
Setelah sudah menjelaskan panjang lebar mengenai tiga tipe kekuatan sihir yang ada di dunia iblis, Hans dan Belzuse pun akhirnya mulai mengajarkan Zeena cara mengendalikan dan menggunakan sihirnya dengan baik.
Sebelum mulai mengajari Zeena, Hans terlebih dahulu membuat sebuah penghalang di lapangan besar itu.
Hal ini dia lakukan agar jika sewaktu-waktu kekuatan Zeena tidak terkendali, dampak dari kekuatan itu tidak akan merusak bagian kerajaan yang lain.
Jika kerusakan hanya di dalam lapangan, maka mengembalikannya ke keadaan semula tidak akan perlu memakan waktu.
Ketika Hans sudah membuat penghalang, Belzuse pun langsung menyulap lapangan besar itu menjadi tempat latihan yang penuh dengan peralatan sihir, seperti tongkat cahaya, pedang magi, tombak permata, dan masih banyak lagi.
Dilapangkan itu juga ada target-target yang akan menjadi sasaran bidikan dalan serangan sihir Zeena, juga disediakan beberapa kondisi dimana kondisi itu akan menguji kekuatan sihir yang Zeena miliki.
"Ketika memiliki energi sihir yang besar, maka hal yang paling sulit untuk dilakukan adalah mengendalikannya. Jadi hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membidik sasaran yang ada disana," ucap Belzuse yang kemudian menunjuk target sasaran yang letaknya sangat jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
Zeena yang melihat target sasaran yang begitu jauh pun dibuat menganga, bagaimana bisa dia yang belum pernah berlatih sama sekali bisa mengenai target sasaran dengan jarak sejauh itu.
"Tidak dimulai dari jarak yang dekat dulu?" tanya Zeena yang sedikit ragu, Hans langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tujuan dari latihan ini bukan ada pada jarak sasarannya, tapi pada pengendalian kekuatan yang kamu keluarkan. Kamu harus bisa mengeluarkan kekuatan yang pas agar bisa mengenai target yang ada disana, tidak terlalu lemah sehingga tidak akan sampai, dan juga tidak terlalu besar sehingga dapat merusak targetnya, gunakanlah jumlah kekuatan yang pas," ucap Hans menjelaskan.
"T–tapi bagaimana bisa? Itu sangat jauh, aku bahkan tidak dapat melihat targetnya dengan jelas," balas Zeena lagi yang masih tidak yakin apakah dirinya akan berhasil.
"Kalau begitu pusatkan sebagian mana yang kamu miliki ke mata, dengan begitu matamu akan memiliki penglihatan yang jelas, bahkan akan melebihi penglihatan seekor elang," sahut Belzuse memberikan saran.
Mendengar hal itu Zeena pun langsung mencoba apa yang Belzuse sarankan.
Pertama-tama Zeena mulai merasakan energi mana yang mengalir ke seluruh tubuhnya, setelah sudah cukup jelas energi mana yang dia rasakan, dia pun mulai mengalirkan energi mana itu dan memusatkan nya ke mata.
__ADS_1
Seketika saja mata Zeena berubah warna menjadi biru, dan juga mengeluarkan sedikit cahaya.
"Waww!! Semuanya terlihat begitu jelas," gumam Zeena sambil terus melihat sekelilingnya.
Sasaran yang awalnya terlihat tidak jelas pun kini benar-benar terlihat menjadi sangat jelas.
"Zeena, kamu bisa melakukan hal yang serupa kebagian tubuhmu yang lainnya, seperti ke tangan untuk memperkuat pukulan, ke telinga untuk memperkuat pendengaran, juga ke kaki untuk memperkuat tendangan," ucap Hans dan membuat Zeena semakin merasa takjub.
Ternyata energi mana yang ada ditubuh nya itu bisa digunakan untuk banyak hal, tidak hanya untuk mengeluarkan kekuatan sihirnya saja, namun juga bisa dijadikan sebagai tenaganya.
"Baiklah sekarang lakukan apa yang kukatakan tadi, bidik target sasaran itu!" titah Belzuse kepada Zeena yang masih merasa kesenangan dengan penglihatan barunya yang luar biasa.
