Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 43. Serangan Segerombolan Iblis!


__ADS_3

Zeena dan Juerlos kini sedang berlari menuju ke pusat pemberitahuan informasi di kotanya Zeena, tujuannya agar mereka bisa memberitahu semua orang untuk segera mengungsi ke tempat yang telah Zeena sediakan.


Sebuah padang rumput luas yang telah diberikan perisai pelindung, sehingga ancaman dan bahaya dari luar tidak akan bisa masuk.


Hal itulah yang menjadi alasan mengapa Zeena dan juga Juerlos berlari saat ini, karena mereka telah menghabiskan cukup banyak energi mana untuk membuat tempat dan perisai pelindung tersebut.


Mereka tidak bisa menggunakan mana lagi hanya untuk pergi ke pusat pemberitahuan informasi, mereka masih harus menyimpan energi mana mereka untuk mengatasi serangan yang Lucis kirimkan ke dunia manusia.


"Huft ... Huft ... Hamba tidak tahu kalau berlari tanpa menggunakan energi mana akan terasa melelehkan seperti ini." Juerlos berbicara dengan napas yang tersengal-sengal saat mereka berdua telah sampai di pusat pemberitahuan informasi tersebut. Zeena yang melihat hal itu tersenyum tipis, "Itu karena kau belum terbiasa. Untungnya jarak tempat ini tidak terlalu jauh dari rumahku," ucap Zeena dan dibalas dengan anggukan cepat oleh Juerlos, "Anda benar Yang Mulia!" ucapnya.


Juerlos benar-benar tidak bisa membayangkan jika jaraknya lebih jauh dari ini maka harga dirinya yang merupakan iblis penjaga lembah kematian itu akan hancur, karena dia akan pingsan dalam wujud manusia tersebut.


"Sudah ayo masuk!" seru Zeena disaat Juerlos masih berusaha untuk mengatur napasnya, tak bisa membantah penjaga lembah kematian itu pun langsung mengikuti Zeena.


Saat mereka memasuki pusat pemberitahuan tersebut, dua orang muncul dihadapan mereka dan menanyakan apa yang ingin mereka lakukan.


Karena tak punya waktu untuk menjelaskan, Zeena pun memutuskan untuk membuat mereka pingsan dengan sihirnya. Lagi pula jika dirinya menjelaskan apa yang terjadi, orang-orang itu juga tidak akan percaya.


"Juerlos, sambungkan ke semua siaran! Kita harus membuat seluruh manusia di dunia ini mendengarkan apa yang akan kita sampaikan!" Dengan suara yang tegas Zeena memberikan perintah. Lalu dengan sigapnya Juerlos melakukan apa yang diperintahkan.


Hanya dalam beberapa detik saja, kini semua siaran tv dan juga radio di seluruh dunia telah tersambung pada pusat informasi di kota Zeena saat ini. Mengetahui semuanya telah siap, Zeena pun memulai siarannya.


Namun sebelum Zeena mulai berbicara, dirinya terlebih dahulu mengalirkan sebagian mana nya ke mulutnya. Hal itu membuat omongan Zeena kini seperti perintah yang wajib di patuhi. Untuk pertama kalinya Zeena akan menggunakan tipe sihir perintah pada orang lain dalam skala yang besar.


"Semuanya dengarkan aku! Sekarang juga kalian buka lemari pakaian kalian, lalu masuk ke dalam dan tutup mata kalian selama 10 detik! Lakukan ini jika kalian semua mau selamat! Lakukanlah sekarang juga!" Dengan suara yang tegas dan terdengar jelas, Zeena berbicara melalui sebuah mic yang ada di hadapannya.


Dalam hitungan detik saja, apa yang Zeena katakan sampai ke telinga semua orang, suara Zeena kini bergema di seluruh dunia. Televisi, radio, satelit, juga seluruh pusat informasi di dunia menyiarkan apa yang Zeena katakan.

__ADS_1


Lalu untuk memastikan apakah semua orang melakukan apa yang dirinya katakan, Zeena pun kembali menggunakan sihirnya. Sebuah sihir yang dapat membuatnya tahu aktivitas-aktivitas orang dalam radius yang sangat luas.


"Baiklah semuanya berjalan dengan baik!" seru Zeena setelah mengecek semuanya. Mendengar hal itu Juerlos menjadi senang.


"Lalu apakah sekarang kita akan langsung pergi ke inti dunia ini, Yang Mulia?" tanya Juerlos dan Zeena langsung mengiyakan.


.........................


Di ruang tamunya, wanita keempat raja iblis itu telah menyiapkan lingkaran sihir untuk sarana teleportasi dirinya dan Juerlos ke inti bumi.


