Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 26. Bertemu Lucis


__ADS_3

"Selamat datang Yang Mulia Zeena!" ucap sosok iblis yang membukakan pintu untuk Zeena dan Xenos, iblis itu pun mengucapkan kalimatnya sembari membungkuk 90 derajat.


Saat Zeena sudah berdiri tepat dihadapannya, iblis itu pun langsung berdiri tegak kembali.


"Saya sudah menerima kabar dari hewan magi Anda, saya begitu senang Anda mau membantu saya di lembah kematian ini. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya," lanjut sosok iblis itu dengan suara yang berat dan mengerikan, namun terdengar begitu bersahabat.


Zeena pun membalas sambutan hangat dari iblis itu dengan senyum yang ramah, namun beberapa saat kemudian raut wajahnya berubah menjadi bingung.


"Ahh ... Iya! Maafkan saya karena lupa memperkenalkan diri Yang Mulia, saya Juerlos, penjaga lembah kematian." Sosok iblis yang menyadari maksud dari wajah bingung Zeena itu pun langsung memperkenalkan dirinya.


Mendengar hal tersebut Zeena kembali tersenyum, "Betapa peka nya iblis menyeramkan satu ini," ucap suara hati Zeena.


Ternyata pepatah yang mengatakan jangan melihat sesuatu dari tampilan luarnya, itu benar.


Juerlos memang memiliki wajah yang sangat mengerikan, bahkan bisa dibilang wajahnya adalah wajah iblis paling menakutkan di Vasíleio Daimónon yang pernah Zeena lihat sampai saat ini, tapi ternyata Juerlos adalah iblis yang baik.


"Hmm ... Kalau begitu mari masuk Yang Mulia, kita akan membicarakan mengenai pekerjaan anda di ruangan kerja saya," ucap Juerlos diiringi dengan menjulurkan kedua tangannya, untuk mempersilahkan Zeena lewat terlebih dahulu.


Namun bukannya jalan, Zeena malah terdiam dengan wajah yang sedikit kesal, melihat hal itu Juerlos dan juga Xenos dibuat bingung.


"Ada apa manusia? Bukankah kau ingin segera bekerja?" tanya Xenos dengan wajah bingungnya. "Mengapa Juerlos selalu menyebutku dengan sebutan Yang Mulia? Panggil Zeena saja!" balas Zeena langsung dengan nada bicara yang tegas.


Dan kini Xenos dan Juerlos lah yang terdiam, Xenos diam karena Zeena malah menolak suatu penghormatan. Sementara Juerlos diam karena sedikit bingung harus menjawab seperti apa.


Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya Juerlos mulai menjelaskan dengan kata-kata yang paling sederhana, "Saya begitu menghormati kelima pilar raja iblis di dunia ini, begitupun dengan seluruh keturunan utamanya. Dan karena Anda adalah Wanita Bintang Pijar mereka, maka saya harus memperlakukan Anda dengan hal yang sama. Saya berharap Anda mau menerima hal ini, karena saya tidak akan bisa menyebut nama Anda begitu saja."

__ADS_1


Ketika mendengar semua penjelasan itu, akhirnya Zeena mengerti tentang betapa pentingnya rasa hormat di dunia iblis ini.


Meski dia sedikit risih karena belum terbiasa, tapi pada akhirnya Zeena mengizinkan Juerlos untuk memanggil dirinya dengan sebutan "Yang mulia."


Lalu setelah masalah panggilan nama Zeena selesai, mereka bertiga pun langsung berjalan untuk masuk ke dalam kastil yang besar itu.


Saat pintu utama kastil dibuka, suara teriakan yang mengerikan semakin terdengar jelas. Aroma yang begitu menyengat pun menusuk hidung mereka bertiga, namun karena Juerlos sudah terbiasa, dia terlihat biasa-biasa saja.


Dan mulai dari depan pintu masuk itu, Juerlos lah yang akan memimpin Zeena dan Xenos untuk ke ruang kerjanya.


Sepanjang jalan, mereka hanya melewati lorong-lorong yang gelap, dengan sel tahanan di kedua sisinya. Bisa dibilang kastil hanyalah tampilan luar dari bangunan tua itu, dan penjara lah yang menjadi bagian dalamnya.


