Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 38. Mengendap-endap Masuk


__ADS_3

Saat ini, Zeena dan juga hewan maginya Xenos, sedang mengendap-endap di dalam kerajaan besar milik Astra tersebut.


Kini, mereka berdua juga telah menjadi transparan dan tidak terlihat, karena hasil dari mantra yang Xenos bacakan sebelumnya.


Ketika sedang berjalan mengendap-endap, tiba-tiba saja Zeena berhenti berjalan, lalu kemudian menyenderkan tubuhnya itu pada dinding yang ada disampingnya.


Tentu saja hal tersebut membuat Xenos bingung, sehingga Xenos ikut menghentikan langkahnya.


"Ada apa, kenapa kau berhenti manusia?" bisik hewan magi tersebut bertanya, dengan raut wajahnya yang terlihat bingung.


"Xenos kau percaya padaku, bukan?" Bukannya menjawab pertanyaan yang diberikan padanya, Zeena malah bertanya balik.


Xenos mengerutkan keningnya, "Tentu saja!" Dengan singkat, Xenos menjawab pertanyaan dari Sang Majikannya itu. Tapi, Zeena malah menunjukkan raut wajah yang tidak puas setelah mendengar jawaban tersebut.


"Intinya gini aja, meski aku tidak percaya padamu, pada akhirnya aku dipaksa untuk percaya, karena aku adalah hewan magi milikmu, aku harus selalu berada di sisi yang mendukungmu! Walaupun hal seperti itu tidak akan terjadi, aku mempercayai kau karena itu adalah kau." Xenos menjelaskan dengan jelas mengenai jawabannya tadi, kini raut wajah Zeena sudah terlihat merasa puas.


"Lagian, bagaimana bisa aku percaya dengan wanita yang bahkan tidak pernah ku jumpai selama ini?" lanjut Xenos dengan dingin.


Mendengar hal tersebut membuat senyum hangat Zeena muncul, ditengah-tengah masalah yang sedang dirinya hadapi saat ini.


"Hmm ... Namun, sebenarnya apa yang menjadi dasar mereka berlima menuduhku seperti itu? Aku memang belum terlalu mengenal Lucis. Tapi, diriku ini begitu mengenal keempat raja iblis yang lainnya. Mereka tidak mungkin akan melakukan hal seperti itu padaku dengan begitu saja, dan tanpa alasan!" ucap Zeena panjang lebar.

__ADS_1


Zeena berkata seperti itu, karena memang Xenos belum menceritakan semuanya kepada Si Wanita yang sedang dituduh ini. Oleh karena itu, Xenos akan menjelaskan semuanya kepada majikannya sekarang, sebelum mereka masuk lebih dalam ke kerajaan milik Astra tersebut.


"Setelah kau menyelesaikan pekerjaan mu di lembah kematian waktu itu, dan kembali ke dunia asalmu, Ferre dan Belzuse muncul di ruang kerja Juerlos. Lalu, dengan tiba-tiba mereka menerangi ruangan kerja Juerlos dengan cahaya biru suci murni. Saat itu, muncullah bercak hitam yang menjadi jejak dari pengguna kekuatan terlarang."


"Lalu ketika cahaya tersebut digunakan pada tempat yang pernah Si Wanita bernama Nathalie itu singgahi, bercak-bercak yang muncul adalah bercak warna putih, itu adalah bercak warna yang menandakan seorang Wanita Bintang Pijar."


"Singkatnya, saat ini mereka meyakini bahwa dirimu adalah Wanita Bintang Pijar yang palsu, dan wanita bernama Nathalie itulah yang asli."


Dengan cukup panjang lebar, Xenos menjawab semua kebingungan yang masih Zeena miliki, dan karena jawaban lengkap dari Xenos itulah, akhirnya kini Zeena benar-benar mengerti dengan situasi yang dirinya hadapi saat ini.


Zeena mengangguk kecil tanda ia mengerti. "Itu berarti ada 3 tahapan yang harus kita cari tahu, dan selesaikan sekarang. Pertama, mengapa aku meninggalkan bercak hitam sementara wanita itu meninggalkan bercak putih. Kedua, siapa wanita yang bernama Nathalie itu sebenarnya. Dan yang terakhir, kita harus menyadarkan kelima raja iblis yang nyebelin itu tentang siapa wanita yang telah mereka ragukan ini!" Zeena berbicara lantang.


