
Jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 12.07, itu berarti sudah lebih dari 2 jam dia berada di Qreus Hill Mall untuk berbelanja.
Dan dalam waktu 2 jam itu, gadis remaja tersebut telah membeli seluruh kebutuhan yang ia butuhkan selama sebulan ke depan.
"Hmm ... Tidak ada masalah dengan stok makanan selama sebulan. Tapi karena papa hanya mengirimiku uang 30 juta, aku jadi tak bisa membeli banyak pakaian, dan juga skincare! Lagi pula apa yang dipikirkan oleh pria tua itu?! Bagaimana caraku untuk membayar spp bulanan, dan juga uang listrik, wifi, serta air?!" ucap Zeena dengan nada bicara yang marah.
Xenos yang mendengar Zeena marah-marah hanya bisa diam, lagi pula dia tidak mengerti banyak mengenai dunia manusia tempat Zeena sang Wanita Bintang Pijar para iblis itu tinggal.
Namun diamnya Xenos malah membuat Zeena semakin marah, "Hei kau! Apa kau tak dapat membantuku?!" Dengan amarahnya yang meluap-luap, Zeena menatap tajam Xenos.
"Apa kau membutuhkan pekerjaan?" balas Xenos dengan sebuah pertanyaan, mendengar hal itu Zeena pun mengangguk dengan cepat.
"Kalau begitu aku punya satu pekerjaan yang sangat cocok untukmu!" lanjut Xenos dengan senyum menyeringai yang terukir di wajahnya.
"Kalau begitu cepat katakan saja!" Zeena yang sudah tidak sabar itu pun marah, karena Xenos terlalu banyak mengatakan ini itu, dan bukannya langsung memberitahunya saja.
Melihat kesabaran Zeena yang sudah semakin menipis itu, akhirnya tanpa menunggu lebih lama lagi, Xenos pun menjelaskan apa maksud dari perkataannya beberapa saat yang lalu.
"Saat ini Juerlos, Si Penjaga lembah kematian sedang memiliki masalah dengan kesehatan perutnya. Jadi selama beberapa hari ini dia sulit untuk mengontrol para iblis yang ada disana."
"Ditambah selama beberapa hari ini, semakin banyak iblis yang dikirim oleh kelima raja iblis ke lembah kematian untuk diberikan hukuman."
"Namun dengan kondisinya seperti saat ini, dia sulit untuk melakukan tugasnya itu. Singkatnya Juerlos membutuhkan seorang asisten untuk membantu pekerjaannya tersebut."
"Kau tak perlu khawatir soal upah, Juerlos akan dengan senang hati memberikan harta karun miliknya untuk Wanita Bintang Pijar para raja iblis, apalagi jika kau mau bekerja untuknya."
Dengan suara yang fasih, dan kalimat yang sangat lengkap, Xenos mampu membuat Zeena langsung mengerti dengan penjelasannya.
__ADS_1
Dan setelah mendengar apa yang Xenos katakan, mata Zeena terbelalak, tatapan matanya yang awalnya terlihat marah dan kesal, kini terlihat berbinar karena kesenangan.
"Harta karun?!" Zeena berteriak dengan riang, ya beruntungnya mereka karena saat ini mereka berdua sedang berada di tempat yang sepi.
Xenos mengangguk-anggukkan kepalanya, "Ada banyak harta karun, emas, dan juga permata di lembah kematian. Sebagian besar harta karun di sana merupakan harta milik para iblis yang dihukum di lembah kematian tersebut."
"Loh? Kenapa diambil? Apa keluarga mereka tidak membutuhkannya? Anak istrinya kasian dong," ucap Zeena dengan muka sok polosnya.
Mendengar hal itu Xenos pun tak tahan untuk menahan tawanya, dan pada akhirnya dia tertawa terbahak-bahak, membuat mood Zeena kembali berantakan, "Mengapa kau tertawa hah?!"
"Begini, iblis itu tidak mempunyai anak, dan juga istri atau suami. Iblis hanya memiliki keturunan, para iblis tidak lahir dari perut seorang wanita seperti kalian para manusia."
