Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 36. Nathalie Wanita Bintang Pijar?!


__ADS_3

Setelah cukup banyak usaha yang dilakukan oleh Belzuse dan Ferre dalam menenangkan Xenos, akhirnya hewan magi ganas itu mulai tenang.


Perlahan Xenos menurunkan kedua tangannya yang berada di atas meja sejak tadi ke bawah.


"Huft ... Huft ... Huft ...." Manticore itu terus berdengus untuk menahan emosinya. Lama kelamaan amarahnya akhirnya mereda.


"Xenos, bagaimana sekarang? Sudah lebih baik? Jika sudah, kami ingin langsung menanyakan beberapa pertanyaan padamu," ucap Belzuse meminta dengan lembut.


Mendengar hal itu, Xenos langsung merapalkan mantra yang pernah dia gunakan sebelumnya untuk berbicara dengan Lucis.


Mantra yang dapat membuat apa yang dia katakan muncul di udara, dan ditulis dengan api biru yang menyala.


"Anamména grámmata!" Itulah mantra yang Xenos ucapkan dengan cukup cepat. Selang beberapa saat setelah dia merapalkan mantra tersebut, secara perlahan kata demi kata tertuliskan di udara dengan tinta api biru.


"Baiklah ... Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya terlebih dahulu kepada kalian berdua. Apa alasan kalian sehingga mengambil kesimpulan seperti


yang kalian katakan tadi?"


"Karena aku yakin, sebelum kalian menyinari ruang kerja Juerlos ini dengan cahaya suci murni itu, kalian para raja iblis sudah terlebih dahulu mendapatkan petunjuk atau semacamnya mengenai tuduhan kalian tadi."


"Oleh karena hal itu, kalian sampai repot-repot menggunakan cahaya suci murni tersebut, itu karena kalian ingin memastikan apakah petunjuk yang telah kalian dapatkan itu, benar atau salah. Bukankah begitu wahai raja iblis?!"


Kalimat panjang itulah yang tertulis tepat di depan mata Ferre dan Belzuse, mereka berdua pun membaca setiap kata demi kata dengan seksama, agar mereka tidak memberikan jawaban yang salah.


"Keyakinan mu sepenuhnya benar, Xenos! Memang, sebelum kami datang keruangan ini, kami berdua mendapatkan informasi dari Hans, Astra, dan juga Lucis yang saat ini sedang mengawasi Nathalie, wanita yang menjalin kontrak dengan Lucis."


"Beberapa saat yang lalu, kami berlima telah melakukan pertemuan di alam bawah. Dimana dalam pertemuan itu, kami membahas tentang fenomena adanya dua Wanita Bintang Pijar."

__ADS_1


"Jadi pada akhirnya, kami memutuskan untuk mengawasi Zeena, dan juga Nathalie. Saat mengawasi Nathalie, Lucis yang tidak sabaran langsung merapalkan mantra untuk mendatangkan cahaya suci murni."


"Saat itu, ketika Nathalie pergi meninggalkan tempat dia berada sebelumnya, mereka melihat bercak-bercak warna putih di tempat tersebut. Kau tahu bukan apa maksud dari bercak putih itu? Itu adalah tanda jejak dari seorang Wanita Bintang Pijar."


"Karena hal tersebut kami memutuskan untuk melakukan hal yang sama terhadap Zeena. Dan seperti yang bisa kita lihat, saat Zeena pergi, dia tidak meninggalkan bercak berwarna putih, melainkan bercak berwarna hitam!"


Ferre membalas kalimat panjang dari Xenos, dengan kalimat yang lebih panjang. Dan semua kalimat-kalimat itu, telah menjawab sepenuhnya pertanyaan, dan juga kebingungan dari Xenos.


Xenos terdiam, dia hampir tidak percaya dengan semua yang baru saja dia dengar itu. Xenos pun ingin kembali marah karena tidak terima.


Namun, pada akhirnya dia memutuskan untuk tetap tenang. Karena jika dia mengamuk lagi, bagaimana bisa dirinya membantu Sang Majikannya saat ini.


Dengan perlahan, manticore itu menganggukan kepalanya, lalu kemudian dia memberikan isyarat kepada kedua raja iblis yang ada di depannya itu, bahwa dirinya sudah siap untuk ditanyai.


Melihat respon dari Xenos tersebut, Ferre dan Belzuse terlihat senang. Mereka lega, karena akhirnya bisa membuat Xenos mau bekerjasama dengan mereka dalam menangani masalah ini.


"Anamména grámmata!" Xenos kembali merapalkan mantra tersebut untuk menjawab pertanyaan dari Belzuse


"Aku merasa semakin hari Zeena semakin terlihat menakutkan, dirinya menjadi semakin kejam, dan tidak takut dengan hal apa pun. Lalu tadi, ketika Zeena melakukan pekerjaan pertamanya di kastil besar ini, dia menghukum empat iblis di tempat hukuman panas neraka, dan dirinya bisa dengan sempurna memberikan siksaan kepada keempat iblis tersebut," ucap Xenos menjelaskan. Saat dia berbicara, semua yang keluar dari mulutnya pun tertuliskan di udara.


Belzuse dan Ferre pun mengangguk-ngangguk saat membaca tulisan dari api biru yang ada di hadapan mereka. "Begitu ternyata!" lirih mereka.