Sontak telapak tangan Xenos langsung menutupi mulut wanita yang berbicara, dengan suara yang besar tersebut. "Kecilkan suara mu! Dasar kau ini, apakah dirimu lupa kalau sekarang kita sedang mengendap-endap masuk?!" ucap Xenos dengan nada bicara yang sangat kesal, tapi tetap pelan.


"Astaga! Betapa bodohnya mulut satu ini!" kesal Zeena diiringi dengan aksi memukul tangan Xenos yang sedang menutupi mulutnya, tentu saja hal itu membuat Xenos semakin bingung. Wanita itu ingin memukul mulutnya, tapi tidak menyadari bahwa dia sedang memukul tangan hewan maginya yang tidak bersalah.


Hingga akhirnya, disaat satu pukulan hampir mendarat kembali ke tangan Xenos, secara cepat Xenos menarik tangannya, hal ini membuat mulut Zeena lah yang terkena pukulan tersebut.


Wanita Bintang Pijar para raja iblis itu pun seketika saja meringis kesakitan, sembari terus memegangi bibirnya yang terlihat memerah.


Tak lama setelah itu, dia menatap tajam manticore yang berdiri di sampingnya, "Kalau mau narik tangan kau itu, seharusnya kasih aba-aba dulu dong!" marahnya.

__ADS_1


Xenos menaikkan salah satu alisnya, "Manusia bodoh! Kalau aku kasih aba-aba dulu, yang ada kau keburu memukul tangan ku lagi!" Xenos menyentil pelan dahi Zeena dengan kukunya. Sementara itu Zeena hanya tertawa kecil.


"Sudahlah! Mendingan sekarang kita segera mencari tahu apa yang kau katakan tadi! Sudah tidak ada waktu, waktu di duniamu sudah berlalu dengan cepat!" ucap Xenos dengan suara tegas, membuat Zeena seketika saja langsung berhenti untuk bermain-main.


Jadi, mereka berdua kembali melanjutkan langkah mereka yang sempat terhenti. Kali ini mereka akan langsung menuju ke ruang kerja milik Astra. Meski belum tahu dimana tempatnya, tapi Xenos dapat tahu itu dimana, karena dia bisa merasakan aura mana yang kuat milik Si Raja Iblis penguasa kerajaan bagian Utara itu.


Setelah sekitar 3 menit mereka berjalan dari tempat tadi mereka berhenti, kini mereka telah tiba di depan sebuah ruangan dengan pintu yang sangat besar, dan dijaga oleh 2 orang penjaga.


Zeena dan Xenos memutuskan berbicara lewat telepati mereka, karena jika mereka bersuara meski dengan suara yang pelan, kedua iblis penjaga itu tetap bisa mendengarnya.


"Manusia, aku akan pergi cukup jauh dari sini, lalu membuat keributan, kemungkinan besar kedua penjaga itu akan pergi dan mengeceknya, disaat itulah kau masuk ke dalam ruangan itu. Kita tidak bisa menggunakan sihir lagi disini, karena Astra akan dengan mudah dapat mendeteksinya!" ucap Xenos menjelaskan rencana sederhananya.


Zeena mengangguk dengan yakin, "Serahkan padaku! Tapi tolong pastikan bahwa tidak ada iblis lain yang masuk ke dalam ruangan kerja Astra itu, karena kita bisa saja akan ketahuan!" Kini Zeena lah yang berbicara, Xenos pun memberikan respon yang sama.


Dengan demikian, maka sudah selesailah diskusi singkat mereka. Setelah sudah sama-sama yakin, mereka berdua langsung melanjutkan aksinya.


Xenos berjalan perlahan untuk pergi ke ujung lorong, saat sudah sampai di ujung lorong, dia menjatuhkan 2 vas bunga yang berada di atas meja, suara vas bunga yang jatuh itu terdengar begitu besar, dan sampai ke telinga para penjaga.


"Siapa itu?!" ucap salah satu penjaga dengan sedikit kaget, "Ayo kita cek!" balas penjaga yang satunya lagi, dan kemudian mereka pergi.


Dengan lalainya, para penjaga itu meninggalkan pintu masuk yang harus mereka jaga. Membuat peluang Zeena untuk masuk menjadi besar.

__ADS_1


Perlahan Zeena melangkah menuju pintu besar tersebut. Dia melihat ke kanan dan kiri terlebih dahulu untuk memastikan apakah sudah aman, setelah sudah memastikan Zeena pun langsung mendorong pintu itu ke dalam, sehingga pintu itu terbuka sedikit demi sedikit.


__ADS_2