
Brrukkkk ...
Duel dahsyat antara Si Wanita Bintang Pijar Zeena, dan salah satu Jenderal Iblis Vasíleio Daimónon yaitu Vragen akhirnya telah usai.
Dan dalam sebuah duel, tentu akan ada yang menang dan yang kalah. Salah satu dari mereka berdua tumbang dan tersungkur ke tanah.
Perlahan Si Pemenang pun membelakangi lawannya yang sudah tidak dapat berdiri itu. Senyum kecil yang menakutkan pun terbesit di wajahnya tersebut, "Pertarungan yang luar biasa!" serunya.
"Huft ... Aku harus segera menyelesaikan yang di sini dan segera pergi untuk membantu Juerlos," Si Pemenang menghela napas kasar, kemudian dengan sihirnya dia menghabisi iblis-iblis lain yang tersisa dalam satu serangan.
Setelah memastikan sudah tidak ada lagi yang tersisa, dia pun masuk ke dalam rumahnya dan langsung berdiri di atas lingkaran sihir yang telah dirinya buat sebelumnya.
"Inti bumi!" serunya menyebutkan tempat yang ingin dia tujuh, dan dalam sekejap saja lingkaran sihir tersebut membawa dia ke sana.
Si Pemenang yang tidak lain adalah Zeena kini sudah benar-benar menghilang dari permukaan bumi, karena dirinya sudah berada di lapisan lain planet tua kecil itu.
Disisi lain, Vragen yang kalah dalam duel melawan Zeena, terus memandangi tempat terakhir dirinya melihat Wanita Bintang Pijar tersebut, yaitu pintu rumah Zeena.
Pandangannya kabur, matanya pun sudah tidak kuat lagi untuk terus terbuka, dan dengan lemas Jenderal Iblis itu mengucapkan beberapa kalimat terakhirnya sebelum akhirnya dia pingsan.
"Dalam pertarungan tadi dia bahkan tidak menggunakan mana dari dalam tubuhnya. Kekuatan tubuhnya memang telah terkuras, tapi energi mana miliknya masih sangat banyak," ucap Vragen dengan lirih.
__ADS_1
"Kenapa dia tidak menggunakan mana nya saat melawanku?" Satu pertanyaan muncul karena rasa penasaran di dalam hatinya.
"Dia hanya melawanku dengan senjata magi miliknya itu. Apa sebesar ini perbandingan kekuatan antara kami berdua? Dirinya bahkan terlihat terus menahan diri," lanjut Vragen.
"Sungguh wanita yang sangat rendah hati! Entah dia yang palsu atau yang asli, aku tetap tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya Sang Wanita Bintang Pijar." Dengan sisa-sisa energi yang Vragen miliki, dirinya mengucapkan hal ini dengan nada penuh kagum.
......................
Saat tiba di inti bumi, Zeena hampir saja terbakar hangus, dia lupa tentang betapa panasnya suhu di inti bumi tersebut. Beruntungnya, karena mana yang Zeena miliki tubuhnya memiliki ketahanan lebih terhadap panas. Jika manusia biasa yang berada di posisi Zeena, tentu dia sudah menjadi abu dalam waktu yang sangat singkat.
Dan untungnya juga, Zeena bisa dengan cepat merapalkan mantra es tingkat tinggi pada daerah di sekitarnya, hal itu membuat suhu daerah tersebut menjadi dingin sesaat.
Lalu ketika bongkahan-bongkahan es yang tercipta karena mantranya itu telah mencair, Zeena langsung kembali merapalkan mantra yang sama. Hal ini terus dia lakukan berulang kali. "Ada apa dengan suhu tidak masuk akal disini!" marah Zeena walau dirinya sendiri tahu jawaban dari pertanyaannya itu. Itu hal yang wajar, inti bumi memanglah sangat panas.
Namun, belum sempat dia kembali berbicara sebuah guncangan yang sangat kuat muncul. Segera Zeena langsung pergi menuju asal dari guncangan tersebut yang letaknya tidak jauh dari tempat dia berada saat ini.
"Juerlos!" teriak Zeena secara spontan ketika melihat Juerlos yang sedang bertarung dengan beberapa iblis kiriman Lucis. "Akkhh panas!" ringis Zeena tiba-tiba, dia telah menjauh dari bongkahan es yang dirinya buat.
