Wanita Gila Tuan Ale

Wanita Gila Tuan Ale
Di temukan Romer


__ADS_3

Sang gadis merasa kesal karena hidupnya sama sekali tidak ada gunanya.


Keberadaan di villa yang merupakan tempat berbulan madu, tidak akan menebus semua sakit hatinya karena telah terjebak dalam hubungan suami istri yang tidak diinginkan.


"Nyonya, aku tidak ingin kau pergi dari sini karena di luar sana pasti banyak yang mengintaimu. Aku sangat cemas atas keselamatan dirimu."


Sach mencoba mencegah kepergian nyonya mafia. Namun, sang gadis terlalu lincah untuk kabur, hingga kedatangan tamu tak diundang membuat kericuhan semakin menjadi.


Romer datang tiba-tiba membawa mobil dan meminta nyonya mafia masuk ke dalam.


Sach sudah melarang istri sang mafia untuk ikut bersama Romer, hanya saja Romer terlalu percaya diri dan langsung memberikan tanggapan yang cukup menimbulkan keributan.


"Jika kakakku tidak bisa menjagamu, aku akan menjaga kau dengan baik."


"Aku adalah wakil dari bos, kau dengarkan suamimu karena Romer bukanlah orang yang baik."


"Aku tidak peduli apapun tentang siapapun, aku hanya ingin menenangkan diri."


Enza merasa ada yang salah dengan dirinya Karena seharusnya memiliki perasaan yang benci terhadap suami, tetapi ketika sang Suami pergi begitu saja rasanya sangat sakit bahkan harus 7 hari lamanya menunggu.


Enza berada di dalam titik yang sangat jauh dari kebanyakan orang, dia menikah di dalam kondisi yang tidak ia inginkan sebelumnya.


Hingga cinta yang datang pun mungkin seperti semu.


Enza tidak tahu lagi harus bagaimana dan menuruti apa yang dikatakan oleh Romer.

__ADS_1


Sach tetap mengikuti mobil yang dibawa oleh adik angkat dari bosnya.


"Aku tidak yakin jika Romer akan membawa istri dari bos ke tempat yang lebih baik selain memberikan keburukan."


.


.


.


Di dalam mobil Romer ...


"Kau mau membawamu ke mana?" ucap Enza.


"Aku akan mempertemukanmu dengan mantan kekasihmu yang sangat kau cintai, kau ingin balas dendam dengannya kan?"


"Nah, ini adalah saatnya untuk kau melakukan pembalasan dendam."


"Aku tidak ingin balas dendam seperti yang kau inginkan, karena balasan dendam sesuai dengan keinginanku bukanlah menyakitinya tetapi mencintainya lalu menghempaskan dan menghancurkannya," batin Enza.


Sang gadis tidak menjawab apapun, karena selama ini yang ia inginkan hidup tenang dan bahagia, bukan menjadi rebutan pihak manapun.


"Enza, apa kau mendengarkan apa yang aku katakan?"


"Tidak, aku merasa hidup ini jadi lebih baik."

__ADS_1


"Makanya, aku ingin menikah denganmu."


"Apa kau masih waras?"


"Iya, aku sangat waras dengan cinta yang luar biasa."


"Aku sudah menikah, apa kau lupa dengan semua itu?"


Sang gadis mencoba untuk mengingatkan Romer, dia adalah istri dari kakak angkatnya.


Namun, Romer sama sekali tidak melakukan hal yang seharusnya ia lakukan sebagai seorang adik.


Romer sangat ingin menjadi pasangan yang sempurna untuk Enza, tapi cintanya yang terlalu besar justru akan menyakiti Enza.


"Kau harus mengikuti apapun yang aku lakukan karena selama ini, kau adalah pertama kali yang mampu membuatku jatuh cinta."


Tatapan mata itu begitu mengarah kepada Enza, tatapan seperti memantul dari kaca tengah mobil menuju pupil mata Enza.


Namun sang gadis membuang muka, rasanya tak nyaman dengan sorot mata tak biasa dari Romer.


"Kau mau apa dengan seperti itu?" ucap Enza.


Dia sedikit gerah, perasaannya justru terpaku pada Ale.


Ale merupakan cinta sejati, tapi hanya saja masih ambigu.

__ADS_1


Enza malas, tapi hanya Ale yang ada di batinnya.


*****


__ADS_2