
Weni dan Angga langsung masuk ke dalam kamar mereka yang ada di lantai bawah.
"Sini" panggil Angga dengan menepuk sofa di samping nya yang kosong.
Weni langsung saja menurut dan duduk disana dengan helaan nafas yang kasar.
"Menangislah jika ingin menangis, aku tau kamu sakit, rapuh dan lemah tetapi aku minta jangan perlihatkan itu semua di depan orang lain, cukup di depan aku saja" ucap Angga dengan lembut
Weni langsung saja memeluk tubuh sang Suami dengan erat, ia terisak di dekapan Angga.
"Kau tahu, kau adalah Wanita tangguh-ku yang akan selalu terlihat kuat di luaran sana, tetaplah kuat dan lawan lah semua musuh.
Cukup dengan ku saja kau merasa lemah, rapuh dan cengeng" ucap Angga dengan mengecup kepala Weni lembut.
"Terimakasih, sayang" balas Weni dengan lirih.
"Kita akan mempertahankan apa yang memang milik kita" ucap Angga dengan tegas.
Weni menganggukan kepala nya dengan terus memeluk Angga.
Hingga ia tidak sadar dan sudah terlelap karena lelah.
Angga langsung saja memindahkan Weni ke atas ranjang size nya, ia mengecup kening Weni dengan lembut.
__ADS_1
Lalu Angga mengambil baju ganti untuk Weni, karena ia akan merasa tidak akan nyaman tidur dengan memakai dress.
Setelah selesai, Angga ikut merebahkan tubuh nya karena merasa lelah juga.
Mereka akhir nya tidur siang dengan saling berpelukan.
***
Saat ini , acara konferensi pers tentang Angga dan Weni sudah menjadi trending topik no 1 dimana-mana, mau stasiun tv ataupun media lainnya.
Bahkan Bu Mia tercengang dengan semua berita tersebut, ia memang tidak ikut serta ke undangan karena merasa sedang tidak enak badan.
"Ja jadi Weni adalah pewaris Widjadja yang sah" gumam Bu Mia dengan syok.
"Dan Lauren bukan Putri dari Tuan Surya" gumam nya lagi.
Dia bahkan ingat bagaimana dulu dia menghina Weni dan keluarga nya karena berbeda kasta dengan diri nya.
"Jadi benar kata jihan, bahwa aku akan menyesal karena telah menghina Weni dan keluarga nya" gumam Bu Mia dengan mengingat perkataan Adik ipar nya.
"Mungkin sekarang aku dan Aldi tidak akan mempunyai apa-apa" ucap Bu Mia lirih.
Lalu ia memilih pergi dari kamar nya dan memutuskan untuk berdiam diri di halaman belakang Rumah Aldi.
__ADS_1
Seorang pelayan membawakan beberapa makanan dan minuman untuk nya.
"Nyonya apa butuh sesuatu?" tanya pelayan tersebut.
"Tidak, kembalilah" jawab Bu Mia
Pelayan tersebut hanya menganggukan kepala saja dan berlalu dari sana.
"Apa ini semua karma untuk ku ya? Aku meninggalkan Suami ku demi menemani Putra ku yang salah" gumam Bu Mia dengan sendu.
"Mas, maafkan aku. Aku sekarang menyesal" ucap Bu Mia dengan lirih.
Bu Mia tau bahwa selama ini Weni adalah Wanita tangguh yang selalu melawan jika dia benar, selalu saja riang, tersenyum dan tulus.
Dia salah karena menyangka, bahwa Weni dan keluarga nya sangat jauh berbeda dengan diri nya dan juga Aldi.
Bahkan dia dengan sombong nya membangga kan harta yang tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan harta keluarga Cokro.
"Semua nya sudah berlalu, aku harap Mas Bram bahagia disana dan aku serta Aldi pun bahagia dengan cara kami" ucap Bu Mia dengan lirih.
Lalu ia masuk kembali ke dalam rumah nya karena hari sudah semakin sore.
.
__ADS_1
.
.