
Sinar matahari pagi masuk melalui celah-celah jendela kamar Zeena, Zeena yang tidur itupun perlahan terbangun karena matanya terkena sinar matahari.
"Silau," gumam Zeena lirih. Zeena mengucek matanya, lalu kemudian dia duduk dan melihat ke arah jendela, "Sudah pagi ya?" lirihnya sembari menghalangi sinar matahari yang masuk itu untuk mengenai matanya.
Wanita itupun mengangkat kedua tangannya lalu merenggangkan tangannya, dan melakukan beberapa gerakan lain hingga tulang-tulang ditubuhnya mengeluarkan bunyi.
Setelah melakukan aktivitas kecil itu, Zeena langsung meraih ponsel yang letaknya tak jauh dari dirinya duduk saat ini.
Hal pertama yang Zeena lihat ketika membuka ponselnya adalah jam, dan tanggal hari ini.
"Sudah tanggal 20 ya, seharusnya Papa sudah mentransfer uang belanja ku kan?" ucap Zeena setelah melihat tanggal di ponselnya itu.
Dari layar utama ponselnya, dia pun beralih ke satu aplikasi bank digital, setelah masuk ke dalam aplikasi itu, Zeena langsung mengecek jumlah saldo yang dia miliki saat ini.
[Saldo : Rp33.760.000]
"Apa?! Papa hanya mengirimi ku 30 juta? Pliss Pa, ini udah 2067. 30 juta itu dikit, palingan cuma cukup buat seminggu!" teriak Zeena saat mengetahui isi saldonya.
Saat ini Zeena pun benar-benar dibuat kesal, marah, sekaligus bingung. Papanya yang biasanya mengirimi dia 100 juta setiap bulannya, kini hanya mengirim 30 juta, "mengapa?"
Zeena yang kesal itupun mencoba untuk menghubungi Papanya, dan menanyakan mengapa bulan ini dia hanya di transfer 30 juta.
Namun sudah berkali-kali Zeena menekan tombol telpon di ponselnya itu, dan tidak terjadi apapun. Nomor Papanya jelas aktif, tapi dia tidak mengangkatnya.
"Ada apa dengannya?!" seru Zeena dengan suara yang besar, "Aish ... Mengapa dia benar-benar sangat menyebalkan?!" lanjut Zeena sembari melempar pelan ponselnya itu ke kasur.
Zeena yang tidak tau harus berbuat apa lagi memutuskan untuk pergi ke kamar mandi terlebih dahulu.
Urusan uang itu cukup atau tidak biarlah menjadi urusan belakangan, dia akan memikirkan cara bagaimana bisa mendapatkan uang lagi nanti.
__ADS_1
Dari kasurnya Zeena berjalan menuju ke dalam kamar mandinya, dia membersihkan badannya terlebih dahulu lalu masuk ke dalam bak mandinya.
Setelah selesai mandi Zeena langsung bersiap-siap untuk pergi ke mall yang jaraknya tak jauh dari rumahnya. Dia pergi kesana karena hari ini merupakan hari belanja Zeena, dimana setiap bulannya di tanggal 20 Zeena akan menerima uang kiriman dari Papanya yang tinggal di Swiss.
Dan pada tanggal yang sama itu juga Zeena akan langsung membelanjakan uang tersebut untuk kebutuhannya selama sebulan.
......................
"Baiklah sudah terkunci!" Zeena mengunci rumahnya sebelum dia pergi ke Qreus Hill Mall yang merupakan mall paling dekat dari rumahnya.
Jarak dari rumah Zeena ke Qreus Hill Mall hanya sekitar 3 km saja, hal inilah yang membuat Zeena memutuskan untuk pergi dengan berjalan kaki. "Biar sekalian joging, mumpung hari juga masih pagi." Itulah yang Zeena pikirkan.
Zeena pergi ke mall itu dengan celana training berwarna coklat, sepatu sport hitam, dan hoodie berwarna putih. Karena hari masih pagi dia pun hanya mengikat rambutnya dengan gaya kuncir kuda yang sederhana.
