Wanita Milik Casanova

Wanita Milik Casanova
Bab 33


__ADS_3

Foniks kembali berdecak. "Aku hanya ingin menemaninya saja. Aku hanya kasian kau meninggalkan dia sendirian. " Ucap Foniks berusaha menyingkirkan rasa kekhawatirannya.


"Sekarang aku sudah ada bersamanya, jadi kau bisa menyingkir dari hadapanku! " Usir pria itu dengan sangat kesal.


Pria itu pun langsung berbalik dan berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Kau dari mana saja? Kenapa lama sekali? " Tanya Marun setelah tubuh Foniks yang terlihat lagi.


Namun dia malah kembali kaget saat pria itu malah menariknya ke luar dari dalam gedung. Dia langsung melempar tubuh mungil Marun ke dalam mobil dan langsung menjalankannya dengan kecepatan tinggi.


"Apa yang kau lakukan?! Kenapa tiba - tiba kau membawa kita pergi? " Tanya Wanita itu yang benar - benar sudah heran dengan semua tingkah pria di sampingnya.


"Diam lah! " Obat perangsang itu sudah mulai beraksi. Dia sudah bisa merasakan tubuhnya memanas dan tak nyaman. sesuatu di bawah pun sudah benar - benar terasa sesak di balik celananya.


Aaron pun memarkirkan mobilnya di depan Apartemen miliknya. Karena jarak Apartemennya lebih dekat dari gedung tadi dari pada Mansion nya, dia pun memilih untuk membawa Marun ke apartemennya kembali.


Dia ke luar dari dalam mobil dan kembali menggendong tubuh Marun masuk ke dalam gedung apartemennya.


"Aaron! Ada apa dengan mu?! Kenapa kau membawaku kemari?! "


Marun harus kembali rela saat tubuhnya dihempas kan ke atas sebuah ranjang yang menjadi saksi bisu hilangnya keperawanan dirinya.


"Ada apa dengan mu? Aku tak melakukan apapun tapi kenapa kau tiba - tiba bergairah?! " Tanya Wanita itu kembali tak mengerti.


Namun pria itu tak menjawab dan malah melepaskan tuxedo nya karena merasa sangat kepanasan.


Dia pun kembali mendekati Marun dan merobek baju yang melekat di tubuhnya. Tantu Marun memberontak karena dia merasa tak melakukan apapun yang bisa membuat pria ini bernafsu.

__ADS_1


"Sudah aku bilang diam! Jika aku tak meminum - minuman itu, maka sekarang yang ada di atas mu ini adalah pria bajingan tadi! " Sentak pria itu semakin menarik paksa pembungkus gunung kembar pemersatu bangsa wanita itu.


Marun yang masih tak mengerti hanya bisa mengerutkan keningnya heran. Wanita itu bergumam dalam hatinya sangat tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh pria di atasnya.


Setelah puas melepaskan Hasrat nya, pria itu pun kini terkapar lemah di atas tubuh Marun dengan nafas yang memburu. Karena masih ingin penjelasan, Marun pun mendorong tubuh pria itu dari atas tubuhnya dan dengan perlahan bangkit dari pembaringannya.


"Ada apa denganmu? Dan apa maksud mu tadi? " Tanyanya dengan kedua alis mengkerut.


Aaron tidak buru - buru menjawab. Dia malah menarik selimut dan menarik tubuh wanitanya agar bisa dia peluk.


"Pria bajingan tadi memasukkan obat perangsang ke dalam minuman mu. " Jawab Aaron yang tentu membuat Marun langsung tersentak kaget.


Pantas saja pria ini begitu ganas barusan. Ternyata dia sudah terangsang karena meminum - minuman tadi.


"Memangnya siapa pria tadi? Sepertinya kau mengenal dia? " Tanya wanita itu lagi.


Wanita itu diam dan tak kembali menjawab. Melihat hal itu, Aaron berdecak kesal. "Jangan memikirkan hal itu! Sebaiknya kita tidur saja, aku mengantuk. " Titah Pria itu semakin erat memeluk tubuh Marun dan mencium bibir dan keningnya sekilas.


*


*


*


*


"Rencananya gagal total! " Ucap seorang pria dengan rahang yang mengeras sembari menatap wanita yang kini tengah menggigit jari jempolnya.

__ADS_1


"Sialan! Kemarin malam Aaron mengancam ku akan memberitahu ayahku jika aku terus mengganggunya. Dia juga mengancam ku akan membunuhku di sana saat itu, apalagi aku sudah melihat ada pistol kecil di tangannya! " Ujar Sofi semakin kencang menggigit jempolnya saat mengingat kejadian tadi malam.


"Aku ini benar - benar bodoh karena mau terhipnotis dengan kata - katamu! Sialan! " Foniks mengumpat marah.


Sekarang yang dia khawatirkan adalah perusahaannya. Bagaimana jika Aaron menyenggol perusahaan nya lagi? Bisa - bisa perusahaannya hancur 50% seperti waktu itu lagi.


"Aku tak akan membantumu lagi! Dan aku juga peringatkan padamu, jangan ganggu mereka lagi jika tak mau hancur di tangan Aaron! Kau pasti kenal bagaimana dia jika sudah membenci seseorang! " Pria itu pun pergi dari sana dengan perasaan yang dongkol.


Sofi pun tak ada niatan untuk mengejarnya. Dia malah membanting semua barang yang ada di sana untuk melupakan semua rasa kesalnya.


"Wanita J a l a n g itu selamat sekarang! Tapi tidak dengan nanti! " Amuk wanita itu kembali melemparkan sebuah pas ke kaca di depannya.


Beruntung sekali j a l a n g itu? Padahal dia hanyalah orang baru di hidup Aaron, tapi sudah mendapatkan kepercayaan penuh dari pria itu, bahkan dari Nyonya Perry? Tentu saja itu membuat Sofi sangat kesal dan membencinya.


Karena sebuah pujian kecil yang terlontar dari mulut Aaron kala pertama kali menikmati tubuhnya, dia jadi begitu sombong dan angkuh sehingga berpikir kalau Aaron sangat menyukai tubuhnya dan posisinya tak akan bisa di gantikan oleh siapapun.


Tapi siapa sangka? Seorang wanita baru yang baru saja di lihat sekilas oleh Aaron, bisa dengan mudahnya mengambil posisinya!


Hati wanita itu semakin panas saat mengingat ucapan Marun tentang dirinya lah satu - satunya wanita yang rahimnya selalu di hangatkan oleh Aaron membuat Sofi tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


"Wanita brengsek! Aku pasti akan membunuhmu! " Amuk wanita itu mengacak - acak rambutnya frustasi.


"Aku pastikan mereka tak akan menikah! Mereka tidak boleh menikah! Aaron hanya milikku! Akulah wanita yang pantas bersamanya, hanya aku! " Wanita itu berteriak gila.


Sepertinya hal ini membuat mental wanita itu rusak hanya karena posisinya di ganti oleh seorang wanita baru yang datang ke dalam hidup pria itu.


Mengingat wajah cantik Marun yang terlihat sangat indah dengan hiasan tipis membuat dia semakin terlonjat! Hatinya sungguh panas dan di penuhi dendam yang menggebu - gebu.

__ADS_1


__ADS_2