
Weni membuktikan ucapan nya, bahwa ia akan lulus dengan jangka waktu yang sebentar lagi.
Tepat nya 1 minggu lagi adalah hari wisuda Weni, Angga di buat kagum dan bangga oleh sang Istri.
Bahkan Keluarga Tamara pun ikut merasakan ke banggan tersebut, Paman Herman pun sangat menyukai ke gigihan Weni yang sama seperti mendiang Qiqi dan Ayah Cokro.
"Sayang" panggil Angga saat masuk ke dalam kamar nya.
Angga mengeryit karena tidak dapat menemukan sang Istri.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka dan munculah Weni dengan balutan handuk yang sedada.
"Mas" pekik Weni dengan kaget.
Angga tersenyum dan memeluk tubuh Weni, jantung kedua nya berdegup dengan kencang.
"Mas, awas aku mau pakai baju dulu" ucap Weni.
Tetapi Angga tidak melepaskan nya dan malah membawa Weni masuk kembali ke kamar mandi.
"Massss" kesal Weni.
Angga hanya tersenyum dan membuka semua yang melekat pada diri nya.
Setelah itu, Angga menghidupkan shower dan ia memeluk tubuh Weni di bawah guyuran shower.
"Nyaman sekali" gumam Angga dengan menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Weni.
Dan entah apa yang terjadi lagi hingga mereka menghabiskan waktu hampir 1 jam di kamar mandi.
Angga da Weni keluar dengan wajah yang berbeda, Angga dengan wajah senang dan bahagia nya, sedangkan Weni dengan wajah kesal nya.
"Mas kamu gak tau tempat aja, ihh" kesal Weni dengan terus menghentakan kaki nya
"Kamu terlalu menggoda sayang" balas Angga dengan memeluk tubuh Weni dengan hangat.
"Maaf ya, aku kadang tidak bisa mengontrol nya" ucap Angga lembut.
Weni membalikan tubuh nya dan memeluk Angga juga.
"Tidak apa, aku kapanpun akan siap, Mas" balas Weni tersenyum.
"Sekarang di baju dulu ya" ajak Weni lembut.
Lalu mereka masuk ke ruang ganti, Weni lebih dulu selesai dan ia langsung ke dapur.
"Nyonya" sapa Bi Atin dengan ramah.
"Bibi istirahat saja ya, aku yang akan memasak sekarang" ucap Weni lembut.
__ADS_1
"Baik Nyonya, kalau begitu saya permisi" balas Bi Atin sopan.
Weni lalu mengeluarkan semua bahan yang akan ia masaka, ia memotong sayuran dan ikan.
Hari ini, Weni akan memasak gulai ikan dan capcay.
Sedangkan Angga, dia saat ini sedang duduk di mini bar yang ada di dapur, Angga melihat betapa lincah nya Weni yang sedang memasak.
"Ehh" kaget Weni saat berbalik.
"Sejak kapan ada disana, Mas?" tanya Weni dengan tersenyum.
"Sejak tadi, sayang" jawab Angga
"Aku buatkan kopi, mau?" tanya Weni kembali
"Boleh, kopi biasa ya" jawab Angga lembut.
Lalu Weni menyiapkan kopi terlebih dulu buat sang suami.
Setelah di rasa pas, ia lalu memberikannya.
"Terimakasih, sayang" ucap Angga mengusap lembut kepala Weni.
"Sama-sama" balas Weni
Ya memang sejak memilih pindah dari mansion sang Mommy, Weni tidak pernah membiarkan Bi Atin memasak untuk nya dan Angga.
Bukannya melarang ataupun apa, tetapi ia ingin bahwa sang Suami makan dengan hasil tangannya sendiri.
"Taraa, sudah selesai" ucap Weni dengan tersenyum.
"Hemm seperti nya sangat lezat, dari harum nya saja sudah berbeda" ucap Angga dengan beranjak dari duduk nya.
"Memang selalu lezat kan, kamu saja selalu nambah" balas Weni dengan terkekeh.
"Memang ya ini istri aku sangat pintar dan percaya diri sekali" goda Angga dengan mencubit pipi Weni.
"Hehe, iya dong. Kan suami aku nya juga lelaki hebat" bangga Weni dengan memeluk Angga.
Angga membalas memeluk tubuh Weni, ia mengecup pucuk kepala Weni berkali-kali.
"Ini ada apa ya, kenapa berpelukan di ruang makan dan di hadapan makanan?" tanya Mom Yunita dengan terkekeh.
Weni langsung melepaskan nya karena kaget mendengae suara sang mertua.
"Mom, kapan datang?" tanya Weni dengan kikuk.
"Barusan sayang" jawab Mom Yunita tersenyum.
"Mana Daddy?" tanya Angga dengan cuek.
__ADS_1
"Disini Son" jawab Daddy Paris yang berjalan menghampiri mereka.
"Yasudah kita makan malam sekarang saja bagaimana? Udah masuk waktu makan malam juga kok" ajak Weni dengan lembut.
Mereka hanya menganggukan kepala dan duduk di kursi yang ada disana.
Weni mengambilkan makanan untuk Angga, begitupun dengan Mommy yang mengambilkan makanan untuk sang Daddy.
Mereka menikmati makan malam nya dengan sangat lahap.
"Pantesan Angga semakin berisi ya badannya, ini makanan nya juga enak begini" ucap Daddy dengan tersenyum.
"Daddy bisa saja" balas Weni dengan malu.
"Kapan-kapan kita masak bareng ya sayang" ajak Mommy Yun.
"Siap, Mom" balas Weni senang.
"Kenapa kamu diam saja, son?" tanya Daddy pada Angga.
"Aku tidak ingin melewati nikmat nya makan jadi aku akan diam" jawab Angga santai.
"Ck, kau ini" decak Daddy dengan kesal.
Setelah selesai, Daddy dan yang lainnya duduk di ruang keluarga.
"Apa persiapan Wisuda kamu sudah selesai, Nak?" tanya Mom Yunita
"Sudah Mom, aku ngambil dari Butiq tempat dulu kerja untuk Baju dan seragam kita" jawab Weni.
Lalu Weni menceritakan semua nya dengan jelas, Weni mengurus semua persiapan nya dengan di bantu oleh Angga.
Dia tidak ingin membuat sang mertua kerepotan, karena itu Weni akan kesana kemari bersama dengan sang suami.
Apalagi Angga yang sangat siaga setiap kali Weni membutuhkan bantuan.
"Kenapa tidak minta tolong Mom, sayang?" tanya Mom Yunita lembut.
"Aku dan Mas Angga masih bisa kok Mom, aku juga takut ganggu Mom yang sedang sibuk dengan menemani Daddy keluar kota untuk bisnis" jawab Weni memeluk sang mertua.
"Yasudah , tapi kalau butuh bantuan Mommy jangan sungkan , oke" ucap Mom Yunita mengecup pucuk kepala Weni.
"Oke, Mom" balasa Weni tersenyum.
Angga dan Daddy Paris merasa bahagia dengan kedeketan mereka, bahkan mereka seperti Ibu dan Putri kandung nya sendiri.
.
.
.
__ADS_1