
"Huh?" Seorang wanita yang terbaring lemas di kasur besar, dan megah itu akhirnya perlahan mulai membuka matanya
"Zeena? Syukurlah!"
Keempat iblis dan satu hewan magi yang terus berada disekitar wanita itu dengan wajah khawatir mereka, akhirnya merasa lega setelah mengetahui bahwa wanita itu telah bangun.
"Ada apa denganku?" tanya Zeena dengan lirih.
"Kamu kelelahan karena telah mengeluarkan mana yang sangat besar Zeena. Tapi sekarang kamu sudah baik-baik saja kan?" jawab Hans dan balik bertanya dengan wajah khawatirnya.
"Ya aku baik-baik saja, tadi hanya merasa sedikit pusing saat baru bangun, tapi kali ini sudah tidak apa-apa," balas Zeena sambil tersenyum.
Zeena yang terbaring itupun perlahan bangun, lalu duduk dan menyenderkan badannya ke bantal yang sudah Hans taruh dengan cepat dibelakang Zeena.
"Hmm ... Jadi bagaimana? Apa aku berhasil menyelesaikan semua tugas yang kalian berikan?" tanya Zeena, mendengar pertanyaan itu keempat raja iblis tersebut malah menjadi kesal.
"Astaga Zeena bisa-bisanya kamu memikirkan itu sekarang," ucap Belzuse diiringi dengan gelengan kepalanya, Zeena yang mendengar itupun hanya cengengesan.
"Kamu berhasil Zeena, semuanya telah kamu selesaikan dengan baik!" sahut Ferre yang menjawab pertanyaan Zeena tadi.
"Jadi sekarang kamu benar-benar telah mampu menggunakan ketiga tipe sihir dengan sempurna Zeena, pengendalian energi mu juga sudah sangat bagus," ucap Hans menambahkan.
"Dengan begitu jika sewaktu-waktu ada iblis ataupun makhluk lainnya yang ingin berbuat jahat padamu, maka kamu bisa mengalahkan mereka dengan mudah!" lanjut Hans dengan senyumnya.
"Wahh ... Kalau begitu ketika aku kembali ke masa lalu, maka akan ku buat Paines ketakutan! Dan kamu tak perlu datang untuk menolong ku Hans!" seru Zeena yang kesenangan.
Mendengar hal itu keempat raja iblis tersebut tertawa, begitupun dengan Xenos sang hewan magi Zeena.
Karena tawa Xenos yang cukup besar dan berbeda dari keempat raja iblis, membuat Zeena langsung berfokus padanya.
__ADS_1
"Ekkhmm ... Sekarang aku sudah berhasil, para raja iblis pun telah mengakui ku, jadi apa kau mau menyebut namaku Xenos?" ucap Zeena dengan mata yang menatap tajam Xenos.
"Ya baiklah, aku akan menyebut namamu mulai dari sekarang, Zeena," balas Xenos dan langsung membuat Zeena tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan sebutan ratuku?" tanya Zeena lagi, dan langsung dijawab cepat oleh Xenos, "Tunggu sampai kau telah diakui oleh kelima raja iblis dunia ini!"
Zeena yang mendengarnya pun langsung terdiam sejenak, namun bukan Zeena namanya jika mudah menyerah, "Baiklah kan ku cari Lucis, dan ku jadikan juga dia raja iblis ku!" balas Zeena yang menganggap serius ucapan dari Xenos tersebut.
"Eh tunggu! Mengapa kamu menyebut nama Lucis?" seru Ferre yang bingung, karena mereka berempat tidak bisa mendengar apa yang Xenos katakan, jadi mereka tidak tau betul apa yang sedang dibicarakan oleh Zeena dan hewan maginya itu.
"Xenos mengatakan akan menyebutku dengan sebutan ratu jika aku bisa diakui oleh kelima raja iblis, jadi cita-citaku selanjutnya adalah menjadi Wanita Bintang Pijar ke lima raja iblis dunia ini!" balas Zeena dengan suara yang berteriak di kalimat terakhirnya.
Astra, Hans, Ferre, dan Belzuse yang mendengar itupun menjadi semakin kaget, mereka melihat Zeena dengan tatapan tak percaya, dan mulut yang sedikit menganga.
"Aduh sebelum percakapan ini menjadi semakin ngawur, sebaiknya kamu kembali ke dunia mu ya Zeena!" ucap Belzuse.
"Benar! Kembalilah Zeena, keseimbangan duniamu mulai terganggu karena kamu terlalu lama meninggalkannya," sahut Hans.