Setiap mereka melewati sel-sel tahanan, suara teriakan putus asa dan juga memberontak terus terdengar dari iblis yang berbeda.


Ada yang di bakar dengan api dan lava panas, ada yang dicambuk dengan keras, sampai ada juga yang dipaksa berjalan di atas rumput yang hijau, namun dengan ujung setajam pisau.


Melihat semua itu, salah satu pertanyaan Zeena saat mendarat di sekitar kastil tersebut pun terjawab, tentang suara teriakan yang pertama kali dia dengar saat tiba di tempat itu.


Ternyata jeritan mengerikan yang dia dengar tersebut berasal dari teriakan para iblis yang dihukum di kastil ini.


"Yang Mulia Zeena, tugas anda selama bekerja di lembah kematian ini, adalah membantu saya untuk memberikan hukuman kepada para iblis yang ada disini. Memberikan ketakutan, dan juga rasa putus asa yang besar." Sambil terus berjalan, Juerlos sedikit menjelaskan tentang hal apa yang harus Zeena lakukan di tempat itu.


Mendengar hal itu senyum di wajah Zeena pun mengembang, wajahnya tiba-tiba saja terlihat begitu bahagia. Dan tentu saja hal ini membawa pertanyaan bagi Juerlos, "Ada apa Yang Mulia?"


Zeena yang pikirannya sedang kemana-mana kaget mendengar pertanyaan Juerlos, seketika saja dia memadamkan senyumannya.

__ADS_1


"T–tidak ada!" jawab Zeena dengan cepat dan sedikit gugup, "Hanya saja, sepertinya aku akan sangat menikmati pekerjaan baruku ini!" lanjut Zeena berbicara dalam hatinya, dan Xenos yang dapat membaca isi pikiran, maupun suara hati Zeena itu hanya bisa tersenyum tipis melihat keunikan dari sang majikannya.


......................


Setelah cukup lama Zeena, Xenos, dan juga Juerlos berjalan melewati lorong-lorong yang gelap, disertai dengan suara jeritan yang sudah seperti lagu itu, akhirnya mereka tiba tepat di depan pintu ruangan kerja Juerlos.


Namun baru saja Juerlos ingin memutar ganggang pintu ruangan kerjanya, tiba-tiba saja dia merasakan suatu aura kekuatan yang sangat kuat dari dalam ruangan tersebut, itu sebabnya Juerlos menghentikan aksinya.


"Sepertinya saya kedatangan tamu penting yang lain, Yang Mulia Zeena. Tamu ini sedikit tidak bersahabat, anda tidak masalah dengan hal itu?" tanya Juerlos sebelum dia membuka pintu dihadapannya itu.


Mendengar pertanyaan dari Juerlos, Zeena menjadi sedikit bingung, "Tamu penting yang lain? Siapa?" lirih Zeena dengan suara yang sangat pelan.


"Emm ... Baiklah tidak masalah!" Setelah cukup berpikir, Zeena pun menjawab pertanyaan Si Penjaga lembah kematian tadi.


Karena Zeena tidak mempermasalahkan tamu lain yang ia terima, begitupun dengan Xenos yang sudah tidak perlu ditanyakan lagi, Juerlos langsung kembali memegang gagang pintu ruangan kerjanya, lalu kemudian memutarnya.


Saat pintu terbuka, suasana yang begitu mencekam datang seketika. Diantara ketiga orang itu, Zeena lah yang paling ketakutan dengan suasana tersebut.


Zeena terdiam di depan pintu, dia tidak berani untuk melangkahkan kakinya lebih dalam lagi, entah itu karena dirinya sendiri, atau karena naluri dari dalam tubuhnya.


Namun dengan cepat, Zeena langsung masuk tanpa memikirkan ancaman yang sempat dia rasakan saat Juerlos mengatakan sesuatu.


Sesuatu dengan nama iblis yang terselip di kalimatnya, nama iblis yang begitu ingin Zeena temui sejak lama.


Kalimat yang Juerlos katakan itu adalah, "Yang Mulia Lucis, apa Anda membawa rakyat Anda lagi untuk dihukum di lembah kematian ini?" Dengan kalimat itulah ketakutan Zeena langsung dikalahkan oleh rasa penasarannya.

__ADS_1


__ADS_2