Wanita Milik Casanova

Wanita Milik Casanova
Bab 7


__ADS_3

Handuk yang dari tadi berusaha dia tahan agar tak melorot langsung jatuh begitu saja ke bawah lantai saat kedua tangannya di jegal oleh pria itu.


Aaron menyeringai melihat tubuh polos wanita di cengkraman nya ini. Sedangkan Marun tengah memberontak agar tangannya bisa di lepaskan, sekaligus dia malu karena pria itu begitu intens menatap seluruh tubuhnya. Apalagi pada bagian dada dan juga **** *************.


"Kau benar-benar gila! Lepaskan aku dan biarkan aku pergi dari sini! "


"Kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja setelah apa yang kau lakukan pada Kesayangan ku? " Tanya pria itu mendelik.


"Aku kan sudah bilang tidak sengaja dan maaf! Tolong lepaskan aku! Kita sama sekali tidak saling mengenal dan kau tiba-tiba saja melakukan sesuatu yang seharusnya di lakukan oleh suamiku! " Pekiknya memejamkan kedua mata.


Melihat kesempatan emas, Aaron pun kembali menyambar bibir manis yang sudah memucat itu. Marun membuka matanya kaget saat pria itu kembali mencium bibirnya untuk yang ke sekian kali.


Kali ini dia tak memberontak, tapi dia juga tak membalas ciuman pria itu walaupun sudah di gigit olehnya.


"Buka mulutmu. " Pinta nya dengan nafas bergemuruh.


Namun Marun tak menjawab dan hanya menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


Melihat itu, Aaron berdecak kesal. "Baiklah, akan aku lepaskan. Asalkan kau melakukan sesuatu untukku. " Dia tersenyum jahil.


"Apa? "


"Kau sudah membuat kesayangan ku kesakitan. Jadi, kau harus menyenangkan dia. Setelah dia senang, baru aku akan melepaskan mu. " Ucapnya sungguh membuat kedua pasang bola mata wanita itu membulat sempurna.


"Ba-Bagaimana caranya aku melakukan hal itu. " Gumamnya pelan namun masih bisa di dengar oleh Aaron.


Dia pun tersenyum dan semakin ingin menjahili nya. "Caranya? Itu mudah, kau tinggal memilih. Lebih memilih memasukkan kesayangan ku ke dalam lubang nikmat mu itu, atau kau juga bisa mengelus nya. Oh, atau kau mau ******* nya? "


Tubuh wanita itu seketika merinding tak karuan dikala mendengar cara yang pria itu katakan padanya. Dia mengangkat kaki kanannya dan menendang paha pria itu dengan cukup kuat.


Buk!


"Aw! Kau memang wanita kasar! Atau mau ku tambah caranya, hah? Sekarang pilih lah. Aku tak akan melepaskan mu sebelum kau memilih salah satunya dan menyenangkan kesayangan ku! " Tuturnya penuh penekanan.


"Apa tidak ada yang lain! Kenapa caranya harus gila semua! " Marun semakin memberontak membuat kedua benda bulatnya bergetar yang ikut membuat Hasrat pria itu semakin bergetar.


"Pilih lah atau aku tak akan melepaskan mu dan akan kembali menyentuh mu hingga Kau pingsan lagi, hah?! Sekarang pilih yang mana?? Atau mau aku yang pilihkan sendiri? " Pria itu sudah mulai tak tahan. Adik kecilnya benar-benar tak bisa diam jika bersama dengan wanita ini.

__ADS_1


Marun terdiam. Dia menatap kebawah celana pria itu dan seketika mata nya membulat sempurna saat melihat celana pria itu menggembung dengan sangat bulat.


Pantas saja aku sampai tak bisa berjalan, yang masuk ke dalam nya saja lebih besar dari rudal! " Wanita itu meneguk saliva kuat.


"Sudah selesai melihatnya? " Tanya pria itu tepat di daun telinganya.


Marun kembali menatap wajah tampan pria brengsek yang sudah membuatnya selalu berpikir kotor. "Sekarang pilih, yang mana? " Tanyanya lagi.


