Wanita Kelima Raja Iblis

Wanita Kelima Raja Iblis
Eps 13. Pemilihan Hewan Magi


__ADS_3

Saat keempat raja iblis telah selesai menunjukkan dan memperkenalkan hewan magi mereka masing-masing, keempat hewan magi itupun menundukkan kepala mereka seolah-olah memberi hormat kepada Zeena.


"H-hai!" ucap Zeena sedikit gugup karena kaget melihat tingkah keempat hewan magi yang gagah itu.


"Zeena, ketika berada di depan hewan magi maka kita harus bersikap dengan tegas, dan tunjukkan pada mereka bahwa kita layak menjadi orang yang harus mereka patuhi." Belzuse menegur Zeena yang gugup itu.


"Benar, mereka menunduk padamu saat ini karena tau kamulah Wanita Bintang Pijar dari kami sebagai pemilik mereka, jadi mereka yakin bahwa kamu adalah orang yang kuat, oleh karena itu buktikanlah pada mereka dan jangan ragu-ragu untuk bersikap tegas," sahut Astra.


"Ahh ... Jadi begitu, baiklah akan ku tunjukkan sekarang juga kemampuanku kepada mereka!" seru Zeena dengan kegirangan.


"Bála Fotiás!!" Zeena merapalkan mantra api tingkat menengah itu, lalu mengarahkan serangannya tersebut ke batu target sasaran pelatihan dia sebelumnya.


Seketika saja batu besar yang ada jauh disana pun hancur berkeping-keping karena terkena bola api dari serangan Zeena.


"Sudah sejago itu ternyata pengendalian kekuatanmu Zeena?" ucap Ferre kagum, "Iya dong!" balas Zeena dengan sombongnya.


Bukan hanya Ferre, namun Astra dan juga keempat hewan magi itu pun terlihat sama kagumnya.


Sementara Hans dan Belzuse yang sedari tadi terus bersama Zeena hanya tersenyum, karena mereka memang sudah tau kemampuan yang dimiliki oleh Zeena.


Mereka kagum dan bangga karena serangan Zeena tadi itu sudah sangat kuat, terlebih lagi dia menggunakan hampir seluruh kekuatannya yang tidak disegel itu.


Dimana serangan Zeena barusan dapat menghancurkan penghalang yang Hans buat.


Namun itu tidak terjadi karena setelah serangan Zeena mengenai target sasaran, Zeena langsung melahap serangannya itu sebelum serangan tersebut menyentuh penghalang yang Hans buat.

__ADS_1


"Hmm ... Tapi, bukankah seharusnya sekarang adalah giliran ku untuk memilih dan menjalin kontrak dengan hewan magi?" ucap Zeena selang beberapa menit setelah dia menyombongkan kekuatannya itu.


Ucapan Zeena itupun langsung menyadarkan para raja iblis tentang apa yang seharusnya mereka lakukan sekarang, yaitu membantu Zeena agar memiliki hewan magi juga.


"Baiklah Zeena ini adalah hewan-hewan magi yang bisa kamu pilih, semuanya adalah hewan magi langkah yang biasanya dimiliki oleh para bangsawan," ucap Ferre sembari memperlihatkan beberapa gambar hewan magi yang muncul di udara layaknya sebuah proyektor.


"Ku sarankan agar kamu memilih hewan magi yang mudah untuk dijinakkan Zeena, seperti pegasus, griffin, dan jika kamu ingin sama denganku kamu juga bisa memilih phoenix," seru Hans yang kembali memberikan saran.


"Hmm ..." Zeena berpikir sejenak dengan satu tangannya yang memegang dagunya, sementara satu tangan lainnya berkacak pinggang.


"Phoenix keren sih, tapi aku ingin yang berbeda dari kalian. Lalu Pegasus, bukankah itu hanya kuda dengan sayap? Dan selanjutnya griffin, di duniaku griffin dikenal sebagai makhluk mitologi yang suka mengambil barang-barang berkilauan seperti permata dan emas, dia akan mengambil barang-barang ku juga nanti," Zeena pun menolak saran yang diberikan oleh Hans.


"Ya griffin memang punya kebiasaan buruk seperti itu sih, jadi sekarang apa yang akan kamu pilih Zeena?" sahut Belzuse yang bingung ketika saran Hans ditolak, karena sebenarnya dia juga menyarankan ketiga hewan itu, karena ketiga hewan tersebut cukup mudah untuk dijinakkan.


