
"Aku sama sekali tak takut tersaingi olehmu. Secara lebih jelas kalau aku ini lebih cantik dan menggoda dari mu! Jadi kau jangan dulu terlalu percaya diri! " Sungut Sofi.
"Ck, Ck! Nona, aku rasa kita punya pangkat yang berbeda. " Marun menyilang kan kedua tangannya di bawah dada dan masih tersenyum sinis.
"Pangkat? " Wanita itu mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Ya! Kau itu mainannya, sedangkan aku? Pengendali nya! " Marun berbicara dengan begitu percaya dirinya dengan senyum sinis masih menghiasi wajahnya.
"Apa? Jangan bercanda. Pengendali? Ayolah, jika kau ingin tau. Tuan Aaron itu selalu memuji tubuh dan cara ku memuaskan nya. Dia selalu memuja - puja tubuhku yang sangat bagus ini. Jadi kau jangan terlalu tinggi berkhayal! " Sofi menatap remeh pada Marun. Dia pun ikut menatap penampilan Marun dari atas sampai bawah.
Dia bahkan tak bisa menyesuaikan pakaiannya! Jadi bagaimana bisa dia menggoda Tuan Aaron! " Namun tak bisa di pungkiri, di dalam hati dia sangat marah karena wanita ini lebih unggul dalam hal kepercayaan untuk Aaron.
"Nona, kau jangan terlalu sombong hanya karena Aaron memuji tubuhmu. Jika bayaran yang dia berikan hanya segepok uang! " Marun balik mencibir dengan remeh.
"Memangnya apa yang dia berikan padamu sebagai imbalan kepuasannya, hah?! " Sofi mulai tak bisa mengendalikan diri saat melihat wanita itu masih saja ngeyel merasa yang paling hebat.
"Aku? Kau akan terkejut mendengar nya Nona. " Wanita itu menghela nafas pelan.
"Saat pertama kali kami melakukan itu, Tuan Aaron memberikan ku sebuah apartemen mewah dengan pasilitas lengkap. Dan saat kedua kalinya aku melayani dia, dia memberikan aku sebuah pulau yang sangat luas dan indah. Oh, aku tak bisa melupakan ini. " Marun mengangkat jari - jari tangannya yang tersemat sebuah cincin pemberian Mommy Perry padanya waktu itu.
"Ini adalah cincin pemberian Nyonya Perry padaku. Cantik, bukan? " Tanyanya tersenyum bangga seraya mengelus cincin itu.
__ADS_1
"Pembohong! Mana mungkin Nyonya Perry mau memberikan sesuatu pada wanita pelacur seperti mu! " Sofi tak percaya. Bagaimana mungkin wanita ini bisa mendapat imbalan pulau dan apartemen hanya dengan 2 kali bercinta dengan Aaron. Bahkan dia juga mendapatkan cincin dari Nyonya Perry yang di kenal sangat tak menyukai Seorang pelacur!
"Wanita malam? " Lagi - lagi Wanita itu tertawa sinis.
Dia berjalan mendekati Tubuh Sofi yang sudah bergetar hebat karena menahan rasa marahnya. Dia pun berbisik pelan di telinganya.
"Aku, satu - satunya wanita yang telah dia perawani, Nona. " Marun tertawa kecil seperti seorang Devil setelah membisikkan itu semua.
Tentu itu semakin membuat Sofi kaget dan semakin tak percaya. "Wanita sialan! Kau jangan terlalu berkhayal. Tuan Aaron tak pernah menodai wanita suci! " Kukuhnya tak mau kalah.
"Tapi nyatanya seperti itu Nona. Dan sekarang aku adalah wanita kesayangannya. Dan tubuhku? Perlu anda tau, belum melihat ku telanjang saja dia sudah berkeringat panas dingin. Apalagi saat melihat aku telanjang? Sudah di pastikan, aku lebih menggoda dan menarik dari pada dirimu. "
"Dan karena aku sudah menjadi wanita kesayangannya, maka aku bisa meminta apapun padanya. Termasuk menyuruhnya membuang mu jauh - jauh dari kehidupannya dia pasti akan menuruti ku. Dan seperti yang aku katakan tadi, pengendali tak akan pernah kalah dari mainannya sendiri. " Marun kembali tertawa sinis.
"Suatu saat nanti kau pasti akan di buang olehnya! " pekik Sofi dengan begitu kuat. Untung saja lorong itu sepi, jadi tak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Oh, ya? Kita lihat saja nanti. " Tantang Marun dengan penuh percaya diri.
Setelah Lift tertutup. Sofi langsung marah di sana karena semua ucapan wanita itu.
"Bagaimana bisa dia di perlakukan seperti itu Oleh Tuan Aaron?! Bahkan dia juga mempunyai cincin pemberian Nyonya Perry! " Dia begitu kesal. Wanita itu pasti berbohong karena menjadi satu - satunya wanita yang Aaron Perawani.
__ADS_1
Sofi yang awalnya ingin menemui Aaron karena ingin meminta penjelasan tentang siapa yang mengirim foto dirinya kemarin pun mengurungkan niatnya karena sudah terlanjur tau dan kesal setelah bertemu dengan Marun.
Sedangkan Marun, dia masih mengucap sumpah - serapah nya untuk wanita itu karena menganggap dirinya pelacur. Dia bahkan sampai lupa pesanan kopi pria itu karena saking kesalnya dia.
Baru saja dia membuka Pintu ruangan itu, dia sudah di kejutkan dengan suara dirinya saat tadi tengah beradu mulut dengan sofi.
[Dan sekarang aku adalah wanita kesayangannya. Dan tubuhku? Perlu anda tau, belum melihat ku telanjang saja dia sudah berkeringat panas dingin. Apalagi saat melihat aku telanjang? Sudah di pastikan, aku lebih menggoda dan menarik dari pada dirimu. ]
Wanita itu langsung menelan Saliva saat tau jika pria itu mendengar semua yang dia ucapkan saat bersama sofi.
[Dan karena aku sudah menjadi wanita kesayangannya, maka aku bisa meminta apapun padanya. Termasuk menyuruhnya membuang mu jauh - jauh dari kehidupannya dia pasti akan menuruti ku.]
"Aku mengatakan itu karena terlalu kesal padanya! Jadi kau jangan salah paham dulu! " Ketus Marun menahan malu karena sudah berani mengaku - ngaku sebagai wanita kesayangan pria itu.
[Dan satu lagi, aku juga. Satu - satunya wanita.. ]
Wanita itu membulatkan matanya saat mendengar ucapan nya sendiri mengenai rahimnya yang selalu di hangatkan oleh pria itu. Dia pun jadi panik dan langsung mendekati meja pria itu ingin mengambil ponselnya.
"Jangan!! Jangan di dengarkan! Itu saja sudah cukup!! " Marun masih berusaha mengambil ponsel Aaron, namun pria itu sudah menghindar dan tetap mendengarkan setiap ucapan yang wanita 'sayangannya' Itu katakan tadi.
[Itu semua sangat nikmat dan juga sangat dasyat rasanya. Dia memang pria yang perkasa.]
__ADS_1
"Tidak!!! Aku sama sekali tak merasa seperti itu!!! Hentikan vidio nya!! " Wanita itu menjerit malu saat dia tak berhasil merampas ponsel milik pria itu hingga membuat pria itu tau semua yang dia ucapkan.