Wanita itu kembali menunduk dan mengigit bibir bawahnya pelan.


"Jika tidak mau memilih, maka aku memilih Yang per-"


"Kedua!! " Ucapan pria itu terputus begitu saja saat mendengar jawaban Marun.


Seringai nya semakin lebar. Dia menatap wajah pasrah wanita itu dengan hati berbunga-bunga.


"Kalau begitu lakukanlah. " Ucapnya menunggu tangan halus itu mengelus kesayangan nya walaupun terhalang oleh celana.


Marun masih terdiam. Dia sama sekali tak bergerak walaupun kedua tangannya sudah di lepaskan.


"Kenapa diam saja? Bukannya kau milih yang kedua? " Tanya pria itu tak sabaran.


"Apa? Tidak tau caranya? " Pria itu mengangkat salah satu alisnya.


Bagaimana bisa? Bukannya wanita adalah pemain paling handal??


"Kau pikir apa?! Kau pria pertama yang berani melakukan hal itu padaku! Selama ini aku tak pernah terlalu dekat dengan seorang pria!! "


"Baiklah, baiklah. Pikirkan saja kau tengah mengelus kepala anak kecil. Lembut dan perlahan. " Ucapnya.


"Tapi... "


"Kenapa? Lebih memilih dia menghamili mu? " Tunjuk nya ke arah bawah.


"Tidak!! "


"Kalau begitu cepat lakukan! Atau kau mau langsung mengelus nya tanpa ada penghalang? "

__ADS_1


Marun semakin membulatkan matanya. "Tidak! Aku tidak mau! "


"Cepat lakukan!! Atau aku akan melempar mu kembali ke atas kasur itu! " Aaron mulai kesal. Adiknya sudah tersiksa dari tadi.


Dengan tangan gemetar, Marun mengarahkan tangannya ke arah 'Kesayangan' pria itu. Dia membelalakkan matanya saat merasakan benda panjang dan tebal itu yang sudah mengeras.


Oh, my good! Be-Besar sekali!! " Jerit nya dalam hati.


Pria itu diam dan mulai merasakan usapan lembut yang wanita itu lakukan. Dan tiba-tiba...


Brugg!!


"Apa yang kau lakukan?! Aku kan sudah melakukan apa yang kau minta! " Marun hendak bangkit dari ranjang saat pria itu kembali melempar tubuhnya ke atas kasur.


"Mau kemana? Kau belum selesai, ayo lanjutkan. " Ucapnya menahan lengan Marun.


"Aku sudah melakukannya! Biarkan aku keluar! "


"Melakukan apa? Kau baru mengelus nya beberapa saat. Kau belum selesai, atau mau ku tindih tubuh kecil mu itu? " Ancam nya lagi.


Marun mendengus kesal. Dia pun kembali mengelus kesayangan pria itu dengan perlahan. Aaron memejamkan matanya merasakan usapan lembut yang wanita itu berikan.


Sedangkan wanita itu hanya bisa menatap ke arah lain tak mau melihat apa yang tangan kanan nya kini tengah lakukan. Dia benar-benar bisa merasakan jika benda itu sangat besar dan keras.


Ahh! Ini memalukan sekali, Tuhan!!! " Jerit nya dalam hati hingga tak sengaja meremas benda itu dengan kuat.


"Arrghh! " Pria itu mendesah dikala mendapat remasan di kejantanannya.


Marun membelalakkan matanya saat mendengar pria itu mendesah dan dia pun refleks melihat lengannya sendiri.


Dia menjauhkan lengannya begitu pun dengan tubuhnya yang ikut menjauh.


"Ma-Maaf! Aku tidak sengaja melakukannya! "


*


Masih sepi aja ni Novel. Sepertinya kalian tk minat buat sekedar komen. Jika karena kata - kata atau adegannya yang terlalu panas, klian bisa komen. Biar ator perbaiki dan sesuai dengan keinginan kalian🄰

__ADS_1


Kritik dan sarannya selalu ku tunggu, yah KakšŸ¤—


__ADS_2