Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 18. Berbuat Curang


__ADS_3

"Apa?!"


Saat sudah masuk ke dalam kamarnya, Zeena dibuat kaget ketika melihat tanggal di ponselnya sudah menunjukkan tanggal 19 November 2067, itu berarti sudah 2 hari dia meninggalkan dunianya tersebut.


Dimana dia masuk ke dunia iblis itu pada hari Kamis, dan baru kembali pada hari Sabtunya.


Saat Zeena kembali mengecek ponselnya, dia pun menemukan pesan whatsApp dari wali kelasnya yang mengatakan bahwa Zeena telah alfa pada hari Jum'at.


"Yaah ... Kenapa aku lupa kalau waktu di dunia iblis itu berjalan sangat lambat?! Aish ... Mereka juga kenapa tidak memberitahuku? Apa mereka lupa juga? Bagaimana ini? Aku sudah alfa!" ucap Zeena dengan teriakan frustasinya.


Sekolah Zeena dikenal sebagai sekolah dengan peraturan yang sangat ketat, tidak masuk tanpa keterangan atau alfa saja akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.


Hal inilah yang membuat Zeena benar-benar frustasi saat ini. Terlebih lagi ketika dia membayangkan bahwa hari Senin nanti, dirinya akan berlari mengelilingi lapangan yang besar sebanyak 10 kali.


Lalu Zeena pasti akan berlari sambil membawa sebuah papan tulis kecil bertuliskan "Aku anak malas yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan."


"Huahh ... Bagaimana nasibku nanti, itu benar-benar sangat memalukan!!" teriak Zeena sembari mengacak-ngacak rambutnya.


Saat Zeena sedang mengacak-ngacak rambutnya, buku sihir yang diberikan oleh Astra terjatuh dari pegangannya.


Suara buku jatuh yang cukup keras itu langsung mengalihkan perhatian Zeena, Zeena pun melihat buku sihir itu beberapa saat.


Lalu kemudian Zeena tersenyum dengan licik, "Sihir bisa melakukan segalanya bukan? Sedikit berbuat curang kurasa tidak apa-apa," gumam Zeena.


Dengan cepat Zeena mengambil buku sihir yang jatuh itu, lalu kemudian dia duduk dan membaca buku tersebut di atas kasurnya.


Saat Zeena ingin membuka buku itu, matanya tanpa sengaja menangkap suatu kalimat yang terletak di sampul buku tersebut.


"Vasíleio Daimónon"


Itulah kalimat yang Zeena tangkap, sebenarnya masih ada kalimat yang lainnya, namun Zeena tidak dapat membaca tulisan tersebut dengan jelas.


"Ahh aku ingat sekarang! Astra pernah mengatakan padaku, bahwa aku bisa kembali ke dunia iblis itu dengan menyebut Vasíleio Daimónon. Itu apa ya kira-kira?" ucap Zeena dengan lirih dan sambil berpikir.

__ADS_1


"Hmm ... Yasudah lah itu tidak penting juga, sebaiknya aku segera mencari mantra yang dapat membantuku di hari Senin nanti," lanjut Zeena.


Zeena pun langsung membuka buku itu kebagian tengah. Sebenarnya Zeena ingin melihat daftar isi dibuku tersebut terlebih dahulu, namun dirinya yang penasaran membuat dia ingin melihat isi-isi di dalam buku itu, sebelum akhirnya dia mencari mantra yang akan membantunya.


"Eh ... Tunggu, ini apa?" ucap Zeena lirih saat dirinya memperhatikan setiap tulisan di buku itu.


"Apa-apaan ini? Aku tidak dapat membacanya!!!" teriak Zeena saat tau bahwa buku itu penuh dengan tulisan-tulisan dunia iblis yang tidak dia mengerti.


"Apa tidak ada petunjuk yang ditinggalkan Astra?!" tanya Zeena sambil membolak-balik buku itu, dan mengecek setiap halaman dengan cepat.


Selama beberapa menit Zeena terus mencari, namun dia tetap belum bisa menemukan petunjuk yang dia harapkan.


Di saat Zeena sudah mulai menyerah, keajaiban pun datang. Secarik kertas jatuh dari salah satu halaman buku saat dia menggoyang-goyangkan buku itu dengan posisi terbalik.


Dengan cepat Zeena pun mengambil secarik kertas itu, lalu langsung membukanya.


– Zeena, buku mantra ini ditulis dengan huruf dunia kami, jadi jika kamu ingin membacanya, maka katakanlah metafrástis, dengan begitu kamu bisa membaca dan memahami setiap isi buku ini. –


Dan itulah yang tertulis di secarik kertas tersebut, "Terimakasih Astra," gumam Zeena dengan senyumnya, kemudian diapun menyimpan kertas tersebut.


