
Perdebatan kecil antara Zeena Si Wanita Bintang Pijar dengan Lucis sang raja iblis penguasa alam bawah kini telah usai.
Dan sekarang, suasana di ruangan kerja Juerlos menjadi begitu hening. Padahal beberapa saat yang lalu ruangan itu terdengar begitu berisik dengan percakapan, dan juga perkelahian kecil yang terjadi di dalamnya.
Salah satu penyebab dari keheningan saat ini adalah ketakutan Zeena terhadap Lucis. Terlebih lagi ketika Wanita Bintang Pijar itu mengingat bahwa dia hampir saja mati, jika Xenos tidak menghentikan aksinya untuk menampar Lucis.
Saat ini pun Zeena, Juerlos, dan juga Drewes terus menundukkan kepala mereka karena takut dengan aura mengerikan milik sang raja iblis itu.
Sementara Lucis yang merupakan sumber dari semua ketakutan saat ini tentu saja tidak akan menundukkan kepalanya.
Xenos pun melakukan hal yang sama seperti Lucis, karena seekor hewan magi tidak memiliki kewajiban untuk tunduk kepada iblis lain selain majikannya, terlebih lagi jika hewan magi itu adalah seekor manticore yang keras kepala.
"Huft ...." Ditengah-tengah keheningan itu, hela napas kasar dari Lucis memecahkan kesunyian yang ada, seketika saja semua makhluk yang diam membeku langsung melihat sosok raja iblis penguasa alam bawah itu.
"Namamu Xenos, kan?" tanya Lucis sembari melihat sosok manticore yang berdiri tepat di belakang Zeena.
Mendengar pertanyaan itu, Xenos langsung menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Aku sedang tidak ingin bertanya dengan majikan mu itu, jadi aku akan bertanya denganmu saja." Lucis berbicara dengan datar, kemudian dia sedikit memberi jeda sebelum memberikan pertanyaan kepada Xenos.
"Siapa manusia ini? Awalnya aku memang berpikir bahwa dia adalah sosok iblis, karena dirinya memiliki mana yang luar biasa. Namun aku baru menyadarinya, bahwa di dalam tubuh wanita ini tidak ada aura dari sesosok iblis sama sekali!" lanjut Lucis dengan intonasi yang tegas, namun masih dengan wajah datarnya.
Karena Xenos tidak dapat berbicara kepada Lucis secara langsung dikarenakan Lucis bukanlah majikannya, maka Xenos menjawab pertanyaan Lucis itu menggunakan sihir yang dia punya.
Xenos membaca sebuah mantra sihir dengan cepat dan lirih, bahkan Zeena juga tidak dapat mendengar mantra apa yang Xenos gunakan.
__ADS_1
Selang beberapa detik setelah Xenos membaca mantra sihir tersebut, sebuah api biru muncul tepat di hadapan Lucis, dan api itu pun membentuk beberapa kalimat.
"Dia adalah Zeena, Tuan Lucifer Lucis. Dia merupakan seorang Wanita Bintang Pijar dari raja iblis penguasa kerajaan bagian Utara, Azazel Astra. Penguasa kerajaan bagian Timur, Beelzebub Belzuse. Penguasa kerajaan bagian Barat, Abaddon Ferre. Dan juga penguasa kerajaan bagian Selatan, Asmodeus Hans." Kalimat inilah yang terukir di udara menggunakan api biru dari sihir Xenos itu.
Mata Lucis membulat ketika membaca kalimat yang Xenos tuliskan menggunakan api birunya, satu persatu Lucis membaca kata demi kata yang ada dengan begitu seksama.
Dan setelah Lucis telah membaca semua kalimat yang ada di depannya, raut wajahnya berubah seperti iblis yang tidak percaya dengan apa yang baru saja dia baca.
"Apa maksudmu?! Dia adalah Wanita Bintang Pijar dari keempat raja iblis di dunia ini?!" Lucis berteriak seolah-olah kaget.
Kemudian raja iblis dari alam bawah itu menatap Xenos dengan wajah yang begitu serius, dia menunggu jawaban dari Xenos mengenai pertanyaannya.
