Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 35. Tuduhan Terhadap Zeena


__ADS_3

Juerlos dan juga Xenos kaget melihat dua iblis yang saat ini berdiri di depan pintu masuk ruang kerjanya Juerlos, terutama Juerlos yang sangat kaget, karena kedatangan dua iblis dengan aura yang sangat kuat sekaligus.


Dua iblis tersebut adalah raja iblis penguasa kerajaan Dytiká—kerajaan bagian Barat, dan yang satunya lagi raja iblis penguasa kerajaan Anatolí—kerajaan bagian Timur. Siapa lagi mereka kalau bukan Abaddon Ferre, dan Beelzebub Belzuse.


"Y–Yang Mulia Ferre, Yang Mulia B—Belzuse?" Juerlos berbicara dengan terbata-bata, karena saking tidak percayanya dia melihat fenomena langkah itu. Bagaimana tidak langkah, para raja iblis yang tidak pernah akur, kini malah datang bersama ke tempat kerjanya.


Juerlos tahu, bahwa setelah menjalin kontrak dengan Zeena sebagai Wanita Bintang Pijar, para raja iblis tersebut harus hidup rukun, tapi tetap saja itu pemandangan yang sedikit aneh.


Sementara itu, Xenos yang memang sudah sangat sering melihat para raja iblis empat mata angin bersama, sudah tidak bingung lagi.


Namun, kali ini yang membuatnya bingung adalah tentang kehadiran dua raja iblis itu di kastil besar tersebut. "Apa yang mereka lakukan disini?" ucap Xenos dalam hatinya.


"Yang Mulia, maaf atas ketidak kesopanan hamba, karena tidak langsung mempersilahkan Anda masuk!" ujar Juerlos dengan wajah takut, sembari membungkukkan tubuhnya 90 derajat.


Dia baru menyadari, bahwa kalimat pertama yang keluar dari mulutnya tadi bukanlah sapaan, ataupun sambutan, melainkan sebuah pertanyaan.


Oleh karena itu, saat ini Juerlos benar-benar sangat pasrah pada nasibnya sendiri. Bahkan, dia pun juga tidak menyangka akan melakukan hal tak sopan seperti itu hanya karena dia kaget.


Namun, apa yang Juerlos takutkan tidak terjadi, kedua raja iblis tersebut tidak marah dengannya. Jangankan untuk marah, justru saat ini senyum ramah terukir di wajah Ferre dan juga Belzuse.


"Hal seperti itu tak perlu di permasalahkan!" seru Ferre dengan santai, kemudian dia pun masuk lebih dalam ke dalam ruang kerja Juerlos itu, langkah Ferre pun di ikuti oleh Belzuse.


"Sebenarnya kami yang salah disini. Maaf Juerlos, karena kami datang dengan begitu tiba-tiba!" Kali ini Belzuse lah yang bersuara.


Mendengar perkataan dari Belzuse itu, Juerlos langsung menggeleng-gelengkan kepala miliknya dengan cepat, "Tidak ... Tidak Yang Mulia, Anda tidak perlu meminta maaf!" balas Juerlos.

__ADS_1


Ferre dan Belzuse tertawa kecil, karena melihat tingkah kaku dari Si Penjaga lembah kematian yang begitu menyeramkan itu.


"Ini hanyalah pertemuan tidak formal, Juerlos. Jadi bersikap lah layaknya teman. Lagi pula usia dirimu jauh lebih tua dibandingkan kami berlima para raja iblis generasi saat ini, dirimu sudah ada sejak generasi ke2 Vasíleio Daimónon!" Dengan nada bicara yang santai, Ferre berbicara sembari duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu.


"Selain itu, sebenarnya tujuan kami berdua datang kesini untuk menemui Xenos!" lanjut Ferre, yang kemudian pandangannya melihat Xenos dengan begitu serius.


Hal itu pun membuat Xenos bingung, Xenos mengernyitkan dahinya, dan bertingkah layaknya tak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh raja iblis yang ada dihadapannya itu.


"Xenos, diriku dan Ferre akan menanyakan beberapa pertanyaan padamu. Jadi jawablah pertanyaan-pertanyaan itu dengan semua yang dirimu tahu sampai saat ini. Lalu gunakanlah sihirmu untuk menjawab pertanyaan tersebut!" ucap Belzuse menjelaskan maksud kedatangan mereka untuk menemui hewan magi Zeena itu, Xenos pun mengangguk mengerti setelah mendengar ucapan dari Belzuse tersebut.


Sesaat ketika Belzuse menyelesaikan kalimatnya, suasana di ruangan itu menjadi hening. Belzuse dan Ferre diam dalam duduk mereka.


Juerlos cukup ketakutan dengan suasana yang tiba-tiba terasa mencekam, hingga dirinya tidak berani untuk berbicara. Dan Xenos diam, karena dia merasa sesuatu yang akan ditanyakan pada dirinya itu sangat penting, jadi dia harus serius dalam mendengarkan juga menjawab.