Zeena langsung merapalkan mantra yang telah Astra sebutkan dalam kertasnya itu, setelah selesai merapalkan mantranya, Zeena kembali membuka dan melihat isi buku mantra tersebut.


"Nah begini kan enak!" ucap Zeena saat dirinya sudah dapat membaca isi buku mantra itu.


Kemudian Zeena pun langsung pergi ke halaman daftar isi untuk melihat mantra-mantra yang dapat membantunya.


Zeena menarik jari telunjuknya dari atas hingga ke bawah halaman daftar isi tersebut, hingga akhirnya dia menemukan satu keterangan yang membuatnya yakin, bahwa disana terdapat mantra yang dapat membantunya.


"Mengubah alur." Begitulah keterangan dibuku mantra tersebut jika diterjemahkan ke bahasa manusia.


Dari kiri Zeena menarik jari telunjuknya ke kanan untuk mencari di halaman berapa keterangan tersebut.


"366!" seru Zeena, dan kemudian dia pun langsung mencari halaman tersebut.

__ADS_1


"Ketemu! Baiklah, sekarang apa mantra yang dapat membantuku untuk hari Senin nanti ya?" gumam Zeena sembari terus melihat-lihat isi pada halaman tersebut.


"Hmm ... Yang ini!" seru Zeena saat akhirnya dia telah menemukan mantra yang sesuai.


– Mantra ini dapat membuatmu kembali ke masa lalu, namun kamu hanya dapat kembali pada satu waktu saja, dan mantra ini hanya akan berlangsung selama 5 menit. Jadi tetap kan lah waktu yang benar-benar sesuai dengan keinginan mu. –


Begitulah keterangan yang tertulis di bawah mantra tersebut, setelah sudah mengerti dengan maksud keterangan itu, Zeena langsung merapalkan mantra yang ada disana.


"Chrónos epanaforás Kamis, 17 November 2067, pukul 07.30!" ucap Zeena merapalkan mantranya. Dua kata pertama adalah mantra utama, sementara sisanya adalah keterangan waktu yang harus diberikan sedetail mungkin.


Selang beberapa saat setelah Zeena merapalkan mantranya, tubuhnya terasa tertarik dan pandangannya tiba-tiba menjadi gelap.


Saat pandangannya mulai terang kembali, Zeena memperhatikan sekelilingnya, dan ternyata dia sudah berada di dalam kelasnya, dengan guru mata pelajaran matematika yang sedang mengabsen.


Segera Zeena langsung melihat tanggal di ponselnya yang ada tepat di depannya saat ini, "Kamis, 17 November 2067." Begitulah yang tertulis disana.


Hal ini menjelaskan bahwa Zeena benar-benar telah berhasil kembali ke dua hari yang lalu, atau tepatnya di menit-menit terakhir sebelum namanya di absen.


"Zeena!" seru sang guru matematika menyebut nama Zeena untuk mengabsen nya, "Hadir, Pak!" balas Zeena langsung dengan senyum yang mengembang diwajahnya.


Nama Zeena yang berinisial Z itupun menjadi penutup absen di kelasnya, setelah mengabsen sang guru matematika langsung masuk ke pembelajaran.


"Baiklah anak-anak hari ini kita akan belajar tentang limit fungsi aljabar, silahkan buka buku kalian hal—" ucap guru matematika itu.


Namun belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, Zeena sudah kembali ke masa kini.


"Kyakk ... Cepat amat! Kan orang mau belajar matematika dulu!!" seru Zeena yang kesal karena dirinya ditarik kembali oleh ketentuan dari mantra itu.


"Kenapa hanya 5 menit sih? Pendek amat!" gerutu Zeena yang masih kesal. Tentu saja dia sangat kesal seperti ini, matematika adalah salah satu pelajaran yang dia suka, jadi dia begitu sedih sekaligus kesal ketika tau telah melewatkan mata pelajaran tersebut.


"Huft ..." Zeena menghela kasar napasnya untuk menghilangkan kekesalannya itu, kemudian dia meraih ponselnya untuk memastikan apakah dia telah berhasil sedikit berubah masa depan.


Zeena pun membuka whatsApp dari wali kelasnya, dan benar saja kalau ternyata dia berhasil. Karena pesan dari wali kelasnya yang mengatakan bahwa dia telah alfa benar-benar menghilang.

__ADS_1


"Syukurlah!!" gumam Zeena yang kembali senang.


__ADS_2