Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 14. Xenos! Hewan Magi Zeena


__ADS_3

Seekor sosok manticore pun terlihat dengan jelas ketika sinar yang sempat menerangi tempat itu benar-benar menghilang.


Tentu saja, manticore yang dikenal sebagai makhluk ganas itu langsung mengamuk, ketika dirinya sadar bahwa dia telah dipanggil paksa menggunakan sihir pemanggilan.


Manticore itupun ingin merusak lingkaran sihir yang telah dibuat untuk memanggilnya tadi.


Hal ini dia lakukan karena hewan magi yang dipanggil melalui lingkaran sihir pemanggilan akan terikat dengan lingkaran sihir tersebut, dan satu-satunya cara agar dia bisa kabur adalah dengan merusak lingkaran sihir itu.


Namun sebelum manticore itu semakin mengganas dan menghancurkan lingkaran sihir yang telah dibuat, keempat hewan magi dari keempat raja iblis yang sudah siap siaga disana langsung melumpuhkan manticore tersebut sesuai dengan yang Astra perintahkan.


Manticore yang awalnya begitu lasak itupun akhirnya diam tak melawan, dan setelah manticore tersebut benar-benar tidak melawan lagi, Hans dan Ferre langsung memindahkan manticore tersebut ke lingkaran sihir yang satunya lagi.


Hal itu mereka lakukan agar mereka bisa melakukan tahap selanjutnya, yaitu menjadikan sang makhluk mitologi ganas itu sebagai hewan magi Zeena seutuhnya.


Ketika manticore itu telah berpindah, Zeena kembali melukai telapak tangannya, dan membiarkan darahnya yang jatuh mengalir ke seluruh garis di lingkaran sihir kedua itu.


"Ánthropoi kai zóa allilosymplirónontai! Dengan darahku yang mengalir, aku akan membuat ikatan tak terlepaskan denganmu, maka penuhilah panggilan ku! Xenos!!"


Zeena kembali merapalkan mantra yang telah diajarkan padanya, lalu kata terakhir Zeena di mantranya itu adalah nama yang telah dia pilih untuk hewan maginya tersebut.


Saat namanya telah disebutkan, manticore itupun langsung berdiri dengan tegap, matanya terlihat seperti sedang menatap tajam Zeena.


Lalu beberapa saat kemudian, mulut Xenos si manticore itu terlihat bergerak. "Jadi pemilik ku adalah seorang wanita sepertimu? Tak aku sangka kau berani menjalin kontrak denganku! Punya kelebihan apa dirimu?"


"Kau bisa bicara?" tanya Zeena yang sedikit ragu bahwa suara yang dia dengar barusan berasal dari Xenos, sang hewan maginya yang baru saja menjalin kontrak dengannya itu.


"Tentu saja! Kau pikir aku bisu? Tapi ya hanya kau yang bisa mendengarnya," ucap Xenos yang ternyata benar-benar bisa berbicara.


"Hanya aku? Kenapa?" tanya Zeena lagi, mendengar pertanyaan itu wajah Xenos terlihat berubah menjadi kesal, "Tentu saja karena aku adalah hewan magi mu!"

__ADS_1


"Ahh begitu ternyata, pantas saja sejak tadi aku tidak mendengar Drákos, Gigántio, Lýkos, dan Fidioú bersuara. Padahal Astra, Hans, Belzuse, dan Ferre seperti sedang berkomunikasi dengan mereka," ucap Zeena yang mengerti diiringi dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Jadi ternyata kau adalah Wanita Bintang Pijar dari raja iblis periode ini? Itu berarti kau seorang manusia?" kini Xenos lah yang balik bertanya.


"Iya, dan benar aku adalah seorang manusia!" balas Zeena yang langsung menjawab kedua pertanyaan dari Xenos itu.


"Raja iblis yang mana?" tanya Xenos lagi.


"Keempatnya!" jawab Zeena langsung tanpa bertele-tele, "APA?!" Xenos yang mendengar jawaban dari Zeena itu dibuat kaget bukan main. Bahkan raut wajah kaget dari Xenos pun benar-benar sangat terlihat saat ini.


