Wanita Milik Casanova

Wanita Milik Casanova
Bab 31


__ADS_3

"Memangnya kau bisa mendidik anakmu agar tak jadi pria seperti mu? " Tanya Marun seadanya. Karena dia tak mau nanti anaknya harus seperti pria ini.


"Tentu saja! Aku pasti bisa mendidiknya! Aku tak akan membiarkan dia mengikuti jejak ku yang seorang Casanova! Dia harus jadi pria terhormat dan bersih yang hanya bisa di sentuh oleh istrinya saja. " jawab pria itu dengan tegas.


"Buktikan kalau begitu. " Sekali lagi wanita itu menantang.


Aaron langsung menatap wajah wanita itu. Dia tersenyum miring dan bangkit dari pembaringannya.


Wanita itu tersentak saat Aaron terus mendekatinya hingga dia ambruk ke belakang.


"Mau apa lagi, kau?! " Dia mencoba berusaha untuk menahan tubuh pria itu agar tak menghimpit tubuhnya.


"Bagaimana aku membuktikannya? Jika perutmu saja masih kosong? Sekarang, biarkan aku membuat perutmu ini terisi. " Ucapnya dan langsung menanggalkan baju yang dia gunakan.


*


*


*


*


Setelah beberapa hari yang lalu Marun dan Aaron telah melakukan perjalanan berdua yang luar biasa. Kini mereka kembali bergelut dengan pekerjaan mereka masing - masing setelah beberapa hari tak di sentuh.


Namun Aaron, pria itu terlihat kesal karena sang asisten terlambat datang ke kantor membuat dia jadi harus melakukan semuanya sendirian. Dia terus mengomel dan memaki asisten yang tak sadar sudah dia sangat repot kan selama beberapa hari ini.


"Max sialan! Aku pasti akan memotong gajinya! Berani sekali dia terlambat hingga setengah jam seperti ini! " Umpat pria itu sembari membereskan semua berkas yang ada di atas mejanya. Dia pun kembali melihat laptopnya.


Marun yang melihat itu hanya bisa geleng - geleng kepala.

__ADS_1


Dasar gila. Apa dia tak sadar jika selama beberapa hari ini dia sudah membuat Max sangat kesulitan? Tapi dia masih bisa begitu santai dan tak merasa bersalah sekali. bahkan setelah melihat ada kantung mata di bawah kaca mata pria itu, tapi dia? Baru mengerjakan semua berkas itu saja dia sudah sekesal ini. " Gumam Marun kesal.


Tak lama berselang. Pria yang dari tadi Aaron omeli dan umpati itu datang dengan wajah yang berseri - seri. Dia berjalan mendekati sang Bos dan mengucapkan selamat pagi dengan senangnya.


"Pagi Bos! Pagi Nona Bos! " Sapa nya ramah.


Marun mengangguk dan menjawab. Sedangkan Aaron hanya menatap kesal pada Asistennya itu. Melihat raut wajah kesal Bosnya dia pun menelan Saliva.


"Maaf Bos, aku telat setengah jam. Tapi aku bisa jelaskan alasan keterlambatan ku! " Ucap pria itu cepat saat sudah sadar dengan kesalahannya.


Pria itu hanya mengangkat alisnya semakin tengah menanti jawaban atas keterlambatan pria berkaca mata di sampingnya.


"Tapi aku menolong seorang wanita di jalanan Bos, dan aku tak mungkin meninggalkan dia begitu saja di sana. Jadi aku membawanya terlebih dahulu ke rumah sakit karena dia juga terluka. " Jelas pria itu panjang lebar dengan wajah gugup karena Bosnya itu terlihat tak percaya padanya.


"Max, kenapa lengan Jas mu bisa sobek? " Marun bertanya saat baru sadar jika lengan Jas pria itu sobek.


"Ini, gara - gara menolong wanita tadi. " Jawab Max jujur.


"Susun ini dan cek kembali semuanya! Jangan ada yang salah sedikit pun! " Titah pria itu tak terbantahkan.


"Si-Siap Bos! O iya Bos, nanti malam adalah malam di mana perusahaan Black Many berpesta, dan kau pasti sudah tau Bos. Kau pasti di undang, jam 9 malam nanti kau dan Nona Bos sudah harus bersiap. " Ucap Max sebelum keluar dari sana.


Marun yang tak mengerti hanya menatap kedua pria itu bingung karena namanya di sebutkan.


"Kau seharusnya sudah tau apa yang harus kau lakukan? Pergi sana kerjakan perintah ku! " Usir pria itu dengan kesal.


Max pun buru - buru keluar dari ruangan itu menuju ruangannya.


"Kita akan kemana? " Tanya Marun yang penasaran tentang pesta yang dibicarakan oleh Max.

__ADS_1


"Malam ini kita akan pergi ke pesta perusahaan Black Many, jadi kau harus siap - siap. Aku sudah membeli Gaun yang cocok untukmu. " Jawab Pria itu sembari meregangkan otot - otot kekarnya.


Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, dia pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


Malam hari pukul setengah 9 malam, Marun dan Aaron sudah berdandan formal ingin pergi ke acara pesta perusahaan. Marun terlihat begitu cantik dengan balutan gaun biru tuanya yang di lapisi oleh permata putih yang berkilau di setiap lekuknya.


Aaron yang melihat penampilan wanitanya yang begitu cantik dan Menawan itu hanya bisa tersenyum puas dan menelan ludahnya kasar.


"Kau sangat cantik, sayang. " Puji pria itu sembari mendekap pinggang wanitanya dan mencium bibirnya sekilas.


"Ayo kita pergi, aku tidak mau terlalu lama. Nanti aku bisa saja ketiduran di acara pesta. Dan lagi ayo! Aku tak nyaman memakai baju ketat dan aneh ini, terlalu terbuka dan membuat tubuhku kedinginan. " Ucap wanita itu sembari menarik dasi kupu - kupu yang pria itu gunakan.


Kini pria itu pun terlihat sangat tampan dan maskulin dengan balutan Tuxedo yang dia gunakan. Dengan sebuah Bros gantung berbentuk bulat yang dilapisi dengan begitu banyak permata membuat penampilan pria ini semakin mewah dan elegan.


"Tenang saja, setelah pulang dari pesta kita akan menghangatkan tubuh bersama. " Goda pria itu sembari mencium leher jenjang wanitanya.


"Lepaskan! Ayo cepat pergi! Aku kedinginan! " Sergah wanita itu dan langsung masuk ke dalam mobil.


Cukup lama mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di sebuah gedung mewah yang berada cukup dekat dari perusahaan yang dimiliki Aaron.


Mereka pun masuk ke dalam setelah selesai memarkirkan mobil. Orang - orang yang di dalam gedung itu langsung menatap ke arah mereka dengan heran dan kagum.


Melihat hal itu, Marun hanya bisa menatap lurus ke depan berusaha untuk tak memperdulikan tatapan orang - orang di sana.


Dan kebanyakan pria yang ada di sana kaget, terutama pria yang terlihat masih muda dan seumuran dengan Aaron. Kaget karena melihat sang Casanova membawa seorang wanita ke acara pesta.


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2