
Tuhan, lindungi aku dari pria gila ini apapun yang akan dia lakukan padaku! " Gumamnya dengan perasaan Was - was.
Mereka pun masuk lebih dalam dan sudah melihat kapal pesiar besar sudah ada di atas lautan tengah mengambang. Lagi - lagi wanita itu membulatkan matanya tak percaya. Kedua kakinya seakan melemas melihat itu semua apalagi saat membaca nama dari benda besar yang mengapung di atas air itu. .
"Marun Airline_01? " Ucapnya kembali tak percaya. Lagi - lagi namanya yang tersemat pada setiap hal yang di berikan pria itu.
"Bagaimana? Apa sesuai dengan ekspetasi mu? " Tanya Aaron tersenyum puas melihat ekspresi tak percaya wanita di sampingnya.
Lagi dan lagi wanita itu menelan Saliva nya yang terasa sulit untuk tertelan. Wajahnya pun benar - benar pucat melihat kapal itu.
"Oh, ya. Ini juga gelang kaki yang kau inginkan. " Marun langsung menatap wajah pria itu dengan benar - benar kaget.
Max mendekat ke arah mereka dan memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah pada Aaron yang langsung di buka oleh pria itu.
Marun menutup mulutnya saat melihat gelang kaki yang tadi pagi dia sebutkan benar - benar sudah ada di depan matanya dengan indah berkilau dan cantik.
"Bagaimana? Sesuai dengan yang kau inginkan bukan? " Aaron memperlihatkan gelang kaki itu lebih jelas.
Dengan semua sisi dilapisi mutiara, hiasan bawah digantungi dengan intan - intan kecil dan Ruby berwarna merah mengkilat sebagai benda menambah di tengahnya. Dan nama Marun yang terukir indah dengan dilapisi Permata berwarna biru membuat gelang itu semakin indah dan mewah.
Aaron berjongkok di hadapan Marun dan menepuk - tepuk pahanya. "Simpan kakimu di sini, biar ku pasangkan. " Titahnya.
Marun menurut. Dia mengangkat kakinya dan menyimpan telapak kakinya di atas paha pria itu. Dia pun mulai memasangkan gelang kaki itu di kaki Jenjang Wanitanya. Dah tentu saja, hasilnya sangat mengagumkan! Sangat cocok di kakinya yang ramping.
__ADS_1
Kedua mata wanita itu berkaca - kaca. Dia sama sekali tak menyangka, semua yang dia inginkan akan dia dapatkan secepat ini.
Namun dia buru - buru mengusap matanya karena tak mau terlihat terharu dengan semua yang pria itu lakukan dan berikan padanya.
"Ayo kita lihat ke dalam. " Aaron menggenggam tangan Marun dan membawanya masuk ke dalam kapal.
Mereka melihat - lihat semua ruangan yang ada di saja dan itu semua tak luput dari rasa kekaguman Marun. Setelah selesai melihat - lihat, kini mereka pun tengah berada di depan kapal tengah menatap luasnya laut yang indah.
Beruntung, karena tempat mereka cukup dekat dengan Laut. Jadi mereka tak perlu terlalu lama untuk sampai di dermaga.
Aaron memeluk tubuh Marun dari belakang saat melihat wanita itu hanya diam saja sembari menatap lurus ke depan.
"Kau menyukainya? " Tanya pria itu tepat di depan telinga Marun. Dia pun langsung menduselkan wajahnya ke dalam ceruk leher wanitanya.
"Baiklah, karena semua yang kau mau sudah aku turuti. Sekarang giliran mu menuruti keinginanku. " Ujar pria itu terkekeh dengan seringai lebar di wajahnya.
Sontak Marun terkejut dan kembali menelan Saliva nya lekat - lekat. "Apa yang mau kau lakukan padaku? " Tanya wanita itu panik.
Aaron tertawa dengan sangat kencang mendengar pertanyaan polos dari Wanitanya. Dia pun membisikkan sesuatu dan tanpa aba - aba langsung menggendong tubuh Marun masuk ke dalam.
"Apa yang mau kau lakukan?! " Marun menggoyang - goyangkan kedua kakinya saat tubuhnya kembali di gendong.
"****! Kau akan tau nanti. " Ujar pria itu berjalan menuju kamar yang nanti bisa Mereka tempati jika ingin naik kapal itu.
__ADS_1
Dia menurunkan tubuh Marun ke atas sofa Tantra berwarna merah yang saat baru pertama kali melihatnya sudah membuat Marun aneh karena baru pertama kalinya dia melihat sofa model seperti ini.
"Kenapa kau menurunkan ku di sofa aneh ini? " Tanya Marun aneh karena posisi mereka sekarang benar - benar sangat intim. Bahkan geli nya lagi dia bisa merasakan benda keras di balik celana pria itu menyentuh perutnya.
"Meminta bayaran. " Jawabnya sembari melepas satu persatu baju yang melekat di tubuh Marun.
"Aku tidak mau! Bagaimana kalau aku hamil? " Tolak wanita itu mencoba memberontak.
"Itu bukan ide yang buruk. Baiklah, aku akan membuat burung kecilku ini membuat perutmu buncit. " Jawab pria itu seraya membuka kaos panjang yang dia kenakan.
Setelah tubuh Marun benar - benar polos tanpa benang, Aaron pun semakin semangat. Dia mengecup setiap inci tubuh wanita itu tanpa boleh ada yang terlewat, bahkan kedua telinganya pun tak luput dari kecupan nya.
Saat merasa celananya semakin sesak, pria itu pun membuka celananya dan memperlihatkan 'Burung Kecil' miliknya yang sudah berdiri tegak siap menusuk.
Dia pun mengambil ancang - ancang dan mulai memasukkan Burungnya masuk ke dalam liang yang sudah basah itu hanya dalam sekali hentakan. Dia mulai memompa dengan semangat saat merasakan sesuatu yang begitu berbeda.
Begitupun dengan Marun yang merasakan sensasi berbeda saat mereka melakukan hal ini di atas sofa aneh yang baru dia lihat. Entah kenapa rasanya menjadi lebih nikmat dan terasa saat mereka melakukannya di sini.
Bahkan wanita itu pun tak bisa menahan semua ******* dan erangan saat pompaan pria itu semakin menggila. Hingga akhirnya dia pelepasan untuk pertama kalinya, sedangkan pria itu masih belum mencapai puncak dan kembali memompa. Dan tentu, dia tak akan berhenti sebelum mencapai puncak tertinggi kenikmatannya.
2 jam berlalu, Kedua manusia b*gil layaknya bayi itu kini berhenti melakukan aktivasi panas mereka saat benar - benar merasa kewalahan. Kini tubuh mereka terkapar lemah di atas sofa itu. Apalagi tubuh Marun yang berada di atas tubuh besar pria itu membuatnya tak bisa menahan nafasnya karena saking lelahnya dia.
Seluruh tubuhnya terasa remuk saat merasakan setiap permainan aneh yang pria itu tawarkan untuknya, namun tak bisa dia pungkiri kalau semua permainan yang pria itu berikan padanya sangat membuat dia kenikmatan.
__ADS_1