Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 7. Kembali Ke Dunia Iblis


__ADS_3

Pemandangan yang sangat mengagumkan juga keren kini ada di depan mata Zeena. Hans berdiri dengan gagah sembari mengarahkan ujung pedang yang dia pegang ke arah sosok menyeramkan yang ingin menerkam Zeena tadi.


"Asmodeus Paines, berani-beraninya kau mencoba menyerang wanita ku!" seru Hans dengan datar, namun terdengar sangat keren bagi Zeena, dan sangat mengintimidasi bagi sosok menyeramkan tersebut.


Zeena yang kagum tiba-tiba menjadi bingung, terlintas di benaknya kata pertama yang Hans sebutkan tadi, "Asmodeus? Dia berasal dari wilayah kerajaan mu Hans?" tanya Zeena.


"Benar, dia adalah salah satu rakyat dari kerajaan ku, namun dia ini malah lebih sering mengikuti ajaran dari kerajaan Lucis, dia memang suka melahap jiwa-jiwa manusia, sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang di kerajaan Lucis," jawab Hans sambil menjelaskan.


"Ahh begitu, pantas saja iblis sialan ini ingin memakan ku!" seru Zeena dengan geram, Hans yang melihatnya malah tertawa.


Beberapa saat kemudian Hans kembali serius, dia melihat dengan tajam sosok iblis bernama Paines itu yang merupakan rakyat kerajaannya. "Baiklah, sekarang kau ingin ku apakan? Sebelumnya kau telah sering berbuat kesalahan serupa seperti ini, dan sekarang kau hampir mencelakai Wanita Bintang Pijar dari keempat raja iblis. Katakan padaku! apa dengan masalah ini kau pantas untuk dimaafkan?" ucap Hans dengan nada sedikit membentak di kalimat terakhir.


Sosok menyeramkan yang bernama Paines itu pun semakin menundukkan kepalanya saat mengetahui Hans yang marah besar.


"H–hamba tau hamba salah besar t–tuan, tapi mohon m–maaf kan hamba, hamba tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi, hamba b–berjanji," balas Paines dengan sangat terbata-bata karena saking gugup dan takutnya.


"Huft ..." Hans menghela berat napasnya, "Aku sudah pusing dengan mu. Aku tidak akan membunuhmu karena masalah ini, namun aku tetap akan menghukum mu Paines, kau akan ku kirim ke lembah kematian, disana biarlah Juerlos yang memberikan hukuman yang pantas untukmu. Dan Jika setelah dihukum kau kembali membuat masalah, maka pedang ini akan siap untuk ditancapkan ke jantung mu!" lanjut Hans dengan suara yang menakutkan.

__ADS_1


Paines ingin meminta keringanan lagi, karena yang dia tau siapapun yang masuk ke lembah kematian akan merasakan kematian yang mengerikan meski dia masih hidup.


Namun saat Paines mengangkat kepalanya, dia melihat sorot mata tajam milik Hans, membuatnya tak berani untuk berkata apa-apa lagi.


Paines pun akhirnya dikirim oleh Hans ke lembah kematian menggunakan sihir teleportasi nya, setelah itu Hans menyimpan kembali pedang yang dia pegang tadi ke dalam tubuhnya.


Zeena yang bingung melihat hal itu pun akhirnya bertanya, "Pedang apa itu Hans? Mengapa si Paines itu sangat ketakutan saat melihat pedang tersebut?"


"Pedang yang ku pegang tadi, adalah pedang pembasmi iblis yang hanya dimiliki oleh kelima raja iblis. Pedang tersebut digunakan untuk menghukum mati para iblis yang melanggar peraturan dunia iblis," jawab Hans


Belum sempat Zeena mengatakan apapun lagi, Hans langsung meraih tangan Zeena untuk membawanya keluar dari dunia ciptaan Paines itu.


"Ini di dunia iblis? Tapi ini kerajaan milik siapa?" tanya Zeena dengan mata yang terus melihat sekeliling tempat yang dia datangi saat ini.


