
Alam bawah merupakan bagian lain dari alam atas—tempat keempat kerajaan raja iblis empat mata angin berdiri—yang ada di dunia Vasíleio Daimónon.
Jika diibaratkan pada selembar kertas, maka alam atas adalah sisi bagian depan kertas yang berisikan sedikit tinta hitam dan merah, lalu alam bawah merupakan sisi belakang kertasnya, yang dimana seluruh halamannya dipenuhi oleh tinta berwarna hitam dan merah.
Di alam atas dunia Vasíleio Daimónon, hampir semua rakyatnya adalah iblis yang masih hidup, iblis baik yang tidak menghabisi nyawa satu sama lain, dan mereka pun juga dilarang oleh keempat raja iblis yaitu Astra, Belzuse, Ferre, dan juga Hans untuk memangsa manusia.
Tapi, alam bawah dipenuhi oleh iblis-iblis yang dikuasai oleh amarah dan kebencian, dan meski mereka semua telah mati, tubuh mereka akan terikat disana dan tak bisa pergi kemana-mana.
Itu sebabnya dunia alam bawah disebut juga dengan sebutan dunia para arwah, atau ada juga yang menyebut tempat itu dengan sebutan alam kematian. Karena semua iblis yang mati dengan rasa kebencian akan berkeliaran di alam itu.
Jika di alam atas ada peraturan yang mengontrol perilaku para iblis, maka di alam bawah peraturan itu tidak ada sama sekali.
Garis utama keturunan Lucifer benar-benar membebaskan seluruh rakyatnya dari peraturan alam atas. Seluruh iblis yang ada di alam bawah akan menghabisi satu sama lain, dan tak jarang mereka pergi ke dunia lain untuk memangsa makhluk-makhluk yang ada di dunia lain itu.
Perbandingannya, satu banding tiga! Jika alam atas sudah sangat menakutkan, maka alam bawah 3 kali jauh lebih menakutkan.
Dan saat ini, kelima raja iblis dunia Vasíleio Daimónon sedang berkumpul di alam bawah yang mengerikan itu, dimana empat dari mereka berkuasa di alam atas.
Siapa lagi mereka berlima kalau bukan Hans sang penguasa Selatan, Belzuse sang penguasa Timur, Ferre sang penguasa Barat, Astra sang penguasa Utara, dan yang terakhir Lucis sang penguasa alam bawah.
Ruangan gelap dengan hanya cahaya lilin yang menerangi nya, menjadi tempat rapat kelima raja iblis yang tak pernah akur itu.
Lima kursi melingkari satu meja bundar besar dengan raja iblis yang duduk di setiap kursinya. Dan jika dilihat, mereka semua benar-benar sangat menjaga jarak.
__ADS_1
Kelima raja iblis itu duduk tanpa saling pandang sama sekali, mereka tidak pernah mengarahkan pandangan mereka ke depan. Mereka hanya melihat ke bahwa, atas, kanan, ataupun kiri.
Suasana hening sebelum percakapan pembicaraan utama mereka dimuka pun benar-benar tidak dapat dihindari.
Tapi ketika Lucis sudah membuka suaranya untuk memulai pembahasan itu, keempat raja iblis lainnya langsung dengan kompak memperhatikan Lucis.
"Zeena adalah wanita yang kalian yakini sebagai Wanita Bintang Pijar, lalu kalian berempat juga telah menjalin kontrak dengannya. Sementara Nathalie, dialah wanita yang aku yakini sebagai Wanita Bintang Pijar, dan aku pun juga telah berkontrak dengannya," ucap Lucis yang memulai percakapan itu dengan suatu kesimpulan.
Lucis diam sejenak untuk memberi jeda. Setelah dia merasa jedanya sudah cukup, dia kembali berbicara, "Jadi, yang harus kita bahas adalah siapa Wanita Bintang Pijar yang sesungguhnya?"
"Untuk apa hal seperti itu dipermasalahkan? Bukankah kita hanya perlu meyakini keyakinan kita masing-masing? Siapa yang mendapatkan yang asli, itulah yang beruntung!" Tanpa banyak basa-basi, dengan cepat Ferre langsung mengutarakan apa pendapatnya tentang masalah Wanita Bintang Pijar itu.
"Bukan itu hal yang ingin aku bahas dalam pertemuan ini!" Lucis meninggikan suaranya. Menurut dia, Ferre maupun ketiga raja iblis lainnya itu terlalu meremehkan masalah ini.