Mereka berdua pun telah berdiri di atas lingkaran sihir tersebut, dan Zeena juga sudah sangat siap untuk menyebutkan tempat tujuan mereka.


Namun, tiba-tiba saja terdengar keributan dari luar rumahnya dan bau darah yang amis secara tiba-tiba memenuhi seluruh ruangan.


"Bau ini ... Ini seperti bau di lembah kematian, dari mana bau ini berasal?!" lirih Zeena yang bingung.


Mata Zeena kini tertuju pada jendela yang mengarah ke luar rumahnya, tapi karena tetap tidak bisa melihat apa-apa, Zeena dan Juerlos memutuskan untuk keluar dan mengecek.


GGRRROOWWWRR ...


Mata Zeena terbelalak tak percaya melihat apa yang ada di depannya saat ini. Segerombolan iblis berjalan ke arah rumahnya. Iblis-iblis jahat yang terlihat sangat haus akan darah.


Para iblis itu mengamuk sepanjang jalan, menghancurkan setiap rumah, kendaraan, atau apapun yang menghalangi jalan mereka. Mereka benar-benar telah menguasai jalanan saat ini.


"Pemandangan yang sungguh mengerikan!" gumam Zeena dengan wajah yang terlihat kaget, tapi suara yang terdengar seperti sedang senang.


Hal tersebut tentu saja membuat Juerlos kebingungan, "Ada apa Yang Mulia?" tanyanya yang penasaran dengan maksud dari nada bicara Si Wanita Bintang Pijar itu.

__ADS_1


"Juerlos, sepertinya aku akan bersenang-senang disini terlebih dahulu sebelum pergi ke inti dunia ini!" balas Zeena tanpa menjawab pertanyaan dari Juerlos, tapi dengan perkataan Zeena itu Juerlos tahu apa maksud dari rasa senangnya wanita yang berdiri di sampingnya saat ini.


Juerlos tersenyum, "Anda benar-benar maniak pertarungan ya, Yang Mulia!" seru Juerlos sedikit bersemangat. Mendengar hal itu Zeena pun tertawa, "Kau mulai mengenalku Juerlos!"


"Baiklah kalau begitu Yang Mulia, hamba akan pergi terlebih dahulu ke inti dunia ini," ujar Juerlos dan Zeena pun mengangguk, "Ya, aku serahkan yang di sana kepadamu terlebih dahulu!" balas Zeena dan setelah dia mengatakan kalimatnya itu, Zeena langsung berlari ke arah gerombolan para iblis jahat tersebut. Sementara Juerlos masuk ke dalam rumah Zeena dan pergi ke inti bumi menggunakan lingkaran sihir tadi.


.........................


Zeena Si Wanita Bintang Pijar kini bertarung dengan sangat bersemangat melawan semua iblis-iblis yang berusaha mendekati rumahnya.


Hanya dengan dirinya dan juga senjata magisnya yaitu panah demon, Zeena mengalahkan banyak iblis dengan cukup mudah.


Panah demon juga menjadi salah satu alasan mengapa Zeena menjadi sangat bersemangat sekarang, itu karena ini kali pertamanya Zeena menggunakan panah demon setelah masa pelatihannya selesai.


Ini benar-benar saat yang tepat untuk dirinya menguji senjata magisnya tersebut.


"Hahaha ... Ini sangat menyenangkan! Ayo keluarkan semua kekuatan kalian! Apa hanya segini kemampuan dari para iblis yang Lucis kirimkan? Lemah!" ucap Zeena dengan tawa puas dan sombongnya.


SRING ... !


Saat Zeena lengah sedikit, secara tiba-tiba muncul iblis dari arah belakangnya. Iblis itu membawa pedang yang besar dan hampir mengenai punggung Zeena, tapi dengan sigap Zeena menahan serangan itu menggunakan panahnya. Sehingga panah Zeena dan pedang iblis itu bergesekan beberapa kali.


"Pedang pelahap, ya? Sepertinya kau yang terkuat sampai saat ini!" Zeena berbicara dengan senyum yang menyeringai di wajahnya. Tak lama setelah dia mengatakan itu, Zeena memberikan dorongan kuat pada panah nya, hingga membuat pedang yang iblis itu pegang terpental.


Sssrrrttt ...


Iblis itu melewati Zeena dengan cepat untuk mengambil pedangnya, setelah pedang itu sudah kembali ke tangannya dia pun mengarahkan ujung pedang tersebut ke arah Zeena.

__ADS_1


Melihat hal itu Zeena langsung mengeluarkan anak panahnya dan bersiap untuk menembak. Mereka berdua siap untuk berduel.


__ADS_2