"Sial! Pagoménos!" Kesabaran Wanita Bintang Pijar yang tipis itu telah terbakar, lagi dan lagi dia harus merapalkan mantra es tingkat tinggi itu untuk bertahan dari panasnya inti bumi.
Ditengah-tengah kekesalannya, mata Zeena tertuju fokus ke arah Juerlos, saat telah cukup mengamati Si Penjaga Lembah Kematian itu, Zeena menjadi semakin kesal, "Hei Kau Juerlos! Mengapa dengan entengnya kau bisa bertarung dengan suhu yang panas ini?" ucap Zeena yang tidak terima, dia merasa telah dicurangi.
__ADS_1
Mendengar ucapan Zeena tersebut Juerlos malah menjadi bingung, sejenak Juerlos pun berhenti bertarung, "Hamba kan iblis, Yang Mulia?" lirihnya dengan kepala yang dimiringkan ke kiri.
"Lagi pula mengapa Anda tidak menggunakan mantra pelindung saja? Dengan begitu Yang Mulia tidak akan merasakan suhu panas disini, karena mantra itu akan melindungi diri Anda," lanjut penjaga lembah kematian itu dengan kepala yang kini miring ke kanan.
Dengan 3 kalimat yang Juerlos lontarkan itu, rasa malu dan merasa bodoh langsung menghampiri Zeena. "Oh iya, iblis tercipta dari api, ya? Astaga, baru aja aku merasa keren karena telah berhasil mengalahkan jenderal iblis, kok malah gini sih Zeena?" gumam wanita itu di dalam hati.
"A–aku hanya ingin membuat suhu disini lebih dingin saja, kan keren kalau inti bumi jadi es ...," ucap Zeena gugup dan salah tingkah sambil tak berani melihat mata Juerlos.
"Thorákisi!" Pada akhirnya Zeena pun menghentikan segala kekonyolannya dan langsung merapalkan mantra pelindung.
Mantra pelindung itu membuat Zeena tidak perlu lagi untuk terus merapalkan mantra es tingkat tinggi agar dirinya tetap merasa dingin, karena dengan mantra tersebut Zeena telah menjadi kebal terhadap berbagai macam hal dengan ketentuan batas energi tertentu.
"Baiklah sudah cukup main-mainnya, sekarang ada di mana iblis kiriman Lucis yang lain?" ucap Zeena yang kemudian bertanya, karena saat ini dirinya hanya dapat melihat kurang dari 10 iblis yang sedang bertarung dengan Juerlos.
"Hanya merekalah yang tersisa, Yang Mulia Zeena," jawab Juerlos singkat sembari tetap fokus menghadapi iblis yang terus menyerangnya.
Jawaban Juerlos itu lalu membuat Zeena menjadi bingung, "Hanya mereka?" gumamnya tidak mengerti, "Apa kau telah mengalahkan yang lainnya sendiri, Juerlos?" lanjut Zeena.
Juerlos tertawa mendengar pertanyaan yang kembali Zeena lontarkan, "Tentu saja tidak, ada ratusan iblis yang dikirim dan banyak dari mereka memiliki kekuatan yang luar biasa. Hamba tidak akan sanggup untuk melawan mereka semua," ujar Juerlos diiringi dengan aksi berlari cepat ke arah Si Wanita Bintang Pijar.
Dari napasnya dapat diketahui bahwa Juerlos sudah sangat kelelahan, "Beberapa saat yang lalu sebagian besar iblis yang dikirim oleh Yang Mulia Lucis kembali ke Vasíleio Daimónon, tapi Hamba tidak tahu mengapa demikian. Lalu sisanya telah Hamba singkirkan," jelas Juerlos.
__ADS_1
Tak lama setelah dirinya menjelaskan situasi yang telah terjadi di inti bumi tersebut kepada Zeena, Juerlos pun terduduk lemas.
"Kau telah berjuang dengan sangat baik, Juerlos! Sekarang istirahatlah, sisanya serahkan saja pada diriku, dan tentang iblis yang kembali ke Vasíleio Daimónon kita cari tahu nanti." Zeena memuji Juerlos dengan sangat bangga, kemudian dia berjalan maju ke arah para iblis yang tersisa tersebut untuk menghabisi mereka semua.