Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 24. Belanja Bersama Xenos


__ADS_3

Zeena pun tersenyum ketika mendengar jawaban dari para pria itu.


"Hahaha ... Sepertinya kalian sangat ketakutan! Kalian takut padaku, atau takut pada yang ada disana?" Dengan suara dan tawanya yang mengerikan, Zeena menunjuk Xenos yang berdiri tepat dibelakangnya.


Ketika melihat Xenos, ketiga pria yang baru bangun dari pingsan mereka itupun kembali memejamkan mata mereka.


"Cih ... Dasar penakut! Dikit-dikit pingsan!" seru Zeena yang kesal melihat para pria yang lemah tersebut, "Kemana sikap sok mereka waktu baru bertemu denganku saat itu?!"


Beberapa saat kemudian kekesalannya pun mulai mereda, dan setelah reda Zeena langsung menghubungi nomor polisi.


"Halo pak, saya menangkap tiga orang penjahat. Apakah anda bisa datang kesini? Saya akan share lokasinya!" ucap Zeena di telpon tersebut.


Setelah polisi yang menerima telpon itu setuju untuk datang, Zeena pun mematikan panggilannya.


Perlahan Zeena mulai memperhatikan Xenos, dan melihat Xenos dengan tatapan yang aneh, Xenos yang melihat hal itu pun dibuat bingung.


"Xenos ... Bisakah kau merapalkan mantra yang bisa membuat para pria sialan ini berkata jujur ketika ditanyai oleh polisi?" Dengan suara yang memelas, dan wajah yang sok di imut-imut kan, Zeena bertanya kepada Xenos.


"Sudah kuduga kau akan mengatakan hal ini! Tatapan aneh dari matamu tadi memanglah sangat mencurigakan." Xenos berbicara dengan nada bicara yang terdengar sedang kesal.


"Tapi kenapa kau harus terlihat ragu seperti itu saat menanyakannya? Apa kau meragukan kemampuanku?" ucap Xenos dan langsung dibalas dengan gelengan kepala oleh Zeena.


"Huft ... Baiklah akan kulakukan apa yang kau minta itu!" lanjut Xenos, dan kemudian dia pun mulai mengangkat satu tangannya, lalu mengarahkannya ke para pria itu.


"Eísainas!" Dengan suara yang tegas, Xenos merapalkan mantra tersebut, dimana mantra itu akan membuat siapa saja yang terkena akan berkata jujur selama periode waktu tertentu.


Dengan begitu maka sudah selesailah tugas Zeena untuk mengantarkan para pria jahat itu ke penjara, tempat seharusnya mereka berada.


Dan karena tugasnya telah selesai, maka kali ini dia benar-benar bisa pergi untuk berbelanja.

__ADS_1


......................


Kini Zeena sedang berjalan-jalan di dalam mall, sesekali dia masuk ke dalam tokoh yang menarik menurutnya, lalu berbelanja disana.


Namun bukannya berbelanja dengan wajah yang riang, raut wajah Zeena saat ini malah sedang campur aduk.


Terkadang raut wajahnya terlihat seperti orang yang bingung, ada kalanya seperti orang yang sedang panik, dan ada juga seperti menahan tawa, dan terkadang campuran dari ketiganya.


Dan ternyata perubahan raut wajah Zeena saat ini disebabkan oleh Xenos, Si Hewan Maginya.


Raut wajahnya menjadi bingung saat melihat Xenos yang terlihat kesusahan menghindari kerumunan orang-orang di mall itu.


Dia menahan tawanya ketika melihat wajah Xenos yang galak, menjadi panik karena sulit untuk menghindari manusia-manusia tersebut.


Lalu raut wajah Zeena akan berubah menjadi panik ketika Xenos hampir gagal menghindari para orang-orang yang tak dapat melihatnya itu, karena disaat itulah wajah Xenos terlihat lebih panik dari sebelumnya.


Karena sudah tak tahan, Zeena pun memutuskan untuk menghentikan langkah kakinya, kemudian dia duduk di salah satu kursi di mall itu.


"Huft ... Xenos, aku pusing melihatmu. Sebenarnya apa yang kau lakukan?!" Dengan suara yang sangat lemas, Zeena akhirnya bertanya kepada hewan maginya itu.