Mendengar Belzuse yang mulai serius Zeena pun juga langsung ikutan serius. Matanya berhenti melihat sekeliling, dan langsung fokus pada target sasarannya. Lalu dia berdiri lurus dengan target sasaran yang ada jauh di depannya itu.
Kini Zeena mulai menghitung-hitung jarak dirinya dengan target sasaran menggunakan rumus fisika yang dia tidak sukai itu, karena sepertinya kali ini rumus fisika yang dia tidak sukai dapat menolongnya.
Setelah beberapa menit memperhitungkan segalanya, kini Zeena pun sudah sangat siap. Perhitungannya juga kuda-kudanya sudah sangat sempurna menurut dia.
Segera Zeena mengangkat kedua tangannya, lalu meletakkannya sejajar dengan target sasaran.
Namun tiba-tiba Zeena yang sudah sangat siap untuk mengeluarkan energi sihirnya itu menurunkan tangannya kembali.
"Hmm ... Tapi mantra dan tipe sihir apa yang harus ku gunakan?" tanya Zeena yang baru menyadari bahwa Hans, dan Belzuse belum mengatakan apapun tentang sihir seperti apa yang bisa dia gunakan untuk mengenai sasaran.
"Ahh maaf aku lupa, kalau begitu gunakan mantra sihir api tingkat menengah saja, ucapkan 'bála fotiás,' dalam duniamu itu berarti bola api," jawab Belzuse dan memberikan Zeena satu mantra yang dapat Zeena gunakan.
Mendengar hal itu Zeena pun menganggukkan kepalanya, lalu dia kembali mengangkat kedua tangannya, dan meletakkan tangannya itu sejajar dengan target sasaran.
__ADS_1
"Bála fotiás!"
Saat Zeena selesai mengucapkan mantra nya dengan lantang, sebuah bola api berukuran sedang langsung keluar, dan terbang dengan cepat menuju target sasaran yang ada di depan.
Awalnya Zeena merasa senang, karena sepertinya dia akan berhasil di percobaan pertama, namun nyatanya dia salah. Bola api itu menghilang bahkan sebelum menyentuh target sasarannya.
Akhirnya Zeena kembali mencoba, karena sebelumnya kekuatan yang dia keluarkan terlalu kecil, maka kali ini Zeena sedikit menambah kekuatan yang dia keluarkan.
Namun pada akhirnya percobaan kedua Zeena juga gagal, bola api itu sampai ke target sasaran, namun sepertinya kekuatan yang dia keluarkan terlalu kuat sehingga sasaran tersebut hancur.
Setelah Hans memperbaiki kembali target sasaran itu seperti semula, Zeena pun langsung bersiap-siap untuk mengeluarkan bola api ketiganya.
Percobaan pertama terlalu lemah, percobaan kedua terlalu kuat, maka kali ini Zeena akan meletakkan jumlah kekuatan yang dia keluarkan di tengah-tengah jumlah kekuatan yang dia keluarkan pertama kali dengan jumlah kekuatan yang dia keluarkan kedua kalinya.
"Bála fotiás!" ucap Zeena yang kembali mengucapkan mantra itu untuk ketiga kalinya.
Zeena menunggu beberapa detik dengan perasaan campur aduk untuk melihat apakah bola api itu sampai ke sasaran, dia yakin bahwa kali ini dia pasti mengenai sasaran itu, namun dia juga takut jika dia malah akan gagal karena keyakinannya.
Setelah kurang lebih 7 detik berlalu setelah Zeena mengucapkan mantra itu, bola api tersebut akhirnya menyentuh target sasaran, dan kali ini target sasaran itu tidak hancur.
"Yeeaaahhhh berhasil!!!" teriak Zeena dengan kegirangan, Belzuse yang berdiri disamping Zeena pun pergi ke tempat target sasaran terlebih dahulu, hal ini dia lakukan untuk memastikan apakah Zeena berhasil atau tidak.
Prrokk ... Prrokk ... Prrokk
Dari kejauhan Belzuse memberikan tepuk tangan, melihat hal itu Hans pun ikut bertepuk tangan, karena sudah dipastikan bahwa Zeena benar-benar telah berhasil melalui latihan pertamanya.
"Kerja bagus Zeena!"
__ADS_1