Wanita Milik Casanova

Wanita Milik Casanova
Bab 15


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku! Jangan sentuh aku! " Marun memberontak saat tubuhnya di tarik masuk ke dalam dekapan pria gila.


"Kau tidak boleh pergi! Kau harus tetap ada disini bersama ku. " Titahnya lagi tanpa boleh di bantah.


"Kau pikir kau siapa?! Kau bukan suamiku yang bebas menyuruhku! "


"Oh, kau ingin aku jadi suami mu dulu? Baiklah, ayo kita pergi ke KUA! " Tanpa basa - basi lagi, Aaron mengendong tubuh Marun dan benar - benar ingin mengajaknya pergi ke KUA.


"Hei! Kau benar - benar ingin membawanya ke sana! " Dokter Mahen yang melihat Sahabatnya itu tak main - main langsung menghalangi jalannya.


"Minggir! Aku akan menikahinya! " Sungut Aaron mencoba kembali berjalan.


"Jangan gila! Turunkan aku! Aku tak mau menikah dengan orang gila seperti mu!! " Marun memberontak di dalam pangkuan pria itu. Namun Aaron tetap menggendong nya dan tak mau menurunkannya.


"Kau jangan bercanda Aaron! Bisa - bisa kau selingkuh darinya! " Tatap Dokter Mahen dengan kesal.


"Cih! Aku bersumpah setelah ini aku tak akan bermain dengan wanita lain saat Marun menjadi milikku! " Ucap pria itu mengucap sumpah sembari berdecih.


"Cek! " Dokter Mahen tak mau mendengarnya. Setelah berdecak, dia langsung mengambil alih gendongan tubuh Marun dari Aaron yang tentu tak di Terima oleh pria itu.


"Apa yang kau lakukan?! Kembalikan dia! " Aaron kembali ingin merebut tubuh Marun, namun dengan cepat Dokter Mahen menghindar dan menggunakan kaki kirinya untuk menahan tubuh Aaron.


"Aku tidak akan percaya dengan sumpah seorang Casanova handal seperti mu! Jadi jangan berharap bisa menikah dengannya jika kau masih saja suka dengan wanita cantik, sexy dan genit di luaran sana! " Ucap Dokter Mahen kembali dengan sinis.


"Kalian ini apa - apaan! Aku bukan mainan yang harus kalian perebutkan! Turunkan aku! " Protes Marun sembari berusaha turun dari gendongan Mahen.


"Keluar kalian berdua! Aku pusing melihat kalian bertengkar seperti ini! Cepat keluar! " Usir wanita cantik itu sembari mendorong kedua punggung kekar pria itu dari kamarnya.


"Marun, seharusnya hanya dia saja yang kau usir! Kenapa kau juga malah mengusir ku? Kau ingin mengusir pemilik rumah ini, hah?! " Aaron tak Terima. Dia berdiri tepat di ambang pintu dan mencengkram kedua sisi lawang pintu.

__ADS_1


"Salah kau sendiri membawaku kemari! Keluar! " Jari lentik dan panjang wanita itu dengan sigap mencubit dengan sangat keras pinggang pria itu hingga akhirnya dia pun bisa keluar dari kamar.


Brak!!


Dokter Mahen yang juga ikut kesal akhirnya ikut mencubit lengan kekar pria itu hingga membuat dia meringis.


"Shet! Apa yang kau lakukan! " Kedua pria itu terlihat kesal. Yang pada akhirnya mereka pun meninggalkan tempat itu dan kembali ke kamar, sedangkan Dokter Mahen langsung pulang ke rumahnya.


*


*


*


*


Marun menggeliat kan tubuhnya saat dia baru membuka matanya. Dia pun ingin bangun, namun sesuatu yang aneh seakan menahan tubuhnya. Wanita itu mengerutkan dahinya karena merasa perut dan kakinya berat.


"Aahhh!! " Refleks Marun menjerit dan mencoba memberontak untuk melepaskan diri.


"Lepaskan aku! Kenapa kau bisa masuk kembali ke sini!! " Marun terus memberontak tak peduli walaupun pria itu baru bangun dan terlihat linglung.


"Kenapa? " Tanya pria itu dengan suara serak khas bangun tidur.


"Kenapa, kenapa! Lepaskan aku pria gila! Apa - apaan kau ini? Kenapa kau datang lagi ke kamar ku! "


"Ada apa dengan mu? Diam lah, ini masih pagi! " Bukannya melepaskan, Aaron malah semakin mempererat pelukannya hingga membuat Wanita itu merasa sesak.


"Kau ingin membunuhku! Lepaskan aku! "

__ADS_1


"Cek! " Kini dia melepaskannya, namun dia malah mengungkung tubuh Wanita itu dan menatapnya dengan tajam.


"Kau benar - benar berisik, yah pagi - pagi seperti ini! Jika kau terus bersuara, bukan hanya aku yang akan bangun! Tapi kau juga akan mengusik ketenangan dia! " Tatapnya sekilas ke arah bawah dan kembali menatap wajah wanita cantik yang kini tengah menatapnya tajam.


Marun hanya berdecih dan kembali berusaha melepaskan diri dari cengkraman pria itu.


"Lepaskan aku brengsek! Kau benar - benar pria gila! Lepaskan! " Titahnya dengan sangat kencang.


"Eum, kau berteriak sampai pita suaramu putus pun jika aku tak mau melepaskan mu, maka aku tak akan melakukan itu. " Pria itu menyeringai lebar bagai iblis gila. Dia pun mendekatkan wajahnya ingin mencium bibir Marun. Namun wanita itu menghindar dan membuat ciuman itu jatuh ke pipinya.


Aaron berdecak tak suka. Dia pun mengangkat dagu wanita itu dengan kasar dan mulai memagut bibirnya dengan lembut walaupun tak dapat balasan dari yang di cium.


Marun terlihat diam saja sembari menutup kedua matanya karena tak mau melihat apa yang pria itu akan lakukan padanya.


Srek!!


Seketika kedua pasang mata wanita itu terbuka dan membulat saat melihat Tangan besar pria itu sudah merobek peignoir yang dia pakai.


"Ahh! Kenapa kau merobeknya?! " Marun tak habis pikir. Dia tak mengerti kenapa pria ini begitu suka merobek pakaian.


Namun pria itu tak menjawab dan terus melakukan aksinya. Dia menyusupkan lengannya ke dalam baju pendek yang Marun kenakan.


"Apa yang kau lakukan?! " Dia mencoba untuk menarik tubuhnya dan bangun. Namun pria itu lebih cepat dan kembali menarik kakinya hingga dia kembali jatuh.


Dia pun kembali memasukkan tangannya ke dalam dan menarik perlahan - lahan Kain segitiga itu hingga terlepas dari tempatnya. Lengannya pun kembali mengelus paha putih dan mulus itu dengan perlahan - lahan dan menyentuh sesuatu yang langsung membuat tubuh wanita itu serasa terkena sengatan listrik.


"Kau benar - benar gila! Kau ingin memperkosa ku lagi? " Teriaknya berusaha menjauhkan lengan pria itu yang malah semakin menjadi nakal nya karena berusaha menerobos masuk ke dalam.


"****! Jika kau tidak mau diam, maka aku pastikan batang ku yang masuk ke dalam dan membuat mu bunting! " Tekannya mengangkat salah satu kaki milik wanitanya, mencium dan mengelus kan paha mulus itu ke pipinya.

__ADS_1


Baru saja pria itu akan naik dan kembali ingin mengungkung tubuh kecil Marun, suara ketukan pintu membuat dia langsung mengalihkan pandangannya dan berdecak.


__ADS_2