"Ya itu benar, kau pasti kaget karena aku cuma menjadi Wanita Bintang Pijar dari keempat raja iblis bukan? Dan bukannya menjadi Wanita Bintang Pijar dari kelima raja iblis yang ada di dunia ini," ucap Zeena yang malah membuat Xenos semakin terlihat kaget.


"Sebenarnya aku juga ingin menjadi Wanita Bintang Pijar dari Lucis, namun sampai sekarang aku belum bertemu dengannya," lanjut Zeena dengan muka sedihnya.


"Bukan itu! Dasar kau ini memang sangat bodoh! Aku kaget karena kau hampir memborong semua raja iblis yang ada di dunia ini, dan kau masih berpikir ingin berkontrak dengan Lucis juga?" sahut Xenos dengan wajahnya yang kesal.


"Seekor manticore tertawa?"


"Mereka sedang membicarakan apa?"


"Terlihat begitu menyenangkan!"


"Kurasa manticore itu sedang mentertawakan keunikan dan keanehan Zeena."


Ucap keempat raja iblis yang menyaksikan interaksi antara Zeena dan Xenos, mereka berempat pun benar-benar merasa penasaran dengan apa yang saat ini Xenos katakan pada Wanita Bintang Pijar mereka.


"Baiklah, kurasa aku telah bersedia menjadi hewan magi mu," ucap Xenos setelah dirinya berhenti tertawa.


"Namun ingat! Jika ternyata kau yang sebagai seorang Wanita Bintang Pijar dari keempat raja iblis tidak memenuhi ekspektasi ku, maka aku tidak akan mau mendengarkan perintah mu, tak peduli meski kau akan menyiksa ku karena itu," lanjut Xenos.

__ADS_1


"Baiklah! Akan ku buktikan bahwa aku layak menjadi pemilik dari hewan magi ganas sepertimu, Xenos!"


"Ya!"


......................


Keempat hewan magi dari Hans, Astra, Ferre dan Belzuse telah kembali ke tempat persembunyian mereka masing-masing.


Sementara Xenos yang merupakan hewan magi Zeena masih tetap berada di lapangan tersebut, karena dia ingin menyaksikan pemilik barunya yang sedang berlatih sihir itu.


Lalu saat ini Zeena kembali melanjutkan latihannya, dan ini merupakan latihan terakhir Zeena untuk pertemuan kali ini.


"Zeena latihan terakhirmu kali ini adalah untuk menguji kemampuan tipe sihir penyembuhan mu," ucap Astra yang memulai pelatihan.


"Disebelah sana sudah ada suatu situasi buatan dimana kemampuan, dan pengendalian tipe sihir penyembuhan mu akan sangat diuji Zeena," lanjut Astra sembari menunjuk suatu situasi buatan yang dia maksud itu.


Astra menunjuk suatu situasi buatan yang telah disiapkan untuk melatih kemampuan Zeena, dimana letak situasi buatan itu sendiri sedikit jauh dari Zeena, dan yang lainnya berdiri saat ini.


Zeena pun segera melihat sesuatu yang Astra tunjuk menggunakan tangannya itu.


Terlihatlah disana suatu situasi buatan dengan berlatar belakang peperangan, lalu di situasi buatan tersebut terdapat seorang wanita yang sedang terluka, juga lingkungan disekitar wanita itupun benar-benar sangat buruk.


Udara di situasi buatan itu benar-benar sangat tidak bersih, atau lebih tepatnya lagi udara disana kotor, dan akan sangat berbahaya jika dihirup. Udara kotor tersebut disebabkan oleh ledakan-ledakan yang dihasilkan dari perang itu.


"Zeena, sembuhkan lah wanita itu, lalu netral kan area disekitarnya, hilangkan udara yang kotor, dan buat semua yang rusak kembali seperti semula!" ucap Hans memberikan arahan tentang hal apa yang harus Zeena lakukan.


"Wah banyak sekali ya, tidak ada lagi?" gumam Zeena dengan suara yang lirih, dan siapa sangka bahwa Ferre mendengar ucapannya.


"Kalau begitu pulihkan mana wanita itu, dan juga area disekitarnya!" sahut Ferre menambah tugas Zeena, "Apa?!"

__ADS_1


__ADS_2