"Siapa yang membawamu kesini Zeena? Tentu saja ini kerajaan milik ku, kerajaan keluarga Asmodeus di bagian selatan dunia iblis," jawab Hans sambil menggeleng heran, Zeena yang mendengarnya pun hanya cengengesan.


"Akhirnya aku kembali ke dunia ini!" seru Zeena dengan sangat senang, "Kau tau aku sangat kesal dengan kalian yang memulangkan ku kembali ke dunia ku begitu saja, mengapa kalian tidak membiarkan ku untuk menetap di dunia iblis ini? Apa alasannya hanya karena kalian tidak ingin aku bolos sekolah?" lanjut Zeena dengan nada suara yang berubah menjadi kesal, kemudian langsung menyerang Hans dengan pertanyaan.

__ADS_1


"Sebenarnya hanya ada dua alasan mengapa Kau harus kembali ke dunia mu. Pertama, dunia iblis ini tidak memiliki akademi sihir ataupun sekolah iblis, jika kau tidak mendapatkan pelajaran sama sekali maka kau akan menjadi bodoh bukan? Bagaimana bisa kami membiarkan wanita kami yang pintar berubah menjadi bodoh hanya karena masuk ke dunia lain ini, Lagi pula kamu masih sekolah bukan? Apa kata teman-teman, keluarga, maupun gurumu saat tau kamu pergi begitu saja? Jelas mereka akan merasa aneh kan," jelas Hans menjawab pertanyaan Zeena barusan.


Zeena berpikir sembari memegang dagunya, "Hmm ... Itu benar juga sih, orang-orang akan kaget dan bingung jika aku menghilang begitu saja, lagi pula aku bisa keluar masuk ke dunia ini, tidak terlalu buruk. Tapi apa alasan keduanya?" sahut Zeena.


Hans menjentikkan jarinya, selang beberapa detik muncul sebuah gambar yang melayang di udara, gambar itu memperlihatkan dua kondisi dunia Zeena.


"Yang sebelah kanan adalah kondisi saat kamu ada disana, energi dunia mu stabil, dan yang disebelah kiri adalah kondisinya saat kamu tidak ada di dunia mu, air laut, udara, cuaca, dan masih banyak hal lainnya akan menjadi tidak stabil dan kacau. Mungkin tidak ada pengaruhnya jika kamu berada disini selama beberapa hari saja, tapi bagaimana jika selamanya? Maka dunia mu akan hancur."


"Zeena, energi mana yang begitu besar yang ada ditubuh mu itu mengikat energi alam di duniamu, hal inilah yang membuat semuanya menjadi teratur dan stabil, namun saat kamu tidak ada disana, maka tidak ada orang lain lagi yang memiliki energi mana yang dapat mengikat energi alam tersebut."


Hans kembali menjawab pertanyaan Zeena dengan penjelasan yang amat panjang dan rinci.


Zeena pun akhirnya mengerti, setelah melihat Zeena yang sudah puas dengan jawabannya, Hans menarik pelan tangan Zeena untuk pergi ke ruangan lainnya.


Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah lapangan luas yang terletak tepat di tengah kerajaan, di lapangan itu terdapat alat-alat tempur seperti pedang, panah, tombak, dan masih banyak yang lainnya lagi. Di setiap sudut lapangan itu juga ada rak buku yang berisi buku-buku tentang sihir.


"Hari ini aku akan mengajari mu cara menggunakan dan mengendalikan sihir mu Zeena," seru Hans yang saat ini sudah berada di tengah lapangan bersama dengan Zeena.

__ADS_1


Sebelum memulai pelatihannya, Hans memberikan sebuah kalung kepada Zeena. "Ini adalah kalung dari kami berempat, Aku, Ferre, Astra, dan Belzuse. Kalung ini akan menyegel kekuatan yang sangat besar yang ada ditubuh mu Zeena, dengan menggunakan kalung ini kamu dapat mengendalikan kekuatan sihir mu dengan lebih mudah," jelas Hans setelah memasangkan kalung tersebut ke leher Wanita Bintang Pijar nya itu.


__ADS_2