Mendengar ucapan dari Lucis itu, seketika saja Astra, Hans, Belzuse, dan juga Ferre langsung memikirkan apa yang dimaksud oleh Lucis.
Mereka berempat baru menyadarinya, bahwa apa yang dikatakan oleh Lucis itu ada benarnya juga.
"Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya! Bahkan sejak Wanita Bintang Pijar pertama dipanggil ke dunia ini."
"Ini merupakan hal yang benar-benar aneh, hal yang seharusnya tidak mungkin terjadi, tapi malah terjadi! Aku berpikir, mungkin saja ada sosok yang berusaha untuk menghancurkan tatanan kehidupan di Vasíleio Daimónon. Dan jika itu benar, maka kita harus segera menemukan siapa dalang dibalik semua hal ini!"
"Lalu untuk sekarang, tersangka utama adalah Zeena dan juga Nathalie, satu diantara mereka pasti berbohong, satu diantara mereka adalah Wanita Bintang Pijar yang palsu. Dan aku hampir sepenuhnya yakin, bahwa yang palsu tahu kalau dia bukanlah seorang Wanita Bintang Pijar."
__ADS_1
Raja iblis penguasa alam bawah itu menjelaskan semua isi pemikirannya dengan suara yang jelas, meski datar namun terdengar begitu tegas.
Tentu saja, setelah mendengar semua hal yang Lucis katakan, pemikiran dari keempat raja iblis lainnya pun terbuka. Kali ini, mereka berempat benar-benar telah menganggap serius masalah Wanita Bintang Pijar itu.
"Huft ...." Kelima raja iblis itu menghela kasar napas mereka di waktu yang hampir bersamaan.
Saat menyadari hal itu, mereka semua langsung membuang muka. Mereka marah karena merasa diikuti, tapi tidak ada satupun dari mereka yang tahu siapa yang lebih dulu melakukannya, jadi tentu saja lebih baik diam untuk saat ini, bukan?
Dan selang beberapa saat, mereka berlima kembali fokus ke masalah yang mereka hadapi.
"Aku pernah mendengar tentang Nathalie yang kau sebutkan itu, dan dari yang aku tahu, wanita tersebut belum bisa mengendalikan energi mana yang ada di tubuhnya, benar begitu?" ucap Belzuse yang kemudian bertanya, Lucis pun menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Saat aku mengunjungi Paines di lembah kematian, dia mengatakan bahwa selain Zeena, dia bertemu dengan seorang wanita yang juga memiliki mana yang besar, meski dia berasal dari dunia yang tidak mempunyai mana sama sekali. Namun, Paines juga mengatakan bahwa mana yang wanita itu miliki jauh lebih kecil dari yang Zeena punya," sahut Hans setelah dia mencoba mengingat-ingat sesuatu.
Dan setelah mendengar dua pernyataan dari Belzuse juga Hans tersebut, Astra pun menarik suatu kesimpulan.
"Zeena bisa dengan baik mengendalikan energi mana yang dia miliki, sementara Nathalie tidak demikian. Zeena juga mempunyai mana yang jauh lebih besar dibandingkan dengan mana milik Nathalie. Dan dari sejauh yang aku, Ferre, Hans, dan Belzuse lihat, Zeena benar-benar memiliki tekad, dan juga sifat layaknya seorang Wanita Bintang Pijar sejati. Tidak dapat dipungkiri, bahwa aku sepenuhnya sangat yakin, kalau Zeena lah Wanita Bintang Pijar yang asli!"
Kalimat panjang itulah yang Astra ungkapkan, dan setelah dia selesai berbicara, Ferre, Belzuse, dan juga Hans langsung menganggukan kepala mereka, sebagai tanda setuju dari pendapat Astra yang ada di kalimat terakhirnya.
"Kalau memang begitu, maka yang paling mungkin menjadi Wanita Bintang Pijar palsu adalah Nathalie, oleh karena itu kita berlima harus lebih mengawasinya! Kau tidak keberatan dengan hal itu, Lucis?" ujar Ferre, dan Lucis mengangguk kecil tanda dia juga setuju.
Dengan demikian, pertemuan antar kelima raja iblis di alam bawah itu pun berakhir. Dengan hasil rapat adalah untuk memberikan pengawasan lebih kepada Nathalie, dan sedikit pengawasan kepada Zeena.
__ADS_1
Mereka berlima benar-benar akan mengawasi kedua wanita itu, dan memastikan dengan pasti siapa Wanita Bintang Pijar yang asli, dan siapa Wanita Bintang Pijar yang palsu.