
3 hari berlalu, kini Weni dan baby lelaki nya sudah bersiap akan pulang.
Bahkan Mom dan Daddy Angga yang langsung menjemput mereka ke Rumah sakit.
"Apa semua nya sudah siap, Nak?" tanya Mom Yunita.
"Sudah Mom, ayo kita pulang" jawab Weni dengan tersenyum.
Dengan sigap Angga langsung saja membawa tubuh Weni ke gendongannya dan memindahkan nya ke kursi roda.
"Hanya sampai depan saja, sayang" ucap Angga dengan cepat saat melihat Weni yang akan protes.
"Hah baiklah, Daddy" pasrah Weni.
Angga mendorong kursi roda , sedangkan Mom dan Daddy nya berjalan di samping dirinya.
"Mas, kemana Dise?" tanya Weni penasaran.
"Ada, dia menunggu mu di mansion" jawab Angga santai.
Weni hanya menganggukan kepala, lalu ia fokus kembali pada sang Baby yang tertidur di pangkuannya.
"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk Putra kalian?" tanya Daddy Paris.
"Sudah Dadd" jawab Angga.
Mom Yunita langsung menatap Angga dengan penuh penasaran.
"Nanti aku beritahu kalau sudah sampai di Mansion" ucap Angga dengan santai.
"Kau membuat Mommy penasaran, Nak" gerutu Mommy nya.
Angga hanya tersenyum saja, lalu mereka masuk ke dalam mobil.
Mommy dan Daddy nya duduk di belakang , sedangkan Angga yang menyopiri nya dan Weni duduk di kursi samping Angga.
"Dad, siapa wanita yang sudah membuat Menantu kita celaka?" tanya Mom Yunita penasaran.
Daddy Paris menghela nafas dan menatap Angga dari kaca spion.
Weni dan Mommy menatap mereka dengan heran, lalu Weni menatap Angga dengan sangat intens.
"Nanti saja di mansion, kalian akan mengetahui nya" jawab Daddy dengan datar.
Mommy hanya bisa patuh, ia sudah menebak bahwa memang wanita itulah yang membuat ulah.
Weni menatap mertua nya yang merubah ekspresi wajah nya. Bahkan ia melihat jelas guratan emosi di wajah sang Daddy mertua nya.
Hingga tak lama kemudian, mereka sampai di mansion TR.
Dengan sigap Angga langsung membantu Weni dengan membuka pintu mobil nya.
__ADS_1
"Terimakasih, Mas" ucap Weni dengan tersenyum.
"Sama-sama Sayang" balas Angga lembut.
Mereka lalu masuk ke dalam, disana sudah banyak yang menanti.
"Selamat Datang" pekik mereka dengan sangat antusias.
Weni tersenyum kecil dengan semua nya, ia tidak menyangka akan mendapatkan kejutan yang sangat manis.
"Terimakasih semua nya" ucap Weni dengan penuh haru.
Lalu Weni duduk di antara mereka bersama dengan Baby nya.
"Woahh tampannya" ucap Zidan dengan tersenyum.
"Iyalah, tidak seperti mu yang kucel" goda Vio dengan tertawa renyah.
"Si*lan kau Vi" gerutu Zidan.
"Siapa nama nya?" tanya Hana dengan penasaran.
Weni tersenyum dan menatap Angga dengan lembut.
"Haidar Zeqri Tamara, Baby Zeq" ucap Angga dengan lugas.
"Hai baby Zeq" sapa Hana, Vio dan Zidan.
Angga lalu menyuruh Bibi Yun mengambil Baby Zeq dan membawa nya ke kamar.
"Kalian ingin tahu bukan dalang kecelakaan , Weni?" tanya Angga dengan serius.
Mereka menganggukan kepala, bahkan Weni menatap Angga dengan raut wajah penasarannya.
"Ayo kita ke belakang" ajak Daddy Paris.
Lalu mereka langsung bangkit dari duduk nya dan mengikuti sang Daddy.
Weni menggenggam tangan Angga dengan erat, entah kenapa jantung nya sangat berdegup sangat kencang.
"Tuan" sapa Asisten Angga dengan hormat.
"Buka pintu nya" perintah Angga.
Dengan sigap sang Asisten membuka nya, lalu mereka masuk ke dalam.
Deg.
Weni, Vio dan Hana langsung saja menghentikan kaki nya, bahkan Weni menatap tidak percaya pada sosok wanita di hadapannya.
"DISEE" lirih mereka bertiga dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1
Dise dan Surya pun langsung mengangkat wajah nya saat mendengar suara Weni.
"Apa kalian kaget, heh" ucap Dise dengan santai.
Lalu netra mata nya menatap Weni dengan tatapan yang sangat tajam.
"Ternyata kau selamat Weni, aku kira kau akan mati" ucap Dise
"Jaga bicara mu, Dise" bentak Hana dengan penuh emosi.
"Ternyata dugaanku benar adanya, kau adalah keponakan Om Surya" ucap nya lagi dengan penuh emosi.
"Ya aku memang keponakan Om Surya, aku awal nya tidak akan berbuat seperti ini pada nya, tetapi dia membuat keluarga Om ku malu saat pesta dan itulah yang membuat aku marah pada dia" balas Dise dengan menatap Weni.
Weni melangkah dengan pasti ke arah Dise.
"Apa kau ingin tahu sesuatu, Dise Prasetya?" tanya Weni dengan datar.
"Apa kau bangga telah membuat ku jatuh dari tangga? Aku akan bilang sesuatu padamu, dengarlah" ucap Weni kembali.
"Aku tahu akan hal ini, bahkan aku juga tahu bahwa kau adalah keponakan Bibi Layla. Tetapi aku diam saja karena kau tidak berbuat apapun, hingga aku tahu semua rencana kebusukan mu dan aku meletakan CCTV agar semua orang tahu bahwa kau adalah ib*is" jelas Weni dengan terkekeh.
"Kau pasti bingung kan , saat penjaga pintu belakang yang seharusnya sudah pingsan akibat minuman dari mu tetapi dia masih tetap terjaga dan menghentikan mu yang akan kabur?" ucap Weni kembali.
"Itu semua adalah rencana ku dan Mas Angga" ucap Weni.
"Dan sekarang kau akan menerima Hukumannya" jelas Weni dengan dingin.
"Aku tidak takut" tantang Dise yang sudah bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Weni langsung menghampiri Angga dan memeluk Angga dengan sayang.
"Lakukan, Reg" perintah Daddy paris.
Tak
Byur
"Ahhhhh tolong" teriak Dise dan Surya bersahutan.
Rega membuka pijakan yang diduduki oleh Surya dan Dise, dan otomatis langsung saja mereka menyebur ke kolam bu*** peliharaan keluarga Tamara.
Lalu Weni dan yang lainnya langsung saja pergi dari sana.
Vio terisak di pelukan Hana, dia tidak percaya bahwa sahabat nya melakukan hal sekejam ini pada, Weni.
"Kau pantas, Mati" batin Vio dengan emosi.
.
.
__ADS_1
.