
Pagi-pagi sekali Angga sudah terbangun, ia melihat sang Istri yang masih terlelap di pelukannya.
"Sehat selalu ya sayang bersama dengan Mommy nya" ucap Angga dengan mengusap lembut perut rata Weni.
Lalu Angga memilih untuk bersiap-siap terlebih dulu, ia ingin agar cepat-cepat ke Rumah sakit.
Setelah Angga memindahkan kepala Weni ke atas bantal, ia lalu berlalu ke kamar mandi.
Hingga tidak terlalu lama dari kepergian Angga, Weni membuka mata nya dengan perlahan.
"Eummm, udah pagi" gumam nya.
Lalu Weni memilih untuk duduk bersandar terlebih dulu di atas ranjang size nya.
Setelah itu ia masuk ke ruang ganti, ia akan menyiapkan pakaian untuk Angga.
Hingga tidak lama kemudian Angga selesai dengan mandi nya.
"Sayang, sudah bangun" ucap Angga tersenyum.
"Iyaa Mas, aku mandi dulu ya" balas Weni dengan tersenyum.
"Yaudah, nanti kita sarapan dijalan saja ya" ucap Angga mengecup kening Weni lembut.
Weni menganggukan kepala dan ia pergi ke kamar mandi.
Sedangkan Angga, ia langsung saja ke ruang ganti.
***
Setelah semua nya bersiap, Angga dan Weni langsung saja pergi ke Rumah sakit.
Mereka sudah membuat janji dengan Istri nya Dokter Tara.
"Mas, aku ingin makan bubur ayam" pinta Weni dengan tersenyum.
__ADS_1
"Oke" balas Angga dengan mengusap lembut pipi Weni.
Weni menyenderkan kepala nya di lengan Angga, ia merasa sangat nyaman dekat Angga.
"Kenapa?" tanya Angga lembut.
"Tidak apa, aku hanya nyaman , bahagia dan beruntung saja berada di dekat mu" jawab Weni berbinar.
Angga tersenyum dan mengecup kening Weni dengan lembut.
Angga menghentikan mobil nya saat melihat penjual bubur Ayam yang sudah buka.
Memang disana jarang sekali ada penjual bubur ayam dan kalau adapun tidak se enak di tanah air.
Setelah memesan dua porsi bubur ayam, Angga dan Weni duduk dengan tenang.
"Mas, bagaimana dengan keadaan Ayah Bram?" tanya Weni lirih.
"Mereka baik-baik saja, mereka berada di kota kelahiran Istri Tuan Ardi" jawab Angga tersenyum.
Weni mengangguk dengan helaan nafas lega, hingga tak lama kemudian datanglah pesanan.
***
Sesampai nya di Rumah sakit, Angga membawa Weni ke ruangan Dokter Wulan.
"Silahkan Tuan, Nyonya" ucap perawat yang disana.
Weni membalas nya dengan tersenyum, lalu mereka di ajak masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Dok, ini Tuan dan Nyonya Tamara sudah datang" ucap si perawat dengan sopan.
"Terimakasih sus, kamu boleh keluar" balas Dokter Wulan.
Lalu perawat tersebut pergi dari sana.
__ADS_1
"Silahkan duduk, Tuan, Nyonya Tamara" ucap Dokter Wulan ramah.
"Terimakasih, Dok" balas Weni.
Weni dan Angga duduk di hadapan Dokter tersebut, Wulan sudah tau kondisi Weni dari sang Suami.
"Nyonya, mari kita periksa dulu" ajak Dokter setelah selesai memeriksa tensi dan yang lainnya
Lalu Weni di suruh berbaring di ranjang, Angga dengan setia menemani kemanapun Weni beranjak.
Dokter Wulan lalu menyiapkan alat untuk USG nya, setelah itu ia memeriksa kandungan Weni.
"Janin nya sehat ya, tapi kondisi Nyonya sedikit lemah karena kelelahan dan harus lebih banyak istirahat dulu" jelas sang Dokter.
"Lihat Tuan, ini adalah janin nya dan ia akan berkembang menjadi bayi" jelas Dokter kembali.
Angga tersenyum tipis saat melihat satu titik yang akan menjadi seorang baby lucu.
"Sudah Nyonya, saya akan meresepkan dulu vitamin untuk anda" ucap sang Dokter dengan membenarkan pakaian Weni.
"Ayo sayang" ajak Angga lembut.
"Terimakasih, Mas" balas Weni.
Lalu Weni dan Angga duduk kembali di hadapan sang Dokter, mereka mendengarkan berbagai penjelasan dari Dokter Wulan.
Setelah itu baru mereka pergi dari sana, hari ini Angga akan libur dulu ke perusahaan.
Setelah selesai semua nya, Angga langsung membawa Weni untuk pulang ke mansion.
.
.
.
__ADS_1