
"Baiklah!"
Sang gadis, memiliki rencana yang sangat jitu yaitu memanfaatkan kebaikan suaminya untuk mendapatkan kembali mantan kekasih yang sebenarnya sudah ia benci hanya saja kita itu tidak pernah hilang dari otak dan hatinya.
Dia tidak ingin balas dendam sepenuhnya karena masih ada perasaan yang menggantung kepada Juna.
.
__ADS_1
.
.
Ruang tamu ...
Setelah mengatakan banyak hal yang tidak penting di depan rumah, kini saatnya keduanya duduk bersama di ruang tamu.
Ale ingin mengatakan banyak hal mengenai kehidupannya selama ini sehingga sang istri bisa memahami kesehariannya tanpa perlu mengeluh.
"Aku tinggal dengan banyak orang di sini, kau adalah ratu di dalam rumah ini dan kau tidak perlu melakukan apapun selain menemaniku di atas ranjang."
"Kau terlalu sadis terhadapku karena semua wanita pasti akan bekerja dengan baik setelah memiliki bos yang ramah tetapi kau bukannya ramah, justru menyiksaku tiada henti!"
"Haha, apakah penting semua itu? aku sama sekali tidak ingin kau bersamaku dalam waktu singkat. Kau padahal cintaku yang sangat aku inginkan selama ini tetapi sejak awal kau selalu menolak! sentuhanmu memang membuatku tiada berdaya sehingga aku tidak bisa lepas darimu."
"Cih, kau adalah seorang bos mafia dan memiliki banyak kekasih, bagaimana bisa memiliki perasaan yang tulus terhadapku! aku sama sekali tidak mempercayai apapun yang kau katakan!"
Obrolan di ruang tamu begitu intens dan terlihat penuh dengan api sehingga sang suami segera meredamnya.
"Nanti malam, kita datang ke acara ulang tahun mantan kekasihmu!"
Sang suami tersenyum smirk karena memiliki banyak hal yang tidak diketahui oleh orang lain, hari ulang tahun Juna adalah hari ini dan nanti malam merupakan pesta terbaik di klub malam langganannya.
*****
__ADS_1