"Baiklah Xenos, langsung saja ke pertanyaan selanjutnya. Apakah kau merasa bahwa apa yang Zeena lakukan itu wajar? Bagaimana menurutmu tentang perkembangannya yang terlalu cepat itu?" tanya Belzuse lagi.


Mendengar pertanyaan itu, senyum semirik pun terlintas di wajah Xenos, "Pertanyaan macam apa itu? Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua? Mengapa mereka seperti terlihat sedang memojokkan Zeena?! Ini aneh!" gumam Xenos, dan tentu saja dirinya mengatakan hal itu tanpa merapalkan mantra terlebih dahulu, jadi kedua raja iblis itu, maupun Juerlos yang masih berada di ruangan tersebut tidak dapat mendengarnya.


Tak ingin terlalu lama berurusan dengan kedua raja iblis yang mulai bertingkah aneh itu, Xenos kembali merapalkan mantra yang tadi dia ucapkan untuk ketiga kalinya.

__ADS_1


"Menurutku, semua yang dilakukan oleh majikan bodohku itu adalah hal yang wajar! Mengenai perkembangan dia yang begitu pesat, bukankah itu bagus? Lagi pula dia seorang Wanita Bintang Pijar! Jumlah mana, keterampilan, pengendalian sihirnya yang luar biasa, itu semua wajar! Kalian telah mengenalnya cukup lama, kan? Bukankah sejak dulu, Zeena yang kita semua kenal memang seperti itu? Kenapa kalian mempermasalahkan hal itu sekarang?!" balas Xenos.


Semua perkataan panjangnya itu pun tertulis kembali di udara, dan ditulis dengan tinta api biru yang menawan.


Kemudian Xenos diam selama beberapa saat, dia memberikan jeda sebelum akhirnya melanjutkan kembali kalimatnya.


Setelah merasa jedanya sudah cukup, hewan magi Zeena itu kembali berbicara. "Sudah cukup dengan pertanyaan kalian itu! Saat ini, aku ingin menanyakan satu pertanyaan lagi!" Dengan suara yang tegas, Xenos mengatakan kalimatnya itu, meski dia tahu kalau kedua raja iblis tersebut tidak dapat mendengarnya, dan hanya dapat membaca tulisan yang ada.


Ferre dan Belzuse mengangguk, mereka setuju untuk menjawab pertanyaan yang Xenos akan berikan kepada mereka berdua.


"Sekarang, katakanlah dengan jelas dan singkat, siapa Wanita Bintang Pijar yang kalian yakini, apakah Zeena yang selama ini telah menjalin kontrak dengan kalian, atau malah Si Nathalie manusia yang baru kalian kenal itu?!" tanya Belzuse masih dengan suara yang tegas.


Saat semua perkataannya itu telah tertulis di udara, Ferre dan Belzuse diam selama beberapa saat. Xenos melihat mulut mereka, mulut mereka berdua seperti ingin berbicara, tapi seolah-olah di tahan oleh sesuatu.


Hingga akhirnya, setelah cukup lama terdiam, kedua raja iblis tersebut menjawab pertanyaan dari Xenos secara bersamaan, "Nathalie adalah Wanita Bintang Pijar!"


Sontak baik Xenos maupun Juerlos kaget mendengar jawaban dari kedua iblis itu, raut wajah mereka seolah-olah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


"Sial! Kedua raja iblis ini benar-benar sangat berbeda dari yang aku kenal! Dan kemungkinan terbesar, tiga raja iblis lainnya juga mengalami hal yang sama. Sebenarnya ada apa dengan mereka semua?! Apa mereka benar-benar sudah tidak mempercayai Zeena lagi? Kemana hilangnya memori bahagia mereka dengan Zeena?!" ucap Xenos yang benar-benar bingung.


"Aku memang tidak pernah mendengar mereka saling mengatakan cinta, tapi nyatanya, para raja iblis empat mata angin terlihat begitu mencintai Zeena. Bahkan mereka sangat takut jika Zeena sampai kenapa-napa, tapi mengapa, mengapa malah menjadi seperti ini sekarang?!" lanjut Xenos tidak mengerti.


"Xenos ... Juerlos ... Maaf, tapi sepertinya kami berdua harus segera kembali, semua yang ingin kami tanyakan sudah dijawab. Jadi, urusan kami di sini sudah selesai. Kalau begitu kami pamit!" Ditengah-tengah kebingungan Xenos dan juga Juerlos, Ferre dan Belzuse pergi dengan begitu saja setelah mengatakan kalimat mereka itu, bahkan sebelum Si Hewan Magi Zeena, dan juga Si Penjaga Lembah Kematian merespon mereka.


Oleh sebab itu, Xenos pun akhirnya juga pergi meninggalkan ruang kerja Juerlos, karena alasan dirinya masih berada di tempat itu juga sudah tidak ada lagi disana.


Sebelum dirinya pergi, Xenos membungkukkan kepalanya, sebagai tanda terima kasih karena Juerlos mau menerima Zeena bekerja di lembah kematian itu, dan juga terimakasih karena Juerlos sudah dengan baik hati, membiarkan tempat kerjanya tersebut digunakan oleh Xenos, dan juga kedua raja iblis Vasíleio Daimónon untuk berbincang.

__ADS_1


__ADS_2