
Aldi masih terus saja menenangkan Lauren yang terus saja terisak dalam pelukannya.
"Sayang, sudah ya jangan nangis terus begini. Sekarang kamu istirahat saja dulu hmm" ucap Aldi dengan lembut.
"Hiks, kenapa Bunda tega sekali membohongi Ayah, Mas" lirih Lauren dengan sendu.
"Nanti kita tanyakan ya sayang" ucap Aldi
Brak.
Pintu kamar terbuka dan muncullah Surya dengan wajah yang sangat kacau.
"Ayah" ucap Aldi dan Lauren bangkit dari duduk nya.
Surya tersenyum kecil dan menghampiri anak dan menantu nya.
"Bersiaplah, kita akan pulang sekarang juga" ucap Surya tegas.
"Baik Ayah" balas Lauren dengan yakin.
Lalu Surya membawa anak dan menantu nya pulang kembali ke tanah air, meski dengan begitu ia tetap saja menaruh dendam pada Weni dan keluarga nya.
"Aku akan membalas nya Weni" batin Surya dengan geram.
***
Saat ini Herman sudah bersiap akan pergi ke Apart nya, karena Istri dan Putri nya sudah lebih dulu kembali kesana.
__ADS_1
Herman melihat ada seseorang yang sejak tadi mengikuti nya , bahkan sejak ia keluar dari Hotel.
"Aku yakin itu kau" gumam Herman dengan terkekeh.
Lalu ia mengabari anak buah nya untuk melakukan sesuatu, dan Herman sendiri melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
Brak
Semua pengendara yang ada disana terkejut melihat mobil yang dengan sengaja di tabrak dari arah belakang.
"Hei keluar kau" teriak warga yang memaksa membuka pintu mobil yang menabrak.
Dengan cepat ia membawa pelaku ke kantor polisi yang ada di dekat sana.
"Tuan, apa anda tidak apa-apa?" tanya warga yang membantu korban.
Ya, Herman dengan sengaja mobil nya agar di tabrak oleh pelaku agar ia bisa membuat epek jera pada pelaku.
"Mari Tuan ikuti kami untuk ke kantor polisi karena pelaku sudah ada disana" ajak salah satu warga.
Lalu Herman menganggukan kepala nya dan mengikuti langkah warga tersebut.
"Kau akan mendekam di penjara" batin Herman dengan tersenyum smirk.
Sesampai nya disana, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal sedang di introgasi oleh seorang polisi.
"Kau" kaget Herman dengan pura-pura.
__ADS_1
Polisi langsung menatap Herman dengan seolah-olah menanyakan sesuatu.
"Apa anda kenal dengan Ibu ini?" tanya seorang polisi.
"Ya saya kenal Pak, dia adalah Nyonya Layla istri dari Tuan Surya Widjadja" jawab Herman dengan wajah masih kaget nya.
"Diam kau, untung saja kau masih hidup aku berencana akan melenyapkan mu" bentak Layla dengan emosi.
Setelah sadar ia sedang dimana, ia menundukan kepala dan merutuki sikap nya.
"Sial" batin Layla dengan geram.
Pihak polisi menelpon Surya dan menjelaskan kronologi nya tetapi Surya tidak menolong sang Istri malah dia membiarkan Istri nya di penjara.
"Bahkan suami mu sendiri tidak menolong wanita ja**ang sepertimu" bisik Herman dengan nada mengejek.
"Diam kau, semua ini karena kamu. Aku akan membalas nya Herman" teriak Layla dengan penuh emosi.
Lalu seorang polisi membawa Layla dan menjebloskannya ke dalam jeruji besi yang ada disana.
Setelah semua nya selesai, Herman memilih untuk melanjutkan perjalanan nya ke arah Apart. Ia harus dengan cepat membawa pergi Istri dan Putri nya karena takut dengan bahaya.
Bahkan Herman pun sudah memberitahukan semua ini pada Angga dan Daddy Paris, agar mereka tetap berhati-hati.
.
.
__ADS_1
.