
Setelah kepergian Anak serta yang lainnya, Mom Yunita dan Daddy Paris masuk kembali ke dalam mansion.
Mereka akan bersantai sambil menunggu kabar dari Herman dan anak buah nya.
"Dadd, biarkan saja Weni menghadapi ini semua dan kita akan tetap menjaga serta mendukung nya. Aku juga akan merasa sangat pengecut jika harus terus bersembunyi begitu" ucap Yunita
"Itu semua keputusan Putra mu yang sangat posesif, sayang" balas Paris dengan menghela nafas.
"Ya kamu kasih tahu dong, Mas" kesal Mom Yunita
Daddy Paris mendekati Mom Yunita dan memeluk nya dengan erat, ia merasa sangat bangga dengan Istri yang sangat pemberani dan sekarang menantu nya pun sama.
"Iyaa iyaa nanti akan aku kasih tahu" balas Daddy Paris lembut.
Mom Yunita hanya diam dengan mencebikan bibir saja.
***
Sedangkan di Apartemen Herman, dia dan anak buah Angga sedang berbincang kecil di ruang tamu.
Hingga mereka terkaget saat bel Apart tersebut di tekan.
"Mungkin itu mereka, Tuan" ucap Joko, anak buah Angga.
"Iyaa itu pasti Surya, cepat kau buka pintu nya, Ko" balas Herman dengan helaan nafas kasar.
__ADS_1
Setelah menganggukan kepala nya, Joko langsung saja berlalu dan membuka kan pintu.
"Selamat pagi Tuan" sapa Joko sopan.
Surya mengeryit heran dan ia memilih mengabaikan sapaan Joko, lalu ia langsung masuk dan berteriak memanggil nama Herman.
"Hermannnnn" teriak Surya dengan penuh emosi.
Joko langsung saja menghampiri Surya, ia bersikap seperti seorang pelayan disana.
"Maaf Tuan, anda bisa duduk dulu dan saya akan panggilan Taun Herman" ucap Joko dengan sopan.
"Kau bisa diam tidak" bentak Lauren dengan kesal.
"Ada apa ini?" tanya Herman seolah tidak tahu apa-apa.
"Ahh kau keluar juga akhir nya, sini kau" ucap Surya dengan menyeret tangan Herman ke arah sofa.
"Ada apa ini Surya? Kenapa kau datang kesini dengan penuh emosi begini?" tanya Herman dengan wajah bingung nya.
"Kau jangan berpura-pura lagi Herman, kau tahu maksud ku kan" bentak Surya dengan emosi.
"Apa maksud mu Surya? Kau mau apalagi ha? Semua perusahaan sudah kau ambil semuanya bahkan aku sekarang menjadi pengangguran karena aset Tuan Cokro kau ambil semua" balik Herman membentak.
Surya menggembrak meja di ruangan tersebut dengan sangat keras.
__ADS_1
"Kau jangan menipu ku Herman, aku sudah tahu semua nya dan kau sekarang berkilah" ucap Surya dengan penuh emosi.
"Kau tahu dari siapa? Kau bisa tanyakan pada orang-orang sekitar sini kalau aku sudah nganggur dan bahkan hampir menjadi gelandangan karena mu, hahhh" bentak Herman dengan penuh emosi.
"Bahkan aku sampai mau menjual Apartemen ini untuk biaya hidupku" bentak Herman kembali.
"Jika kau tau, kau tau apa hah dan bawa kemari orang yang memberi mu info itu" ucap Herman kembali.
Lauren menatap Ayah nya dengan wajah bingung, begitupun dengan Surya.
"Bagaimana ini Ayah? Mana yang benar?" tanya Lauren dengan berbisik.
"Ayah juga bingung" jawab Surya dengan lirih.
"Kalian ini terlalu serakah akan harta oranglain, jadi kalian tidak akan sadar jika sudah aku tipu" batin Herman tersenyum miring.
Hingga lamunan Surya dan Lauren terbuyarkan dengan ada nya orang yang akan membeli Apartemen Herman.
"Kau tahu sekarang? Aku sudah miskin gara-gara mu" bentak Herman penuh emosi.
.
.
.
__ADS_1