
Sudah 1 minggu sejak kejadian dimana Surya Widjadja mendapatkan malu , kecewa dan di khianati oleh istri yang selalu dia banggakan
Dan Angga masih terus saja memantau pergerakan Surya, meskiipun tidak ada yang aneh tetapi ia tetap saja harus waspada.
**
Hari ini, Angga dan Weni akan berkunjung ke WN-Group untuk mengecek semua berkas dan Weni akan menandatangi berkas-berkas yang lainnya.
"Hati-hati di jalan" ucap Mom Yunita dengan mengecup kening Weni lembut.
"Aku akan selalu baik-baik saja selama ada Mas Angga, Mom" balas Weni tersenyum
"Mommy tenang saja, aku akan menjaga nya" ucap Angga yang baru saja tiba di ruang keluarga.
Lalu Angga dan Weni berpamitan pada Mommy dan Daddy nya, Angga membawa mobil sendiri karena Rega akan ke perusahaan TR bersama Vio, mereka akan menghandle perusahaan tersebut untuk beberapa hari ke depan.
Angga membuka kan pintu untuk sang Istri yang di balas senyuman oleh Weni.
"Terimakasih Ayah" ucap Weni dengan manja.
Angga tersenyum dan menutup pintu dengan pelan, lalu ia masuk ke dalam dan duduk di balik kemudi.
"Mas, kok aku jadi gugup begini ya" ucap Weni dengan memegang dada nya.
"Seperti mau ke medan perang saja, sayang" kekeh Angga dengan mengambil tangan Weni dan menggenggam nya dengan lembut.
__ADS_1
***
Sedangkan di WN-Group, para karyawan sudah berbaris dan berkumpul di loby perusahaan dengan sangat tertib dan rapih.
Mereka akan menyambut CEO perusahaan mereka tempat bekerja, selama ini mereka hanya tahu bahwa Herman lah sang CEO tetapi dia hanya kaki tangan nya saja.
"Aku penasaran sekali dengan Bos besar kita"
"Yang aku dengar dia seorang wanita dan yang mengejutkan nya lagi adalah, dia Istri dari Tuan Muda Tamara"
"Wah pasti sangat cantik"
"Mudah-mudahan baik dan ramah ya"
Mereka berbaris sesuai dengan divisi nya masing-masing, bahkan Herman pun sudah berada disana sejak tadi.
"Nah itu itu" ucap salah satu karyawan dengan menunjuk sebuah mobil yang sangat mewah datang ke perusahaan.
Herman langsung saja menghampiri mobil tersebut, ia tersenyum saat Weni turun dengan di bantu Angga.
"Paman" sapa Weni dengan ramah.
"Bagaimana keadaan mu, Nak?" tanya Herman lembut.
"Aku baik-baik saja" jawab Weni tersenyum kecil.
__ADS_1
Lalu Herman membawa Weni dan Angga masuk ke dalam perusahaan , semua karyawan disana menyambut dengan senyuman cerah dan tatapan takjub akan ke cantika. Weni.
"Selamat datang, Nona muda, Tuan muda" sapa seluruh Karyawan.
"Terimakasih" balas Weni dengan tersenyum ramah , sedangkan Angga hanya menganggukan kepala saja.
Lalu mereka semua masuk ke dalam Aula perusahaan yang memang sudah di sediakan untuk meeting dadakan.
Angga merangkul pinggang Weni dengan lembut, bahkan ia berjalan lambat hanya untuk menyeimbangi sang Istri saja.
Usia kandungan Weni sudah hampir memasuki 5 bulan jadi dia sudah mulai membengkak.
Sesampai nya di Aula, mereka lalu masuk ke barisan tiap divisi nya, sedangkan Herman, Weni dan Angga mereka naik ke atas panggung mini yang ada disana.
"Sesuai yang sudah saya sampaikan kemarin, hari ini kita ke datangan CEO kita yang bersembunyi selama ini.
Dan inilah dia, Weni Widjadja CEO perusahaan WN-Group" ucap Herman dengan lantang.
Weni maju kedepan dengan langkah pasti dan tersenyum lembut.
.
.
.
__ADS_1