Zeena terdiam sejenak dan kembali memilih hewan magi apa yang akan dia pilih, matanya melihat satu persatu puluhan gambar yang diperlihatkan oleh Ferre itu.


"Aku memilih hewan ini!" seru Zeena yang akhirnya memilih satu dari sekian banyaknya hewan magi itu.


Dari puluhan gambar hewan magi yang tersusun di udara itu, Zeena memilih seekor hewan magi yang gambarnya terletak ditengah deretan ketiga dari bawah.


Seekor hewan magi berkepala singa, berekor kalajengking, dan juga memiliki sayap yang seperti naga, kuku dan taring hewan magi itupun terlihat sangat tajam dan mengerikan.



"Kenapa? Kenapa dari sekian banyaknya pilihan kamu memilih manticore Zeena?" ucap Astra yang terlihat sangat frustasi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Astra itu Zeena langsung melihat Astra, "Manticore? Oh jadi itu spesies calon hewan magi ku!" balas Zeena dengan senyum senangnya.


"Astaga kelakuan Wanita Bintang Pijar ku memang benar-benar sangat tidak masuk akal," gumam Hans diiringi dengan gelengan kepalanya.


"Tidak masuk akal? Kenapa? Manticore itu sangat keren tau, lihatlah dia!" sahut Zeena dengan wajah bingungnya sembari menunjuk sebuah gambar dari sosok hewan magi yang telah dia pilih itu.


"Manticore adalah hewan magi yang sangat keras kepala, manticore juga dikenal dengan kekejaman dan keganasannya. Bahkan seekor manticore yang merupakan hewan kontrak dari raja iblis sebelum ku pernah menghancurkan satu pedesaan," ucap Belzuse yang menjelaskan seberapa mengerikannya manticore itu.


Namun Zeena malah hanya membalasnya dengan "Oh begitu," membuat keempat raja iblis tersebut semakin pusing untuk menghadapi wanita mereka.


Pada akhirnya keempat raja iblis itupun tak dapat berkata-kata lagi, karena mereka sudah tau betul meski mereka terus menolak, Zeena akan terus membujuk para raja iblisnya agar diizinkan untuk berkontrak dengan seekor manticore.


Jadi mau tidak mau mereka harus memenuhi keinginan dari Zeena, tanpa membuang-buang waktu lagi mereka berempat pun langsung mempersiapkan hal yang diperlukan.


Hans dan Ferre membuat lingkaran sihir untuk pemanggilan hewan magi, lalu Belzuse dan Astra membuat lingkaran sihir untuk melakukan kontrak dengan hewan magi itu setelah dipanggil.


Tak perlu waktu lama, hanya dalam waktu kurang dari 7 menit kedua lingkaran sihir itu berhasil mereka buat.


"Kalian berempat berdirilah secara melingkar di kedua lingkaran sihir itu, jika manticore yang kita panggil memberontak maka tugas kalian adalah segera melumpuhkan manticore itu!" titah Astra kepada hewan maginya, Hans, Belzuse, dan Ferre.


Dengan sangat menurut keempat hewan magi itupun segera berdiri secara melingkar di kedua lingkaran sihir yang telah dibuat itu.


"Baiklah Zeena teteskan darahmu!" seru Hans dan Zeena langsung melakukannya, dia melukai telapak tangannya menggunakan sebuah pisau kecil, lalu kemudian membiarkan darahnya itu jatuh dan mengalir ke setiap garis lingkaran sihir pemanggilan.


"Darahku mengalir ke setiap garis lingkaran sihir ini, ku alirkan mana yang ku punya untuk memanggil hewan magi ku, hewan magi yang haus akan darah dan jiwa, penuhilah panggilan ku! éla to manticore!"

__ADS_1


Zeena merapalkan mantra yang telah Astra ajarkan sebelum dia melakukan ritual pemanggilan ini.


Saat mantra selesai diucapkan, lingkaran sihir pun bersinar dengan amat terang, lalu beberapa saat kemudian sinar tersebut mulai hilang, dan secara perlahan memperlihatkan sosok makhluk ganas yang bersembunyi dibaliknya.


__ADS_2