"Kalau begitu jangan lihat!" teriak Xenos dengan cepat, dan sembari tetap fokus menghindar para manusia yang hampir menabraknya.


"Lagian bukankah aku sudah bilang, kalau aku ini bukan makhluk astral? Jadi saat ini aku hanya tidak terlihat, bukan tembus pandang! Oleh karena itu jika mereka menyentuhku, maka aku akan ketahuan," lanjut Xenos menjelaskan.


Mendengar hal itu Zeena dibuat diam sesaat. "Tidak bisakah kau berubah menjadi kecil? Seukuran genggaman tanganku! Dengan begitu aku bisa memegang mu, ataupun memasukkan mu kedalam tas atau saku di hoodie ku," ucap Zeena memberikan usul.


Xenos terdiam mendengar perkataan Zeena, sedikit raut kaget terukir diwajahnya. "Bagaimana bisa aku tidak berpikir sampai kesana?" gumam Xenos dalam hatinya.


Namun dengan cepat dia menyingkirkan wajah kagetnya itu, karena jika Zeena sampai menyadari akan hal itu, dia pasti akan mengejek Xenos.

__ADS_1


"Sebenarnya aku ingin melakukan hal itu, menyusutkan tubuhku adalah hal yang mudah untukku lakukan! H–hanya akan sulit bagiku untuk melindungi mu dengan tubuh yang kecil seperti itu, kau juga akan menertawakan ukuran ku nanti bukan?!" Dengan nada bicara yang di datar kan, dan wajah yang dipaksakan untuk terlihat biasa-biasa saja, Xenos mengatakan semua kebohongan itu.


Zeena tersenyum semirik, kemudian dia sedikit menelengkan kepalanya ke kanan, "Kau sangat tidak jago dalam berbohong Xenos!" Dengan disertai tawa, Zeena mengatakan hal tersebut.


"Tapi baiklah lupakan saja. Aku tidak akan mengejek ukuranmu, jadi sebaiknya kau cepatlah menyusut! Aku sudah tidak tahan dengan semua yang kau lakukan sedari tadi!" lanjut Zeena kesal.


Melihat Zeena yang sudah mulai kehilangan kesabaran itu, dengan cepat Xenos pun segera melakukan apa yang dikatakan oleh pemiliknya.


Perlahan dia menutup kedua matanya, lalu menaikan tangan kanannya ke atas kepala.


Selama beberapa saat Xenos pun mengalirkan mana yang ada di tubuhnya, ke ujung kuku di tangan kanannya.


"Na eínai mikrós!"


Selang beberapa saat setelah Xenos selesai mengucapkan mantra itu, perlahan tubuhnya pun mulai menyusut dan menjadi kecil.


Tak perlu waktu lama, hanya dalam kurun waktu kurang dari 7 detik, tubuh Xenos sudah berubah menjadi kecil. Jika dibandingkan, saat ini ukuran tubuh Xenos setara dengan buah apel.


"Ahh! Lucunya!" girang Zeena kesenangan.


Zeena yang awalnya sempat dibuat kesal dan bingung dengan tingkah Xenos, saat ini malah berdiri dari duduknya, lalu melangkah kegirangan ke arah hewan maginya itu.


"Baby manticore! Huhu ... Ayo sini, biar aku yang cantik ini menggendong mu!" Dengan nada bicara yang sedikit mengejek, Zeena membuat Xenos menjadi kesal.


Sementara Zeena yang menyadari perubahan raut wajah kesal dari Xenos hanya tertawa kecil, perlahan dia pun berjongkok, lalu dia mengambil Xenos dan meletakkannya ke dalam saku hoodienya. "Ayo kita pergi!"


Zeena dan Xenos pun kembali melanjutkan langkah mereka yang sempat terhenti.


Mereka berdua berkeliling ke seluruh penjuru mall, melihat hal-hal yang unik, dan membeli hal-hal yang Zeena butuhkan.

__ADS_1


Mulai dari keperluan konsumsi, skincare, pakaian, maupun hiburan jika dia sedang bosan.


Zeena berjalan dengan riang, memasuki setiap toko di mall itu satu persatu. Sementara Xenos yang berada di dalam saku hoodienya Zeena, dia tak henti-hentinya mengeluarkan kepalanya untuk melihat tempat asing yang cukup menyenangkan baginya itu.


__ADS_2