
Zeena masuk ke dalam ruangan milik Hans. Saat sudah berada di dalam, betapa terkejutnya Zeena ketika mengetahui bahwa bukan Hans lah yang berada di dalam ruangan tersebut, melainkan seorang wanita.
Wanita itu memiliki aura yang sama seperti Zeena, aura manusia. Hal ini membuat Zeena menjadi semakin bingung dan tidak mengerti.
Perlahan Zeena berjalan mendekat ke arah wanita itu, "Siapa dia? Mengapa ada wanita manusia di ruangannya Hans?!" lirih Zeena.
"Aku bahkan tidak pernah masuk ke dalam sini sebelumnya!" lanjutnya yang kini terlihat sangat kesal. Zeena begitu cemburu dengan hal itu.
Ditengah-tengah rasa bingung, emosi, dan cemburunya yang sedang meluap-luap, tiba-tiba saja wanita yang sedang Zeena lihat itu tertawa.
"Hahaha ... Ini benar-benar begitu lucu! Betapa mudahnya membodohi mereka semua! Haha ...." ucap wanita itu diiringi dengan tawa puasnya.
Mendengar hal itu Zeena menaikkan salah satu alisnya, rasa bingungnya semakin bertambah, "Membodohi siapa? Apa maksud wanita ini?"
Selang beberapa saat, wanita itu pun berhenti tertawa, "Hmm ... Sekarang tinggal memikirkan bagaimana caranya untuk menyingkirkan Wanita Bintang Pijar yang asli itu!" ujar wanita tersebut, dan tentu membuat Zeena yang menjadi orang yang dimaksud langsung membulatkan matanya.
"Aku tahu para raja iblis memang sudah tidak menganggapnya lagi, tapi wanita sialan itu pasti masih bebas keluar masuk dunia ini. Aku harus menyingkirkannya, sebelum dia menghancurkan semua rencana ku!" lanjut wanita misterius itu, dengan nada bicara yang terdengar begitu serius.
"Menyingkirkan diriku? Rencana apa yang wanita ini maksud? Lalu sebenarnya siapa dia?!" Zeena melontarkan begitu banyak pertanyaan di dalam hatinya. Zeena memang begitu membutuhkan jawaban dari pertanyaan itu, tapi tidak mungkin dia bertanya langsung dengan wanita misterius tersebut kan? Jadi, itu sebabnya dia hanya dapat mengeluarkan pertanyaan itu di dalam hati.
Namun, ketika Zeena semakin merasa bingung, wanita misterius itu dengan sendirinya menjawab salah satu pertanyaan Zeena.
"Aku Nathalie, telah berjanji kepada Yang Mulia Ratu untuk melanjutkan rencananya, aku akan membantunya untuk mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan!" Wanita misterius tersebut menjawab pertanyaan terakhir yang Zeena lontarkan beberapa saat yang lalu.
Satu pertanyaannya memang sudah terjawab, tapi perkataan dari wanita itu menambah dua pertanyaan lagi untuk Zeena.
Yang pertama, tentang siapa sosok yang wanita itu sebut dengan sebutan Yang Mulia Ratu. Lalu hal apa yang ingin mereka dapatkan.
__ADS_1
BRRAAKK ...
Disaat masih banyak informasi yang ingin Zeena dapatkan dari wanita bernama Nathalie tersebut, wanita yang kini diyakini sebagai Wanita Bintang Pijar yang asli, tiba-tiba pintu di dobrak dari luar.
Suara dobrakan pintu yang besar membuat Zeena maupun Nathalie menjadi kaget, secara spontan mereka berdua melihat ke arah pintu itu.
"Yang Mulia Nathalie! Apa ada penyusup di dalam?!" terdengar suara teriakan salah satu pengawal dari luar.
Mendengar hal itu lagi-lagi Zeena dan Nathalie dibuat kaget. Zeena kaget karena ternyata dia sudah ketahuan oleh para pengawal.
Sementara Nathalie kaget, karena mendengar para pengawal itu mengatakan ada penyusup di dalam ruangan kerja Hans.
"Penyusup?! Dimana?!" teriak Nathalie dengan panik, dan dengan cepat dia melihat sekeliling.
Zeena lebih panik lagi, "Ada apa? Apa Xenos ketahuan? Atau mungkin dia sudah tertangkap? Tapi tidak, tidak mungkin Xenos kalah dengan para pengawal biasa itu!" gumam Zeena.