Xenos mengangguk, "Tunjukkan padanya, Zeena!" seru Xenos berbicara kepada Zeena, mendengar hal itu Zeena langsung merapalkan suatu mantra yang pernah Ferre ajarkan padanya dulu, mantra yang akan menunjukkan semua perjanjian kontrak dari sosok yang merapalkan mantra tersebut.
"Epistolí sýmvasis!"
Kelima surat kontrak itu adalah bukti dari kontrak Zeena dengan Astra, Hans, Belzuse, Ferre, dan juga Xenos.
Dengan cepat Lucis pun memperhatikan setiap surat yang ada dengan begitu teliti, mencoba untuk memastikan apakah surat tersebut asli.
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?! Dalam seribu tahun sekali, hanya akan ada 1 wanita yang akan menjadi Wanita Bintang Pijar."
"Apa hal seperti ini mungkin untuk terjadi, keempat raja iblis itu bisa memiliki Wanita Bintang Pijar disaat aku juga memilikinya! Ini semua begitu mustahil!"
Lucis berbicara dengan suara, dan juga wajah yang begitu serius. Zeena, Xenos, Juerlos, dan Drewes yang mendengar semua perkataan dari raja iblis itu benar-benar dibuat sangat kaget.
__ADS_1
Zeena, Xenos, dan juga Juerlos kaget karena Lucis mengatakan dia memiliki seorang Wanita Bintang Pijar, dan itu bukanlah Zeena.
Sementara Drewes kaget karena mengetahui bahwa Zeena adalah Wanita Bintang Pijar dari keempat raja iblis di Vasíleio Daimónon. Selama ini yang dia tahu Wanita Bintang Pijar itu hanya satu, ya memang begitu seharusnya. Dan yang mendapatkan Wanita Bintang Pijar itu adalah rajanya, bukan raja iblis lain.
"Zeena, apa kamu yakin bahwa kamu adalah seorang Wanita Bintang Pijar?" Kini Lucis fokus kepada Zeena, Zeena pun langsung menjawab pertanyaan itu dengan tegas, "Tentu saja!"
"Sulit untuk percaya, namun juga tidak mungkin bagimu untuk menjalin kontrak dengan seekor manticore, jika tidak memiliki aliran mana yang kuat dari dirimu sendiri. Keempat raja iblis itu juga bukanlah tipe iblis yang akan melakukan kesalahan fatal, namun aku pun juga."
"Dan saat ini, aku telah menjalin kontrak dengan seorang wanita yang sudah ku selidiki sejak 300 tahun yang lalu. Aku yakin bahwa dialah sang Wanita Bintang Pijar."
"Meski dia tidak sehebat dirimu dalam mengendalikan mana juga menggunakan kekuatan, dan juga tidak memiliki mana sebanyak yang kamu punya, tapi tetap saja dia memiliki mana yang besar."
"Sebenarnya apa yang terjadi saat ini? Mana diantara kalian berdua yang asli?! Karena tidak mungkin ada dua Wanita Bintang Pijar dalam satu periode!"
Lucis berbicara sembari berpikir dengan begitu keras, dia terus mencoba untuk berpikir dengan tenang, meski pada akhirnya ketenangan itu hilang karena dia benar-benar sangat pusing dengan semua hal ini.
Terlalu banyak hal mengejutkan yang terjadi dalam satu waktu, bagi mereka berlima yang ada diruangan kerja Juerlos itu.
Jadi pada akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahi percakapan di ruangan itu.
Juerlos pergi membawa Drewes ke sel tahanannya. Zeena kembali ke dunianya, dan akan melakukan pekerjaannya di lembah kematian itu besok hari saja.
Lalu Xenos kembali ke sarangnya. Sementara Lucis memutuskan untuk bertemu dengan keempat raja iblis yang lain.
Setelah menceritakan sedikit tentang masalah ini kepada Astra, Hans, Ferre, dan juga Belzuse, mereka semua pun akhirnya sepakat untuk membicarakan hal ini di kerajaan Lucis.
__ADS_1
Dan untuk pertama kalinya setelah 3169 tahun telah berlalu, kelima raja iblis yang menguasai kelima daerah di Vasíleio Daimónon akan berkumpul bersama.
Kali ini, topik utama yang akan mereka bicarakan adalah tentang masalah Wanita Bintang Pijar itu.