Wanita Milik Casanova

Wanita Milik Casanova
Bab 12


__ADS_3

Aaron membaca nama kontaknya. Nama kontaknya adalah "Bibi Lia". Tak berselang lama, nomer itu kembali mengirim pesan.


“Hei, go***k! Balas pesannya! Jangan sok-soan hanya di baca! Cepat, aku butuh uang nya untuk membeli kebutuhan sekolah dan shoping bersama Lidya! Cepat Transfer J a l a n g! ” Kedua lengan pria itu terkepal kuat saat membaca kata - kata kasar yang di keluarkan oleh wanita yang mungkin Marun panggil dengan sebutan Bibi.


"Bagaimana bisa dia berkata seperti itu? Dia kan bibinya? Dan lagi, kenapa dia meminta uang pada Marun? Memang dia tak punya suami apa? " Kedua lengan pria itu terasa gatal. Dia pun mulai membalas pesan itu dan bertanya kenapa memintanya padaku.


“Si an**** malah berani bertanya seperti itu? Kau mau aku siksa lagi, hah?! Cepat transfer atau aku akan membunuhmu Sialan! ”


Karena merasa geram dengan apa yang di ketik oleh wanita di sebrang, Aaron pun memutuskan untuk menelpon nomer itu dan langsung di angkat.


“Heh, anak haram! Kenapa kau tak cepat - cepat mentransfer dan malah menelpon ku?! Pulang kau sekarang, aku akan menyiksa mu lagi! Kau benar - benar jadi pembangkang setelah ibumu mati! Dasar ******! ”


"Oh, jadi anda suka melakukan kekerasan dalam keluarga anda? " Aaron bertanya tenang sembari tersenyum sinis.


“Hei! Ini siapa? Dimana Marun? Aku ingin bicara dengannya! ” Sentak wanita itu dengan sangat keras.


"Oh, ini kantor polisi. Kebetulan ponsel ini tadi aku menemukannya di jalan, jadi aku mengambilnya. Dan saat aku mendengar semua ucapan mu nyonya, seperti kau suka sekali melakukan kekerasan? Apa kau tau melakukan kekerasan pada anak - anak akan mendapat hukuman penjara paling lama 6 tahun dan Denda 72 juta? "


Wanita bernama Lia itu langsung gemetar di kala mendengar jika yang dari tadi dia bentak adalah seorang polisi.


“Ma-maaf pak! Saya tak tau kalau ini polisi! ”


"Saya akan menangkap anda dan menyerahkan semua bukti. Dan tentu mencari bukti yang lain. " Ucap Aaron lagi dan langsung menutup panggilan telponnya.


Entah kenapa dia begitu kesal saat ada yang mengatai Wanitanya dengan sebutan J a l a n g. Apalagi kata - kata kasar yang wanita itu lontarkan sungguh membuat dia geram dan kesal.


"Aku harus menanyakan hal ini padanya nanti. " Aaron kembali membuka laptop di depan nya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


*

__ADS_1


*


*


*


Malam pun tiba. Marun yang sudah mandi dan sedikit berias menggunakan skincare yang ada di meja, menatap tubuhnya yang menggunakan baju tidur Chemise berwarna putih yang di balut dengan Peignoir di bagian luar.


Sebenarnya dia tak mau memakai baju ini, tapi karena hanya ini yang paling tertutup. Dia pun terpaksa memakainya karena tak mungkin dia memakai baju Formal atau baju untuk pergi ke luar.


"Pria itu benar - benar sengaja. Tidak papa kan aku pakai ini? Dia juga tinggal di apartemen, jadi aku tak perlu takut atau malu bisa di lihat olehnya. "


Setelah Marun selesai bicara sendiri, Kila mengetuk pintunya dan mengajaknya untuk makan malam karena makan malam sudah siap. Marun pun menjawab dan segera keluar dari kamar.


Dia pun menuruni satu persatu anak tangga dan menuju ke arah dapur mengikuti Kila yang sudah berjalan lebih dulu di depan. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat pria gila itu sudah duduk dengan santainya di meja makan. Bahkan dia sudah rapih menggunakan baju tidur kimono miliknya.


Sedangkan yang di tunjuk hanya diam sembari meneguk ludah kasar saat kembali melihat wanitanya memakai pakaian tidur yang begitu indah melekat di tubuhnya.


"Ini rumahku, aku bebas mau kemari atau tidak. " Jawabnya tak mengalihkan pandangannya dari tubuh wanita itu.


Marun mengerucutkan bibirnya. Dia menyesal karena lupa, jika rumah mewah dan megah yang dia tinggali adalah milik pria gila.


"Jangan hanya berdiri di sana. Duduk kemari, kita makan malam bersama - sama. " Titahnya.


Marun bergeming. Dia pun berjalan ke arah meja makan dan duduk di hadapan pria itu. Semua makanan sudah tersaji di atas meja, namun keningnya mengkerut saat melihat menu makan malam hari ini.


"Kenapa semua ini makanan kesukaanku? " Gumamnya pelan namun masih bisa di dengar oleh Aaron.


Pria itu diam tak menjawab dan ingin menanyakan sesuatu yang lebih penting. "Ini ponselmu? " Tanyanya sembari memperlihatkan ponsel yang sejak tadi di khawatirkan oleh Marun akan di otak - atik oleh pria itu.

__ADS_1


"Ponselku! Kembalikan! Aku mencarinya dari tadi! " Marun berdiri dari duduknya hendak mengambil ponsel yang ada di genggaman pria itu.


Namun dia langsung menyembunyikannya dan menatap tajam wajahnya. "Sebelum itu, jawab dulu pertanyaan ku. " Pintanya.


Marun kembali duduk dan mendesah kasar. "Apa?! "


"Kau kenal dengan Bibi Lia? " Tanya Aaron yang langsung membuat Marun terdiam dengan tubuh bergetar.


Wajahnya berubah pucat pasih saat mendengar nama Bibi yang sudah hampir 1 setengah tahun ini selalu menyiksanya hingga dia memutuskan untuk pisah rumah dengannya.


"Ke-Kenapa kau bisa kenal dengan Bibi Lia? " Tanya Marun dengan bibir bergetar dan menatap wajah pria itu dengan tatapan yang sudah mengembun.


"Kenapa? Apa yang sudah dia lakukan padamu? Kenapa dia meminta uang padamu? Tanya Aaron kembali. Dilihat dari reaksi wanita itu yang terlihat terkejut dan ketakutan saat mendengar nama Lia, sudah pasti wanita itu punya trauma yang buruk tentang Bibinya itu.


Bukannya menjawab, Marun malah terisak. Ini bukan keinginannya, tapi entah kenapa hatinya malah menyuruh dia menangis entah untuk alasan apa. Dan aneh nya dia pun menurut dan menangis dengan tersedu - sedu mengingat kembali semua perlakukan kasar dan siksaan yang Bibinya itu lakukan bersama putrinya, Lidya.


Aaron yang melihat wanitanya menangis langsung menghampirinya dan mengusap air matanya yang sudah membasahi pipi lembutnya.


Namun Marun malah menolak dan berdiri dari duduknya sembari menatap wajah pria itu. " Tidak! Tidak papa. A-Aku tidak mau membahasnya! " Marun hendak pergi. Namun lagi - lagi tubuhnya di jerat agar tak bisa berkutik kembali.


*


Wih???


Apa yang terjadi, nih??


Ada yang bisa nebak??


Like, komen nya jangan lupa, yah?? 😚😍

__ADS_1


__ADS_2