"Manusia!" Ditengah-tengah kebingungannya, Zeena dapat mendengar suara Xenos yang berbicara melalui telepati.
"Manusia, cepatlah keluar dari ruangan itu sekarang!" lanjut Si Hewan Magi Zeena itu dengan nada bicara yang begitu tegas.
Zeena mengernyitkan alisnya, "Tapi masih ada informasi yang harus aku dapatkan! Lagi pula apa yang terjadi?" balas Zeena juga melalui telepati.
"Kehadiran kita disini sudah ketahuan, kita harus segera pergi sebelum tertangkap! Hans, raja iblis itu menyadari kalau kita berdua ada di kerajaan miliknya saat ini!" Xenos pun menjelaskan situasi apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Mendengar hal itu lagi-lagi Zeena dibuat kaget, dan tanpa berpikir panjang lagi, dia pun segera bersiap membaca mantra untuk pergi.
Namun, disaat Wanita Bintang Pijar itu hampir selesai merapalkan mantra untuk keluar dari ruang kerja tersebut, sebuah perkataan dari Nathalie menghentikan aksinya.
__ADS_1
"Zeena ... Kau kah itu?" lirih Nathalie, mendengar hal tersebut Zeena membulatkan matanya.
Seketika saja Zeena langsung terpaku, "Dia telah menyadari kehadiranku? Sejak kapan?!" gumam Zeena di dalam hatinya.
"Sepertinya benar kau adalah Zeena. Apa yang kau lakukan di ruangan ini Wanita Bintang Pijar? Bukankah kehadiran mu sudah tidak diperlukan lagi? Karena kini akulah yang para raja iblis yakini sebagai Wanita Bintang Pijar yang asli! Posisimu telah aku rebut, maka dari itu sebaiknya kau pergi menjauh! Tinggalkan Vasíleio Daimónon!" ucap Nathalie dengan datar di kalimat-kalimat awal, tapi meninggi di kalimat-kalimat terakhirnya.
Nathalie tersenyum licik, "Aku yakin kau datang kesini untuk mencari informasi, kan? Kalau begitu biar ku katakan beberapa hal. Yang pertama, aku telah menyihir dirimu, membuatmu tidak memiliki aura Wanita Bintang Pijar lagi. Lalu yang kedua, kelima raja iblis juga telah aku sihir, aku menyihir mereka agar mempercayai diriku!"
Nathalie menjelaskan sebagian besar hal yang ingin Zeena tahu, membuat Zeena semakin tidak mengerti. Apa tujuan wanita itu sehingga mau memberitahu Zeena?
Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya Zeena ingin angkat suara, tapi perintah tegas dari Xenos kembali mengulurkan niatnya.
"Sudah tidak ada waktu lagi! Jika kau tetap berada di sana, maka semua usaha yang kita lakukan, dan informasi yang kita dapatkan akan sia-sia! Kau mau hal itu terjadi, manusia?! Keluar sekarang juga!" Xenos memberitahu sekaligus memerintah majikannya itu dengan begitu tegas.
Zeena mengacak-ngacak rambutnya, "Arrgghhh sialan! Kenapa jadi begini?!" teriak Zeena frustasi.
Namun dia berteriak di dalam hatinya, dia tidak bisa membiarkan Nathalie tahu di mana posisi dirinya saat ini. Karena siapa yang tahu, rencana jahat seperti apa yang akan wanita itu lakukan.
Situasi yang semakin tidak mendukung, akhirnya membuat Zeena dengan begitu terpaksa keluar dari ruangan kerja Hans tersebut.
Zeena merapalkan mantra yang sempat Xenos ajarkan padanya, sebuah mantra yang dapat membuat Zeena langsung dapat bertemu dengan Xenos, hewan maginya.
Ketika mantra selesai diucapkan, seketika saja Zeena langsung menghilang dari ruang kerja Hans, dan dibawa oleh mantra itu menuju ke tempat Xenos berada saat ini.
"Manusia! Pegang surai ku, aku akan membawa kita pergi sejauh-jauhnya dari tempat ini!" seru Xenos, saat dirinya sudah melihat Sang Majikan muncul di hadapannya. Lalu dengan cepat Zeena pun melakukan apa yang Xenos katakan.
Setelah semuanya sudah siap, Xenos merapalkan satu mantra dengan pengucapan yang cepat.
__ADS_1
Tidak lama setelah Xenos selesai merapalkan mantra tersebut, dirinya dan Zeena dibawa pergi oleh cahaya yang sangat cepat. Pergi menuju tempat yang jauh.