Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 47. Masih Belum Berhasil


__ADS_3

Ketika telah tiba di wilayah bagian Utara kerajaan milik Ferre, mata Zeena membulat karena kaget sekaligus takjub. Di padang rumput yang luas, puluhan manticore sedang menggila, mereka menghancurkan segalanya yang ada.


Dan betul kata Xenos beberapa saat yang lalu sebelum mereka datang ke tempat itu, bahwa amukan dari para manticore itu menghasilkan aura mana yang besar. Jadi bukan hal mustahil lagi jika para raja iblis akan datang ke tempat ini.


"Manusia ingatlah, mantra ini memerlukan mana yang sangat besar, kau memang bisa merapalkan mantra ini beberapa kali karena jumlah mana mu yang melimpah, tapi itu tetap membutuhkan jeda sampai dirimu bisa merapalkannya kembali. Jika dirimu gagal merubah kelima raja iblis itu kembali seperti semula, maka kau baru bisa mencobanya kembali setelah 3 jam!" jelas Xenos memberikan peringatan sebelum Zeena merapalkan mantra.


Mendengar itu Zeena langsung mengangguk dengan tegas tanda dirinya mengerti. Selang beberapa detik Wanita Bintang Pijar itu langsung mulai mengalirkan mana yang ada di tubuhnya.


Mana yang besar telah mengalir ke setiap aliran darahnya. Kali ini Zeena akan menggunakan semua energi miliknya yang tidak tersegel.


Perlahan Zeena menutup matanya, "Cahaya merobek kegelapan, katára spázontas xórki, Pigaíno!" Zeena membacakan mantra tersebut dengan fasih dan jelas. Saat mantra tersebut mulai bereaksi dengan mengeluarkan cahaya jingga yang teramat terang, Zeena kembali merapalkan sebuah mantra. "Nekróss!" seru Zeena merapalkan mantra kedua.


Mantra pertama yang dia rapalkan adalah mantra utama, mantra yang dapat membatalkan segala bentuk sihir. Lalu mantra kedua adalah mantra untuk mematikan mantra lainnya agar tidak aktif untuk sementara, karena mantra pertama akan mereka aktifkan saat kelima raja iblis sudah ada di tempat yang telah mereka beri mantra sihir.


"Kalau begitu bukankah sekarang kita harus bersembunyi?" tanya Juerlos saat suasana di antara mereka hening sesaat setelah Zeena selesai merapalkan mantra.


Pertanyaan Juerlos membuat Si Majikan dan hewan maginya sadar kalau mereka harus segera meninggalkan tempat itu, sebelum para raja iblis datang. Karena jika mereka ketahuan, maka semuanya tentu akan berantakan.


"Naiklah!" titah Xenos kepada Zeena dan juga Juerlos, manticore itu menyuruh manusia dan iblis tersebut untuk naik ke atas punggungnya.


Tentu Zeena langsung menurut tanpa pikir panjang dan segera naik ke punggung Xenos. Namun lain cerita dengan Juerlos, dia terlihat ragu dan takut, bagaimanapun juga Xenos adalah hewan magi yang sangat kuat dan dikenal ganas.


"Kemana kita akan pergi? Biar aku mengikuti dari belakang saja," ujar Juerlos yang ragu untuk naik ke atas punggung manticore ganas itu.

__ADS_1


"Kita akan berbaur dengan manticore lainnya di atas sana, karena jika kita terlalu jauh dari tempat ini, maka manusia ini tidak akan bisa merapalkan mantra untuk mengaktifkan mantra pembatalan sihir tadi," balas Juerlos menjelaskan.


"Ah ... Ternyata begitu ...." Juerlos yang masih ragu pada akhirnya tetap naik ke atas punggung Xenos setelah dia melawan rasa takutnya.


Setelah 2 penumpangnya itu sudah naik ke punggungnya, Xenos pun segera terbang dan bergabung bersama kawanan manticore.


Di atas sana, Juerlos merapalkan mantra pada dirinya dan Zeena agar aura keberadaan mereka tidak dapat dirasakan oleh para raja iblis.


......................


Langit Vasíleio Daimónon mulai menghitam, sepertinya bencana susulan akan segera datang.


"Kemana para raja iblis itu? Mengapa mereka lama sekali? Kita harus segera menyadarkan mereka bahwa majikan ku inilah Wanita Bintang Pijar yang asli, mereka harus yakin akan hal itu sebelum dunia ini benar-benar hancur!" seru Xenos sembari terus mencari hawa keberadaan kelima raja iblis. "Sabarlah sebentar, aku mulai merasakan hawa mereka walau sedikit," sahut Zeena yang mencoba terus tenang.