"Iblis terlahir dari darah iblis sebelumnya, jika seorang iblis mati, maka darahnya akan melahirkan iblis yang baru. Itu sebabnya garis keturunan iblis tidak dapat dirusak."
"Hanya ada 6 iblis yang terlahir bukan karena darah, yaitu bapak para iblis, dan kelima pilar raja iblis yaitu Asmodeus, Azazel, Beelzebub, Lucifer, dan juga Abaddon. Karena mereka adalah awal dari kehidupan para iblis di Vasíleio Daimónon."
Hal itu Xenos katakan karena dia tak ingin repot-repot lagi untuk menjawab pertanyaan Zeena yang lainnya, lagi pula jika Zeena ingin bekerja di lembah kematian, maka dia harus sesegera mungkin kesana.
Dan tanpa berkata-kata lagi, Zeena langsung menurut ketika Xenos menyuruh dirinya untuk memegang surai Xenos.
Beberapa saat kemudian Xenos pun membuat lingkaran sihir instan di atas tanah menggunakan mantra sihir, lingkaran sihir itu pun langsung ada di tanah tempat Zeena dan Xenos berdiri saat ini.
"Lembah kematian!"
Setelah membuat lingkaran sihir itu, Xenos langsung mengatakan nama tempat tujuannya dan juga Zeena, yaitu lembah kematian.
Selang beberapa detik cahaya yang amat terang menyelimuti mereka. Ketika cahaya itu perlahan menghilang, suara jeritan yang mengerikan dan juga tempat yang gelap gulita menyambut kehadiran Zeena dan hewan maginya.
__ADS_1
"Kita sudah sampai," seru Xenos dengan suaranya yang berat, mendengar hal itu Zeena pun melepaskan surai Xenos yang ia pegang sedari tadi. "Tempat yang menyeramkan!"
Mata Zeena pun melihat sekeliling tempat dia berada saat ini, dia mencoba untuk membiasakan diri di tempat yang menyeramkan itu, karena bagaimanapun tempat tersebut akan menjadi tempat dia bekerja selama beberapa waktu.
Namun sepertinya akan sulit bagi Zeena untuk beradaptasi dengan lingkungan yang seperti itu. Suasana di lembah kematian tersebut benar-benar sangat mencekam.
Bau darah yang amis, tempat yang gelap gulita, jeritan menakutkan yang terus berbunyi layaknya sebuah lagu, dan juga hawa yang sangat panas menambah kesan mengerikannya lembah kematian itu.
"Ayo masuk!"
Disaat Zeena masih terdiam karena sulit untuk membiasakan dirinya, suara Xenos yang terdengar tegas langsung menyadarkannya.
Perlahan Xenos berjalan maju ke depan, dan karena takut ditinggal sendiri di tempat itu, Zeena langsung berlari kecil untuk menyusul Xenos.
Setelah mereka terus melangkahkan kaki ke depan, sebuah kastil yang besar perlahan terlihat.
Kastil itu ditutupi oleh kabut-kabut tipis, jadi wajar jika di jarak yang tadi mereka tidak dapat melihat kastil besar tersebut.
Dan juga terdapat lava panas yang mengelilingi kastil itu, dengan begitu alasan mengapa hawa disana terasa begitu panas pun terjawab.
Lava panas tersebut menjadi pemisah antara daratan lain, dengan daratan kastil yang besar itu. Jadi untuk masuk ke dalam, harus ada seseorang yang berada di dalam kastil tersebut untuk menurunkan jembatan yang ada.
Namun Zeena dan juga Xenos tak perlu repot-repot memanggil seseorang yang ada di dalam kastil besar itu, karena dengan sendirinya sudah ada sesosok iblis yang membukakannya.
Secara perlahan, jembatan yang sekaligus berfungsi sebagai pintu masuk itu pun turun, membuat jalan untuk Zeena dan Xenos terbuka.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Wanita Bintang Pijar para raja iblis, dan juga hewan maginya itu langsung berjalan di atas jembatan tersebut.
__ADS_1