Wanita remaja berusia 16 tahun itupun berlari-lari kecil sembari menikmati pemandangan kota yang membosankan baginya itu.
"Sudah sampai!" seru Zeena setelah sekitar 10 menit dia berlari kecil, dan akhirnya dia telah sampai di depan Qreus Hill Mall.
Sementara mall baru akan dibuka pada jam setengah sepuluh, jadi pada akhirnya Zeena pun memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di warung makan kecil yang terletak di pinggir jalan.
"Bisa-bisanya sampai salah jam, dasar Zeena bodoh!" gerutu wanita itu sembari berjalan dengan malas menuju warung makan tersebut.
"Bu, saya pesan lontong sayurnya 1 ya!" seru Zeena kepada penjual makanan itu, "Baik, silahkan ditunggu ya," balas penjual tersebut.
Lalu Zeena pun mencari tempat kosong untuk dia duduki, namun ternyata sudah tidak ada lagi tempat yang benar-benar kosong.
Dari semua kursi di warung makan itu, hanya tersisa 1 kursi kosong, tapi sudah ada 3 orang pria yang duduk di 3 kursi yang masih satu meja dengan kursi kosong tersebut.
Makanan sudah terlanjur dipesan, jadi mau tidak mau Zeena harus duduk disana, tidak mungkin kan dia makan berdiri. Dengan sangat enggan dia pun berjalan perlahan ke kursi kosong itu.
__ADS_1
"Permisi, saya duduk disini ya," ucap Zeena pelan, dan tanpa menunggu respon dari ketiga pria itu Zeena sudah langsung duduk.
Prraakkk ...
Salah satu dari 3 pria itu tiba-tiba saja memukul meja dengan cukup kuat, membuat semua orang yang ada di dalam rumah makan tersebut melihat dirinya sekilas.
"Luh siapa? Ini meja kita bertiga, pergi luh!" teriak pria yang memukul meja itu, namun Zeena buang muka dan tidak memperdulikannya.
"Wah kurang ajar banget nih cewek!" lanjut pria itu yang terlihat semakin kesal karena Zeena tidak mendengarkannya.
"Mau luh apa?" tanya Zeena dengan suara yang datar dan masih memalingkan wajahnya.
Mendengar perkataan Zeena itu membuat sang pria semakin marah. Pria itupun berdiri, lalu mengangkat satu tangannya, berniat untuk memukul wanita yang ada di hadapannya itu.
"Tunggu dulu bro!" Pria yang duduk tepat disamping Zeena menahan aksi dari temannya itu, "cewek ini cantik juga, daripada luh pukul, mending kita ajak main aja!" lanjut pria itu dengan tatapan menjijikan nya.
Zeena yang sudah tidak tahan dengan itu semua memutuskan untuk pergi, dia sudah tidak peduli lagi dengan makanan yang telah dia pesan itu.
Namun baru saja Zeena ingin berdiri, tangan pria yang duduk disampingnya itu langsung menariknya untuk duduk kembali.
"Kurang ajar luh, mau apa luh hah?!" ucap Zeena yang benar-benar telah marah.
Melihat Zeena yang marah ketiga pria itu malah tertawa dengan kencang, "Unik juga luh, gas lah ajak main!" sahut pria yang sejak tadi diam.
Ketiga pria itupun berdiri lalu menarik tangan Zeena untuk keluar dari rumah makan tersebut.
Sebenarnya Zeena yang seorang Wanita Bintang Pijar para raja iblis tentu saja bisa lepas dengan muda dari genggaman lemah para pria itu.
Namun Zeena memutuskan untuk mengikuti jalannya permainan yang di buat oleh pria-pria itu. "Kita lihat sampai kapan kalian sanggup bermain denganku," ucap Zeena dalam hatinya.
__ADS_1
"Hahaha ... Sepertinya ini akan menyenangkan!" Zeena yang terlihat lesu sejak tadi pun seketika saja menjadi sangat bersemangat.
Meski dia tidak menunjukkan ekspresinya secara langsung, namun jika para pria itu fokus melihat Zeena, maka mereka akan melihat Zeena yang tersenyum licik sekilas.