Suasana diantara mereka semakin mencekam, waktu terus berlalu tapi tak satupun dari raja iblis yang datang. Sampai suatu saat, setelah mereka sudah cukup lama menunggu, cahaya harapan mulai bersinar terang.


Hans dan Ferre muncul dari balik perbukitan yang ada di Barat, Astra muncul dari arah Timur yang tak lama kemudian disusul oleh Belzuse dari arah yang sama. Lalu Lucis datang dari arah Selatan tempat Hutan Jeritan berada.


"Itu mereka!" lirih Zeena dengan suara yang pelan, "Ya, sekarang tunggu sampai mereka berada di arena mantra pembatalan sihir yang kau rapalkan tadi, lalu setelah itu segera aktifkan mantranya!" ucap Xenos memberikan arahan.


Zeena langsung mengganguk mengerti, dia menunggu dengan sabar sampai kelima raja iblis tersebut masuk ke dalam perangkapnya.


"Sekarang!" teriak Xenos ketika Hans, Ferre, Astra, Belzuse, dan Lucis sudah berada di arena sihir dari mantra yang Zeena rapalkan.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut, Si Wanita keempat raja iblis langsung dengan sangat cepat merapalkan mantra untuk mengaktifkan mantra pembatalan sihir. "Áfxisi!" teriak Zeena lantang. Suara teriakan Zeena pun sampai ke telinga para raja iblis yang berjarak tidak terlalu jauh darinya.


Lima pasang mata dari lima raja iblis kini menatap Zeena dengan tatapan bingung, kaget, sekaligus marah. "Apa yang kau lakukan di sini?" teriak Lucis yang terlihat marah besar.


"Berani-beraninya kau menghabisi banyak pasukan milikku!" lanjut Lucis, tak lama setelah itu dia meluncurkan serangan kepada Zeena.


Sebuah cahaya panas bagaikan laser mengarah cepat ke arah wanita itu, untungnya Xenos yang tidak kalah cepat segera menghindar.


"Apa-apaan dia? Berani-beraninya iblis itu ingin menyakiti sosok yang akan menyelamatkan dunia ini!" ucap Xenos yang terlihat sama marahnya dengan Lucis. Dia siap untuk menyerang balik tapi dihentikan oleh Zeena, "Lucis bukan musuh kita." Itulah kalimat yang menghentikan Xenos.


"Namun ...." Xenos bergumam dengan nada ragu, "Mengapa mantranya masih belum bekerja, apa ada kesalahan?" sahut Juerlos tidak mengerti. Hal itu jugalah yang ingin Xenos tanyakan tadi.


"Tidak mungkin, aku mengaktifkannya disaat yang tepat! Jika memang ada kesalahan, itu bukan terletak pada mantranya, melainkan—" Zeena menghentikan kalimatnya saat tanpa sengaja melihat mata Astra. Mata yang seperti terhipnotis akan cinta, tapi wanita ini tahu itu bukan untuk dirinya.


"Benar! Perasaan yang sudah tumbuh akan sulit untuk dihilangkan begitu saja!" seru Zeena yang terlihat sudah mengerti dengan apa yang terjadi.


Tapi ucapan wanita itu masih sulit dimengerti oleh hewan maginya begitu juga dengan Si Penjaga Lembah Kematian.


Melihat ekspresi bingung dari 2 makhluk yang ada di dekatnya, Zeena pun segera menjelaskan maksud dari perkataannya tadi. "Nathalie adalah wanita yang cantik, ku akui itu. Saat kelima raja iblis terpengaruh oleh mantranya, di bawah alam sadar mereka, benih cinta mulai tumbuh, dan kini kelima raja iblis menyukai Nathalie sebagai Wanita Bintang Pijar."


"Cara satu-satunya untuk mengembalikan mereka adalah membuat mereka mencintai wanita lain, karena disaat itulah mantra milik Nathalie akan melemah," lanjut Zeena. Setelah penjelasan panjangnya itu, Xenos dan Juerlos pun akhirnya paham.


Perlahan Xenos dan Juerlos saling pandang dan melemparkan senyum licik mereka, "Itu mudah, kan?" gumam kedua makhluk menyeramkan itu.

__ADS_1


Seketika saja bulu kuduk Zeena tiba-tiba merinding saat mendengar 3 kata dari Xenos dan Juerlos. "Apa maksud kalian berdua?" tanyanya heran, perasaannya mulai tidak enak, seperti akan terjadi hal buruk padanya.


__ADS_2