
Angga dan Daddy Paris memutuskan untuk kembali menyuruh Weni agar di Rumah dan jangan kemana-mana.
Mereka tahu bahwa Surya dan Aldi sedang gencar-gencar nya mencari Weni.
"Mas, ada apa?" tanya Weni saat melihat wajah Angga seperti menahan emosi.
"Kita akan pulang dan nanti aku akan ceritakan jika sudah sampai di mansion" jawab Angga lembut.
"Lohh, katanya mau 1 minggu ini baru 4 hari Mas" protes Weni.
"Nanti kita kesini lagi, kamu juga lagi lemah begitu dan hanya bisa rebahan dan kita harus ke Dokter kandungan sayang" jelas Angga dengan mengusap lembut pipi Weni.
"Tapi bener ya kita akan kesini lagi?" tanya Weni memastikan.
"Iyaa sayang, nanti kita akan kesini lagi bertiga" jawab Angga dengan mengusap lembut perut datar Weni.
Weni menganggukan kepala dan beranjak dari duduk nya, ia berniat akan membereskan semua barang nya.
"Mau kemana?" tanya Angga.
"Mau beres-beres barang lah, Mas" jawab Weni.
Angga mendudukan Weni di atas paha nya, lalu ia memeluk nya dengan lembut.
"Sudah beres semua, kamu tinggal mandi dan berangkat saja sayang" ucap Angga mengecup bibir Weni sekilas.
"Jangan banyak tanya, ayo mandi dulu" ucap Angga kembali dan menggendong Weni ke kamar mandi.
***
Selama di pesawat, Weni begitu lemas dan terus saja menyender di bahu Angga.
__ADS_1
"Mual?" tanya Angga lembut.
"Enggak terlalu sih, Mas. Tapi aku pusing" jawab Weni memejamkan mata nya.
"Bawa saja ke kamar, Nak" ucap Mom Yunita.
Angga menganggukan kepala nya dan membawa Weni ke kamar pesawat.
Weni langsung merebahkan tubuh nya dan memeluk Angga dengan hangat.
"Mau minum?" tanya Angga
"Enggak, Mas. Kamu tidur saja di samping aku" jawab Weni lirih.
Angga langsung ikut merebahkan diri nya dan menatap Weni dengan sendu.
Dengan lembut Angga mengusap punggung Weni yang sudah terlelap.
****
Dia sudah lebih baik dan bisa pulang.
Aldi langsung membawa nya ke mansion mereka berdua, bahkan Bu Mia pun ikut serta tinggal disana.
"Kamu istirahat dulu, ya" ucap Aldi lembut.
"Kamu mau kemana, Mas?" tanya Lauren saat Aldi sudah rapih.
"Aku akan ke kantor Ayah Surya, hari ini ada yang mau di bahas" jawab Aldi
"Hmmm yasudah" ucap Lauren.
__ADS_1
Lalu Aldi melangkah kan kaki nya keluar dari kamar, ia akan menemui Ayah mertua nya karena ada hal penting.
Setelah menitipkan Lauren pada Bunda nya, Aldi langsung membawa mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Ada apa ya Ayah memanggil ku" gumam Aldi dengan bingung.
Karena tidak pernah sang mertua sampai mengundang Aldi ke perusahaan pusat.
*
Sedangkan Lauren, ia memilih mencari Ibu mertua nya.
"Bun" panggil Lauren.
"Kenapa, Nak?" tanya Bu Mia.
"Kita ke gazebo belakang yuk" ajak Lauren dengan tersenyum.
"Kan kamu masih sakit, sayang" ucap Bu Mia lembut.
"Aku bete, Bun" rengek Lauren.
Bu Mia akhirnya hanya bisa pasrah, mereka duduk di gazebo dengan di temani camilan serta minuman yang di bawakan Art disana.
Lauren ingin menghasut sang mertua agar lebih benci lagi pada Weni, jadi dia bisa mempunyai teman agar dapat melawan Weni.
Bu Mia hanya diam saja sambil mendengarkan, dia sebenarnya sempat marah juga tetapi dia tidak bisa benci pada Weni, karena Bu Mia sudah menganggap nya sebagai Putri.
.
.
__ADS_1
.
.