
Pada pukul 08.00 Zeena baru menyelesaikan joging pagi, dan saat ini dirinya sudah berada di dalam rumahnya.
Setelah sarapan dan mandi, Zeena pun segera bersiap untuk pergi ke Vasíleio Daimónon, dan kembali bekerja di lembah kematian.
Namun, ketika wanita itu sudah berdiri di atas lingkaran sihir yang dia buat kemarin, dan baru saja ingin mengucapkan nama tempat tujuannya, tiba-tiba saja muncul suatu suara, suara berat yang cukup Zeena kenali.
Perlahan matanya pun melihat dari sudut ke sudut ruangan tamunya itu, tapi pada akhirnya dia tetap tidak bisa menemukan sosok apa pun.
"Yang Mulia Zeena!" Suara berat itu kembali berbicara tanpa ada wujud dari pemiliknya sama sekali, dan setelah mendengar suara yang baru saja mengeluarkan sebutan khas dari salah satu iblis di Vasíleio Daimónon kepada Zeena, Zeena pun menjadi yakin 100% bahwa suara itu adalah milik Juerlos Si Penjaga Lembah Kematian.
"Juerlos?" lirih Zeena dengan raut wajah yang terlihat bingung. "Itu kau kan, Juerlos?" tanya Zeena untuk memastikan.
"I–iya Anda b–benar Yang Mulia, i–ini hamba Juerlos!" balas Juerlos dengan cepat, meski dia mengatakannya dengan sedikit terbata-bata.
Mendengar balasan dari pemilik suara tanpa wujud itu, Zeena pun tertawa kecil "Haha ... Ada apa, Juerlos? Kau tidak sabar untuk bertemu denganku? Sabarlah sebentar, ya. Aku akan segera ke tempat mu!" ucapnya.
"Tidak! ... Tidak! Hamba mohon jangan datang kesini Yang Mulia!" Dengan nada bicara yang panik sekaligus terdengar tegas, penjaga lembah kematian itu melarang Zeena untuk datang ke tempatnya, dan tentu saja hal itu membuat Zeena kebingungan, "Ada apa, Juerlos? Apa kau baik-baik saja?" tanya Zeena tak mengerti.
"Yang Mulia Zeena! Sebaiknya anda tidak datang ke kastil sekarang! T–tidak ... Sebaiknya jangan datang ke Vasíleio Daimónon untuk sementara waktu!" Masih dengan nada bicara yang sama, lagi-lagi Juerlos meminta Zeena untuk tidak datang, bahkan kali ini dia meminta Zeena untuk tidak datang meski hanya sekedar ke dunia itu saja.
"Ada apa Juerlos?" Karena pertanyaannya masih belum dijawab oleh Juerlos, Zeena kembali bertanya, kali ini dia bertanya dengan suara yang tegas agar Juerlos mau membuka mulut.
Namun, selang beberapa menit tidak ada balasan dari Juerlos sama sekali, suaranya pun juga menghilang.
"Jika kau tidak mau menjawabnya, maka aku akan pergi dan mencari tahunya sendiri!" Zeena yang kesal dengan Juerlos pun akhirnya mengambil keputusan seperti demikian.
__ADS_1
"H–hamba mohon jangan lakukan itu Yang Mulia. Situasi di Vasíleio Daimónon saat ini sangat tidak baik untuk Anda!" ujar Juerlos masih berusaha untuk menghentikan Zeena tanpa mengatakan hal yang lainnya. Tapi, Zeena hanya diam, wanita itu tidak puas dengan respon Juerlos.
Jadi, dengan terpaksa Juerlos pun membocorkan beberapa hal kepada Zeena. "Meski hamba belum pernah melihat wanita itu, tapi hamba yakin bahwa Anda jauh lebih baik dibandingkan wanita itu. Yang Mulia Zeena, hamba sepenuhnya percaya dengan Anda, hamba tidak mempercayai tuduhan itu sama sekali!" lanjut Juerlos dengan nada bicara yang berusaha untuk meyakinkan.
Perkataan iblis itu kali ini benar-benar membuat Zeena menjadi semakin pusing. Penjaga lembah kematian itu mengatakan hal yang tidak Zeena mengerti sama sekali, "Apa yang dia katakan?"
Setelah mengatakan hal-hal yang tidak Zeena pahami itu, suara Juerlos hilang begitu saja. Meski Zeena terus memanggil nama Juerlos, tetap tidak ada sahutan sama sekali, "Sepertinya sinyal sudah terputus!" lirih Zeena yang masih ngelucu di tengah-tengah kebingungannya.
Karena Si Penjaga lembah kematian itu menghilang dengan meninggalkan banyak pertanyaan di benak Zeena, Zeena memutuskan untuk memanggil Xenos Si Hewan Maginya saja.