Bbblluuuusss ...


"Cahaya ini?" gumam Juerlos lirih saat melihat cahaya itu, dirinya seperti tahu cahaya apa yang saat ini sedang memenuhi ruangannya.


"Huft ...." Belzuse dan Ferre menghela kasar napas mereka secara berbarengan, membuat suasana yang aneh menjadi semakin aneh.


Raut wajah bingung pun terukir dengan sangat jelas di wajah Juerlos, dan juga Xenos yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini.


"Cahaya biru ini, merupakan cahaya suci murni yang berasal dari inti Vasíleio Daimónon. Dimana cahaya ini bisa menunjukkan sesuatu yang tidak dapat kita lihat dengan mata kita, bahkan meski dengan bantuan mana sekalipun."


"Sekarang, lihatlah bercak-bercak warna hitam yang terlihat di udara! Bercak-bercak itu adalah tanda bahwa ada pengguna kekuatan terlarang disini, kekuatan yang sudah di segel sejak lama."

__ADS_1


"Namun, pengguna kekuatan tersebut telah pergi, karena pada dasarnya, tanda itu tidak akan keluar jika pengguna kekuatan terlarang tersebut masih berada di jarak yang dekat. Bercak-bercak hitam tersebut baru akan muncul untuk meninggalkan jejaknya, ketika pengguna kekuatan terlarang itu sudah berada di jarak yang jauh."


"Dengan demikian, satu-satunya sosok yang berkemungkinan seorang pengguna kekuatan terlarang, adalah Zeena yang telah kembali ke dunia asalnya!"


Dengan sangat panjang lebar, Ferre menjelaskan cahaya biru apa yang saat ini sedang memenuhi ruangan, kekuatan terlarang, dan juga tuduhan terhadap Zeena sebagai penggunanya.


Tentu saja, Juerlos dan Xenos yang mendengar semua penjelasan tersebut kaget bukan main. Terutama Xenos yang merupakan hewan magi dari wanita yang mendapat tuduhan itu.


Mata manticore ganas itu pun membulat, terlihat disana bahwa bola matanya bergetar. Saat ini, Xenos benar-benar sangat dipenuhi oleh amarah.


Xenos benar-benar marah, karena dirinya tidak terima ketika mendengar tuduhan yang dilemparkan ke Sang Majikannya itu.


BBRRRAAKKK ... !!


Manticore yang besar tersebut menghantamkan kedua tangannya ke atas meja yang ada di depan dirinya saat ini. Aksinya itu pun membuat Ferre, Belzuse, dan Juerlos kaget.


"Apa-apaan kalian?! Bagaimana bisa kalian menuduh Zeena seperti itu? Bukankah dialah Wanita Bintang Pijar dari kalian berempat, para raja iblis empat mata angin?! Mengapa kalian bisa tega menuduhnya?!" Xenos berteriak marah kepada dua raja iblis yang saat ini sedang berada dihadapannya, meski dia tahu bahwa kedua iblis itu tidak akan dapat mendengar perkataannya.


Sementara itu, Belzuse dan juga Ferre yang tidak dapat mendengar suara apa pun dari Xenos, tetap tahu betul bahwa saat ini Xenos sedang berteriak, dan memarahi mereka.


Karena bagaimanapun juga, walau Xenos dan Zeena sering sekali bertengkar, tapi mereka berdua adalah pasangan majikan dan hewan magi yang sempurna.


Walaupun belum pernah menunjukkannya secara langsung, semua makhluk yang melihat mereka berdua pasti akan langsung tahu bahwa Xenos begitu sayang dan peduli pada Zeena, begitupun dengan sebaliknya.


"Xenos, tenangkanlah dirimu dahulu! Kami tahu ini semua memang terdengar tidak masuk akal, terutama bagimu, begitupun juga dengan kami. Sangat sulit mempercayai bahwa Zeena adalah pengguna kekuatan terlarang yang sudah lama disegel, tapi hanya kenyataan itulah yang bisa kita lihat saat ini!" ucap Belzuse.

__ADS_1


Belzuse mengatakan hal itu untuk menenangkan hewan magi Zeena yang terus mengamuk, dirinya pun mengatakan hal tersebut dengan suara yang pelan, karena dia tidak bisa marah, bahkan jika Xenos akan menghancurkan kastil itu.


"Kedatangan kami berdua ke kastil ini, itu tak lain untuk mengajak dirimu membicarakan mengenai hal ini. Karena kami juga tidak bisa terima begitu saja. Kami berdua ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada dirimu, Xenos. Pertanyaan ini akan sangat membantu dalam menyelesaikan masalah yang begitu rumit ini!" sahut Ferre yang juga berusaha untuk menenangkan Xenos.


__ADS_2