Wanita Milik Casanova

Wanita Milik Casanova
Bab 6


__ADS_3

"Cepat mandi, atau aku akan memandikan mu. " Ucapnya masih dengan senyuman miring lalu keluar dari tempat itu.


"Kurang ajar!!! " Marun memekik kencang setelah pria itu keluar dari dalam kamar mandi.


Aaron sama sekali tak menanggapi. Dia hanya tersenyum gemas mendengar pekikan wanita itu sembari terus berjalan santai ke arah sofa dekat tempat tidur.


Pria itu menatap tempat tidur yang menjadi saksi bisu dirinya yang untuk pertama kalinya memperawani seorang wanita.


Dia senyum-senyum sendiri di atas sofa sembari mengingat bagaimana malam panasnya berlangsung kemarin malam. Sungguh, dia baru merasakan kenikmatan tiada tara itu dari seorang wanita. Dia juga tidak tau kenapa dia bisa begitu menikmati liang kehangatan itu. Tapi yang pasti, tubuh wanita itu sudah menjadi candu baginya.


Ya, walaupun wanita itu seperti nya sangat membencinya dan sangat tak menyukainya gara-gara paksaan yang dia berikan. Tapi dia tak peduli, asalkan apa yang dia inginkan sudah dia dapatkan, maka dia tak akan peduli lagi dengan orang lain.


oh, ya? Apa setelah ini Raja dari Rajanya para Casanova akan insaf? Entahlah, kita tak tau apa dia akan insaf atau tidak. Tapi sekarang, sesuatu yang dapat di pastikan adalah. Tubuh Marun lah yang berhasil membuatnya merasa candu.


"Oh, sial! Bibirnya begitu manis. wajahnya sangat ayu dan tubuhnya juga sangat nikmat. Aku tak mungkin membiarkan dia lolos dariku begitu saja! " Lagi-lagi pria itu mengapit kedua kakinya untuk menahan sesuatu yang serasa ingin menyembul keluar dari balik celananya.


"Tak apa aku di tampar, asalkan hanya aku saja yang merasakan tamparan indah dari lengan halusnya. " Sambungnya berusaha menenangkan si kecil yang kembali merengek ingin disumpal kan kembali ke dalam liang kehangatan.


Setelah hampir 1 jam lebih dia menunggu Marun, wanita itu belum keluar juga hingga membuat Aaron jengkel dan menjadi gelisah sendiri.


"Wanita sialan! Apa saja yang dia lakukan di dalam? Kenapa mandi saja begitu lama? Ck! Dasar wanita. " Umpat Aaron kesal sembari berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Hei! Apa saja yang kau lakukan? Ken-" Ucapan pria itu tiba-tiba saja berhenti dikala dia baru saja membuka pintu dan sudah di suguhkan kembali dengan pemandangan indah melebihi pemandangan milky way.

__ADS_1


"Ahh! Kenapa kau main masuk saja! Dasar pria gila! " Marun buru-buru menutupi tubuhnya menggunakan handuk saat pria itu kembali terdiam setelah melihat dirinya telanjang.


"Dasar mesum! Keluar dari sini!! " Pria itu seakan tak mendengar nya.


Aaron meneguk ludah kasar. Jakun besar yang menonjol di lehernya terlihat jelas tengah naik turun tak beraturan. Dia menatap tubuh wanita di hadapannya dari atas sampai bawah. Tubuhnya yang masih basah setelah mandi terlihat begitu sexy di matanya, apalagi wangi sabun yang menyeruak tajam di indra penciuman nya membuat dia lagi-lagi harus mengumpat dalam hati.


Sialan! Jika aku menyergapnya sekarang, dia pasti akan menamparku lagi dan akan kembali memberontak! ****! Sabar-sabar.. " Umpatnya dalam hati refleks menyentuh aset miliknya hingga membuat Marun membelalakkan matanya melihat apa yang pria itu lakukan.


"Dasar gila! Apa yang kau lakukan? Kau benar-benar pria mesum!! " Pekik wanita itu kembali menutup matanya melihat lengan pria itu yang masih saja menyentuh aset di balik celananya.


"Jika aku tak melakukan ini, kau pasti akan pingsan saat melihat seberapa besarnya celanaku menggembung. " Ucap pria itu berusaha santai.


"Aku tak peduli! Keluar dari sini!! Dasar tak tau malu! " Maki nya kembali. Namun Aaron tetap diam di tempat dan masih menatap tubuhnya dengan tatapan penuh kelaparan.


Namun siapa sangka? Sabun itu malah mengenai sesuatu yang tak terduga.


"Argh! " Aaron memekik kesakitan saat miliknya di lempari kuat-kuat menggunakan sabun botol yang masih penuh. Mana ujungnya lagi yang mengenai Asetnya.


Marun tersentak dan menganga saat melihat dirinya salah sasaran. Dia jadi gelagapan sendiri melihat pria itu kesakitan sembari menyentuh miliknya dan mengapit kedua kakinya.


"Berani sekali kau melempar Raja para liang kewanitaan ini menggunakan ujung sabun! " Aaron berusaha berdiri dan menahan rasa sakitnya.


Tapi bagaimana bisa?! Ujung dari sabun botol itu benar-benar membuat adiknya merasa ngilu hingga tak mampu berdiri lagi.

__ADS_1


Melihat pria itu masih diam sembari menahan sakit, Marun pun menggunakan kesempatan ini untuk kabur dengan gelagapan dan keluar dari kamar mandi dengan langsung mengunci pintunya.


"Apa yang kau lakukan!! Jangan kunci pintunya! " Ucap Aaron sembari mengebrak pintu dari dalam.


"Untuk itu aku sungguh tidak sengaja!! " Balas Marun dari luar dan dengan panik mencoba mencari bajunya.


"Dimana bajuku? Tak mungkin kan aku keluar dari sini hanya menggunakan handuk! " Wanita itu menggaruk rambutnya yang tak gatal dengan bingung dan semakin panik saat mendengar pria itu berusaha mendobrak pintu kamar mandi.


"Ini gawat!! Aku harus cepat-cepat mencari bajuku!! " Dia membuka lemari pakaian yang ada di sana dan hanya menemukan kemeja dan jas yang di gantung. Dia semakin panik karena tak mungkin dia memakai baju itu.


Brak!!


Pintu kamar mandi akhirnya bisa dibuka. Pria itu terlihat kesal dengan apa yang Marun lakukan dan dengan cepat berjalan kearahnya yang sudah panik melihat raut kekesalannya.


"Kau memang ingin bermain-main denganku wanita! Baiklah, akan aku layani. " Aaron tersenyum miring sembari terus mendekati Marun.


"Su-Sudah aku bilang aku tidak sengaja! La-Lagi pula itu salahmu sendiri kenapa terus menggodaku! " Ucap Marun membela diri dengan kedua kaki yang mulai mundur.


Dia semakin mendekat hingga wajah wanita itu sudah sejajar dengan dada bawahnya. Pria itu menyeringai lebar.


Bruk!


"Aw!! " Marun meringis saat kedua tangannya di angkat ke atas tubuhnya dengan kuat.

__ADS_1


Handuk yang dari tadi berusaha dia tahan agar tak melorot langsung jatuh begitu saja ke bawah lantai saat kedua tangannya di jegal oleh pria itu.


__ADS_2