"Aku memanggilmu ke tempatku saat ini sedang berada, hewan magi ku. Datanglah dan segera penuhi panggilanku, Xenos!" Zeena merapalkan mantra untuk memanggil manticore miliknya itu.
Selang beberapa detik setelah Zeena merapalkan mantra pemanggilan tersebut, Xenos pun muncul di hadapannya.
Xenos membuang pandangannya untuk tidak melihat Zeena, "Apa yang dikatakan oleh Juerlos itu semua benar, manusia! Untuk apa kau peduli pada tempat seperti tu?!" balas Xenos yang tiba-tiba marah. Zeena tidak mengerti.
"Xenos! Ini Perintah dariku! Jawab pertanyaanku itu sekarang, apa yang sedang terjadi di Vasíleio Daimónon?!" Zeena kembali mempertegas kata demi kata dari pertanyaannya itu.
Karena Zeena sudah mengatakan bahwa itu adalah perintah, secara terpaksa Xenos pun akhirnya menjawab pertanyaan dari Sang Majikannya tersebut.
"Huft ... Para raja iblis menuduh dirimu sebagai pengguna kekuatan terlarang," ungkap Xenos singkat dan dengan nada bicara yang dingin.
"Kekuatan terlarang?" tanya Zeena yang malah dibuat tambah bingung, dengan satu hal lagi yang dirinya tidak mengerti.
"Benar, kekuatan berbahaya yang sudah di segel sejak lama. Kelima raja iblis kini meyakini bahwa kau adalah pengguna kekuatan terlarang, dan juga kau lah Wanita Bintang Pijar yang palsu!" jelas Xenos dengan singkat, tapi cukup rinci.
__ADS_1
Manticore ganas yang sedari tadi membuang pandangannya, kini melihat Sang Majikan dengan tatapan yang serius, "Kau bukan pengguna dari kekuatan terlarang itu, kan?" Dengan lirih, Xenos bertanya kepada Zeena.
Memang tidak ada keraguan sama sekali di hati Xenos, mengenai Zeena yang dia yakini sebagai Wanita Bintang Pijar yang asli, tapi memastikan bukanlah hal yang salah, bukan?
Mata Zeena membulat tak percaya, dia tidak menyangka bahwa saat ini tuduhan seperti itu dilemparkan pada dirinya, dan tentu saja Zeena tidak terima dengan tuduhan tersebut, karena dia yakin dia tidak menipu siapa pun.
Jadi, Zeena memutuskan untuk pergi ke Vasíleio Daimónon bersama Xenos, dengan tujuan untuk mencari akar dari permasalahan yang menimpa dirinya itu, dia harus menyelesaikannya sendiri.
"Vasíleio Daimónon, kerajaan Vóreios!" Di atas lingkaran sihirnya, Zeena dan Xenos berdiri. Lalu setelah mereka sudah siap, Zeena menyebutkan nama tempat tujuannya kali ini, yaitu kerajaan bagian Utara milik Astra. Kerajaan itu menjadi tempat tujuan mereka kali ini, itu karena Xenos mengatakan bahwa saat ini kelima raja iblis, dan juga Nathalie sedang berada disana.
Selang beberapa saat setelah Zeena selesai menyebutkan nama tempat tujuannya, cahaya yang amat terang pun muncul, dan cahaya itu menarik mereka untuk pergi ke kerajaan Vóreios.
Dalam waktu sekitar 5 detik, cahaya yang terang itu perlahan meredup, penglihatan Zeena dan Xenos pun mulai kembali.
Saat cahaya itu benar-benar telah menghilang, sebuah kerajaan besar berdiri kokoh di hadapan majikan dan hewan maginya itu.
"Baiklah! Kita akan berteleportasi ke dalam!" seru Zeena, karena saat ini mereka masih berada di depan gerbang besar kerajaan tersebut.
"Tunggu!" Xenos tiba-tiba menghentikan aksi Zeena yang ingin segera merapalkan mantra teleportasi itu. Hal itu pun membuat Zeena bingung, "Ada apa, Xenos?" tanyanya.
"Kita harus merahasiakan kehadiran kita disini, karena saat ini mungkin saja kelima raja iblis itu telah menjadi musuhmu!" balas Xenos, dan Zeena pun langsung mengerti maksud dari hewan maginya itu.
"Chánoun enérgeia!" Xenos merapalkan mantra untuk menyembunyikan energi kehidupan dirinya dan Zeena, sehingga membuat para iblis yang ada tidak akan menyadari kehadiran mereka.
Setelah itu, Zeena pun langsung merapalkan mantra "Teleportasi!" Membuat dirinya, dan Xenos dengan cepat bisa masuk ke dalam kerajaan besar milik Astra tersebut.
__ADS_1