"Bukannya mengusir! Tapi itu yang terbaik untuk saat ini," ucap Belzuse dengan cepat.
Mendengar itu Zeena pun memanyunkan bibirnya, "Hmm ... Baiklah aku akan kembali ke duniaku. Tapi sebelum aku pergi, aku ingin menanyakan sesuatu."
"Ingin menanyakan apa?" tanya Belzuse.
"Begini, sampai sekarang aku masih belum mengerti tentang apa tugas sebenarnya dari seorang Wanita Bintang Pijar, apakah hanya sebagai tradisi? Atau hanya untuk membuktikan siapa raja iblis terkuat?" ucap Zeena yang menjelaskan apa hal yang membuatnya sangat penasaran belakangan ini.
"Selain sebagai tradisi yang memang sudah dilakukan oleh para raja-raja iblis terdahulu, pemanggilan Wanita Bintang Pijar juga akan membantu menjaga keseimbangan dunia ini."
"Seorang Wanita Bintang Pijar adalah sosok paling kuat di dunia ini, dengan begitu dia bisa lebih mudah untuk mengatur, dan menjaga kedamaian. Karena tidak akan ada satupun iblis yang dapat mengalahkannya."
__ADS_1
"Secara singkatnya, tugas Wanita Bintang Pijar adalah seperti dewi yang akan memberi hukuman kepada mereka yang salah, dan melindungi mereka yang lemah."
"Lalu jika dilihat dari periode raja iblis sebelumnya, raja iblis yang memiliki Wanita Bintang Pijar adalah yang paling berkuasa, karena kekuatan yang dimiliki oleh Wanita Bintang Pijar akan secara alami mengalir juga ditubuhnya, dengan begitu dia akan menjadi yang terkuat."
Ucap Astra yang menjelaskan dengan sangat panjang lebar, dengan penjelasan yang panjang itu Zeena pun akhirnya langsung mengerti.
"Okei!" seru Zeena dengan sedikit berteriak, "Jadi karena pertanyaan ku sudah dijawab, maka aku harus segera kembali ke duniaku yang membosankan ya?" lanjut Zeena dengan nada suara yang sedih.
"Sepertinya kau sangat tidak menyukai dunia tempat asalmu ya, mau ku hancurkan saja?" ucap Xenos dengan gerak-gerik yang mulai mencurigakan, dia mulai memperlihatkan taring dan kuku tajamnya, juga tersenyum dengan licik.
"Hei jangan! Meski disana sangat membosankan, tapi setidaknya masih ada orang-orang baik yang cukup menyenangkan, walau ku rasa hanya sedikit," balas Zeena langsung.
"Hmm ... Yasudah lah cepat bawa aku kembali, ku ingin segera tidur di kasurku," lanjut Zeena.
"Ambillah ini Zeena, buku ini berisi semua mantra-mantra yang dapat kamu pelajari," ucap Astra yang menghampiri Zeena sembari memberikan sebuah buku.
Melihat hal itu Zeena pun menjadi sangat senang, dengan senyum yang mengembang diwajahnya dia mengambil buku tersebut.
"Wah buku mantra sihir! Terimakasih Astra!" seru Zeena yang kesenangan, dan Astra pun membalasnya dengan anggukan.
Lalu setelah itu Hans pun langsung mengembalikan Zeena ke dunia asalnya.
......................
Saat ini Zeena benar-benar terlihat sangat kesal, hal ini dikarenakan dirinya yang duduk manis di kasur yang empuk saat berada di dunia iblis, malah berada di dalam garasi mobilnya saat pindah ke dunia asalnya.
Bahkan Zeena masih di dalam mobil yang dia gunakan untuk pulang sekolah, dan juga dia masih mengenakan seragam sekolahnya.
"Ohh ... Jadi saat kembali ke dunia ini, aku akan kembali ke tempat sebelum aku masuk ke dunia iblis itu. Sama seperti waktu itu, aku masuk ke dunia lain saat berada di kasur, maka aku juga kembali ke kasur."
__ADS_1
"Dan tadi saat berpindah aku ada di dunia buatan Paines yang seharusnya itu merupakan garasi mobilku, jadi ketika dunia Paines hancur maka aku kembali ke garasi mobilku, ya."
Ucap Zeena yang langsung membuat kesimpulan dari kejadian ini, dengan sangat enggan dia pun berjalan untuk masuk ke dalam rumahnya.