Wanita Gila Tuan Ale

Wanita Gila Tuan Ale
Romer ancaman?


__ADS_3

Sach tidak setuju dengan apapun yang dikatakan oleh bosnya karena Romer, tidak akan pernah mendengarkan perkataan sang bos.


Padahal, selain masih saudara, sebelum benar-benar menjadi seorang bos besar, dia merupakan anak buah dari Ale.


Selama ini, Ale mencoba untuk menghubungi Romer, tetapi kenyataannya tidak semudah itu.


Romer, terlalu fokus dengan kehidupannya dan lupa akan masa lalunya bersama sang kakak.


"Bos, Romer memang adikmu tetapi dia hanya adik angkat, dia tidak pantas melakukan banyak hal yang sekiranya membuatmu tersinggung. Selama ini, aku menyadari bahwa Romer ancaman terberat untuk geng kita!"


Sach mengatakan kebenaran yang nyata karena dia pernah mengalami satu hal yang mampu menjadikannya percaya bahwa Romer memiliki misi yang berbeda dari sebelumnya.


Bahkan semua keanehan itu mudah ditebak secara kasat mata.


"Sach, aku bukan pria yang tidak bisa diatur dan selalu mengedepankan ego, dia memiliki sebuah penyakit yang langka dan tidak boleh kita memberikan respon yang terlalu banyak, dia akan tiada berapa tahun lagi. Makanya, aku ingin mengatakannya dengan berhati-hati. Hm, entahlah apa yang harus aku lakukan! jika berhubungan dengan anggota keluarga aku selalu kalah."


"Bos, ambil sikap tegas dan biarkan saja dia hidup seperti itu. Dia sudah mendapatkan banyak bantuan darimu dan tidak tahu diri."


"Ya, aku akan memikirkannya setelah bulan madu."


Sang anak buah, merasa senang karena bosnya mendengarkan apa yang dia katakan.


.


.


.


Tempat indah yang di tuju ...


Mobil sang bos, sudah berada di depan sebuah villa yang sangat indah.


Waktu tempuh untuk sampai ke tempat itu, sangatlah lama dan jauh.

__ADS_1


Sehingga sampai petang, baru menemukan tempat yang dimaksud.


"Aku lupa jalannya karena kau banyak bicara tuan," ucap Sach.


"Jangan banyak bicara karena aku malas!"


"Haha, oke."


Sach keluar dari mobil dan mengambil koper yang sudah disiapkan oleh sang bos di dalam bagasi mobil.


Sedangkan Ale, saat antusias hingga lupa bahwa ada istrinya di samping tempat duduknya.


"Astaga, apakah dia masih hidup? kau memang benar-benar tidak mau hidup? sudah lama sekali dia tidur tetapi tidak bangun!"


Sang bos, ingin membangunkan istrinya.


Namun, caranya sangat unik, sehingga membuat Enza semakin tidak tahu bagaimana mengendalikan cinta suaminya.


"Hoam, aku lelah! tolong hentikan, aku malas melakukan semua ini dan terlalu banyak marah-marah membuatku semakin keriput."


Rasanya begitu luar biasa, cinta yang diberikan Ale pada Enza, memang tidak ada batasnya.


Ale tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama di luar villa, dia menggendong tubuh istrinya dan mendapatkan perlawanan.


"Heh, kenapa kau selalu melakukan hal yang sesuai dengan keinginanmu padahal orang lain memiliki keinginan yang lain? aku sangat membencimu suami tidak tahu aturan!"


Sang istri meminta Ale untuk menurunkan tubuhnya dan tidak menggendongnya untuk sekian kali.


Namun, namanya Ale, dia tidak akan mengabulkan permintaan siapapun selain karena dia ingin.


"Kau tidak bisa turun sebelum aku memberikan izin!"


"Astaga, orang ini!"

__ADS_1


.


.


.


Kamar mewah ...


Sang suami menggendong istrinya sampai masuk ke dalam kamar mewah.


Rasanya seperti pengantin baru.


"Wah, suasananya sangat mendukung untuk memiliki banyak anak," ledek Ale.


"Haha, apanya yang mendukung? awas saja jika kau melanggar semua kesepakatan kita!"


Sang suami, tak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh istrinya.


Dia langsung to the point pada intinya saja.


Hingga suara ketukan pintu menghentikan semua kegiatan yang harusnya berlangsung begitu panas.


"Siapa?"


"Sach, tuan! ada tuan Romer di luar."


Sang suami, merasa aneh dengan kedatangan Romer, padahal selama ini adik angkatnya tidak suka villa itu.


Villa yang dijadikan tempat perbulan madu merupakan tempat tinggal Romer, selama 2 tahun belakangan ini hanya kosong tak berpenghuni, padahal pemandangan di sekitar villa bagus dan terlihat view pegunungan yang sangat memukau.


"Romer? siapa dia?"


Sang istri sangat ingin tahu mengenai pria yang bernama Romer, tetapi Enza tak mengatakan apapun, dia segera keluar dari kamar meninggalkan istrinya.

__ADS_1


*****


__ADS_2